Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Rabu, 22 Maret 2017

Koper CJH Maksimal 32 Kg

SOSIALISASI: CJH Kaur saat mengikuti sosialisasi keselamatan penerbangan dari pihak Bandara Fatmawati Soekarno, di aula Kemenang Kaur, Selasa (21/3)
SOSIALISASI: CJH Kaur saat mengikuti sosialisasi keselamatan penerbangan dari pihak Bandara Fatmawati Soekarno, di aula Kemenang Kaur, Selasa (21/3)
BINTUHAN, BE – Para Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Kaur yang akan berangkat ke tanah suci pada bulan Juli 2017 mendatang, hanya diperbolehkan membawa barang bawaan dalam tas koper maksimal 32 kilogram.  Sebab jika melampaui batas yang telah ditentukan, maka koper akan dibongkar petugas.
“Berat koper bagi calon Jema’ah sudah kita tentukan, dan juga sudah kita beritahu kepada jema’ah melalui sosialiasi keselematan penerbangan CJH Kaur,” kata Markoni SSos perkawilan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu saat memberikan sosialisasi keselamatan penerbangan bagi CJH di aula Kemenang Kaur, Selasa (21/3).
Dikatakannya, berat barang sewaktu pemberangkatan hanya dibolehkan maksimal 14 Kg untuk isi koper dan 7 Kg untuk tas jinjing. Kemudian untuk berat barang pulang dari ibadah haji untuk koper paling berat 32 Kg dan tas jinjing tetap maksimal 7 Kg. Juga bagi CJH diingatkan untuk tidak membawa barang yang dilarang yakni barang berbahaya seperti, gas elpiji, korek api, pisau, parang, gunting panjang, hair-spray dan lainnya. Sebab sebelum diberangkatkan, sejumlah barang CJH yang ada didalam koper itu akan ditimbang. Selain itu akan diperiksa dengan menggunakan alat khusus untuk mengetahui apakah ada barang cair atau berbahaya lainnya.
“Nanti kalau sudah di bandara akan kita periksa koper jama’ah itu, dan kita larang bagi CJH yang membawa koper melebihi ketentuan. Makanya saya minta kepada CJH agar mentaati peraturan yang ada,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kaur H. Arsan Suryani MHI, melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H. Sofyan Jafri S Sos mengatakan, melalui sosialisasi tentang keselamatan penerbangan dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu ini, diharapkan dalam perjalanan ibadah haji nanti berjalan, lancar dan tertib.
“Kita berharap kepada CJH Kaur untuk mentaati apa yang tidak boleh dibawa ke pesawat nanti, dan jangan sampai nanti bermasalah. Juga insallah tahun ini CJH kita yang akan berangkat 108,” jelasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

2 Nelayan Nyaris Tewas, Perahu Terbalik Dihantam Ombak

DIHANTAM: Inilah perahu korban yang terbalik di pesir barat dan nyaris menewaskan korban, Selasa (20/3).
DIHANTAM: Inilah perahu korban yang terbalik di pesir barat dan nyaris menewaskan korban, Selasa (20/3).
KAUR SELATAN, BE – Gelombang tinggi di perairan pesisir barat Provinsi Lampung nyaris menelan korban jiwa, Selasa (21/3) pagi. Sebab hantaman ombak besar membuat perahu nelayan karam dan nyaris menewaskan 2 nelayan Pasar Lama.  Kedua nelayan itu Wawan (25), warga Pasar Lama dan Buyung Sani (40), warga Desa Kelurahan Bandar Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur.
“Tempat kejadiannya itu sekitar 40 mil dari perairan Pasar Lama dan itu sudah masuk pesisir barat, tapi Alhamdulillah korban ini selamat dari maut itu,” kata Ujang (34), nelayan Pasar Lama kepada BE, kemarin (21/3).
Dari data terhimpun BE, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB pagi.  Bermula saat malam itu sekitar pukul 01.00 WIB malam, kedua nelayan malang itu berangkat ke tengah laut dari pelabuhan Pasar Lama mengunakan satu perahu.
Namun ketika sampai di peraiaran pesisir barat Lampung, tiba-tiba datang ombak dengan ketinggian mencapai 5 meter mengantam perahu mereka, sehingga terbalik dan keduanya terlempar ke laut. Beruntung, kejadian itu diketahui nelayan lain dan langsung menyelamatkan kedua korban dan perahu keduanya. Sayangnya, perahu mereka mengalami kerusakan begitu juga dengan mesin perahu juga rusak. Akibatnya, korban mengalami kerugian belasan juta rupiah.
“Kedua korban ini diselamatkan kapal nelayan pesisir dan mereka ini dievakuasi ke pesisir barat Lemong, dan dari Lemong itu, baru keduanya naik mobil ke Kaur,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kapolsek Kaur Selatan Iptu Firmansyah SSos membenarkan jika ada dua nelayan Pasar Lama nyaris tengelam di perairan pesisir barat tersebut. Hal ini dikarena kan hujan badai dan cuaca yang tak menentu sejak beberapa hari ini.
“Korban Alhamdulillah selamat, dan kita minta kepada nelayan agar lebih hati-hati lagi saat melaut, karena sekarang ini sedang musim badai,” imbau Kapolsek. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Kakek Cabuli Cucu Hingga Hamil

Cabul
AMANKAN: Pelaku cabul yang didampingi anggota Polres Kaur saat diamankan ditahahan Mapolres Kaur, Selasa (21/3). (Foto IRUL/BE).
NASAL, BE – Seorang kakek bernisial BE (50), warga salah satu desa di Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur terpaksa harus mendekam di jeruji besi Mapolres Kaur, Selasa (21/3), setelah melakukan tindakan bejat terhadap cucunya sendiri sebut saja Mawar (17), hingga membuat korban hamil tiga bulan lebih.
“Pelaku pencabulan saat ini sudah kita amankan ditahanan Polres Kaur, dan kasus ini masih dalam penyelidikan kita,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Johan Andika SE SIK, kemarin.
Data terhimpun BE, peristiwa pilu telah dilakukan pelaku kepada korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP itu sebanyak dua kali. Pertama kali perbuatan asusila itu dilakukan pada tanggal 30 Desember 2016 lalu di rumah pelaku dan kedua kali itu dilakukan pelaku Sabtu (18/3) 2017 d itempat yang sama sikitar pukul 16.00 WIB.
Awal mula kejadian itu berawal dari pelaku yang merupakan kakek korban pada saat itu meminta korban untuk membelikan rokok ke warung. Setelah pulang dari warung korban lalu masuk ke rumah pelaku dengan maksud ingin mengantarkan rokok. Namun karena rumah dalam keadaan sepi dan tiba-tiba pelaku langsung menutup pintu rumah dan mencekik korban sembari membuka celana korban hingga terjadilah hubungan layaknya suami istri.
Setelah melakukan itu, pelaku memberikan ancaman kepada korban agar tidak menceritakan hal ini kepada siapapun. Karena ketagihan, pelaku lalu melakukan perbuatan yang kedua Sabtu (18/3) di tempat sama seperti pertama kali.
Karena disetubuhi berulang kali, akhirnya Mawar hamil tiga bulan lebih dan korban pun langsung murung. Dengan keadaannya ini sehingga memancing orang tuanya bertanya. Setelah didesak, korban mengaku telah dihamili sang kakek. Sontak, hal itu membuat kedua orang tuanya kaget dan langsung melapor ke Polres Kaur.
Mendapati laporan itu pelaku langsung digelandang ke Mapolres Kaur untuk proses hukum selanjutnya. “Dari hasil keterangan, pelaku melakukan berbuatan pencabulan itu sebanyak 2 kali di tempat yang sama, dan untuk kehamilan korban itu sekitar tiga bulanan. Korban masih dalam pemeriksaan itensif kitam,” jelas Kasat.
Akibat perbuatnya itu, pelaku dijerat dengan pasal 81 jo 82 No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

5 Tahun Putus, Tak Kunjung Diperbaiki

Kaur
IRUL/Bengkulu Ekspress PUTUS: Kondisi Jembatan gantung di sungai Tetap Desa Kepayang Kecamatan Tetap yang sudah lima tahun putus dan tak kunjung diperbaiki, Minggu (19/3).
TETAP, Bengkulu Ekspress – Warga Desa Kepayang Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur mengeluh.  Sebab sudah lima tahun dan hingga saat ini masih mengandalkan transportasi rakit untuk melintasi aliran Sungai Tetap menuju perkebunan dan persawahan warga.  Sebab jembatan gantung sudah lima tahun ini putus pasca banjir sewaktu itu dan hingga kini tak kunjung diperbaiki.
“Sejak putus tahun 2012 lalu, jembatan gantung ini belum diperbaiki. Sehingga warga yang mempunyai kebun di seberang sungai harus menyeberang untuk sampai ke kebunnya,” kata Ismail Kepala Desa (Kades) Kepayang kepada BE, kemarin (19/3).
Dikatakan Kades, warga berharap pemerintah dapat segera membagun kembali jembatan gantung tersebut, karena jika dibiarkan dapat menimbulkan bahaya bagi warga yang harus melintasi sungai dalam beraktivitas sehari-hari. Sebab untuk mengangkut hasil perkebunan dan persawahan, selama ini warga hanya mengandalkan bambu rakit untuk menyeberang sungai, namun transportasi itu tidak bisa dipakai ketika aliran sungai mengalami peningkatan.
“Warga sangat berharap agar jembatan gantung yang menjadi akses warga menuju perkebunan dan persawahan ini segera dibangun, agar warga tidak khawatir lagi apabila menyeberangi sungai,” harapnya.
Lanjut Kades, pihaknya juga berharap kepada pemerintah membangun jembatan permanen. Sehingga dengan dibangunnya jembatan permanen tentu warga yang mengangkut hasil perekonomian itu menjadi lancar. Itu karena jumlah penduduk di desa ini banyak.
“Jumlah warga kita ada 97 KK, jadi kami minta bangun jembatan permanen saja. Kalau pakai jembatan gantung lagi, kami sulit untuk berkembang, takutnya kalau banjir datang jembatannya putus lagi,” terangnya.
Ditambahkan Kades, jembatan gantung tersebut dibangun pada tahun 2012, namun baru sekitar lima bulan selesai dibangun dan dimanfaatkan warga, Air Sungai Tetap meluap yang mengakibatkan banjir dan membuat jembatan gantung tersebut putus. Kondisi yang memprihatinkan ini sudah dijalani warga selama lima tahun.
“Jembatan ini dulu bantuan dari pusat, tapi belum lama dipakai jembatan sudah putus karena banjir. Sekarang ini warga kalau air besar kadang harus mutar lewat jembatan di hulu,” tandasnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Server Gangguan, E-KTP Terhambat


BINTUHAN, BE – Sudah dua minggu lebih ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kaur tak bisa mencetak e-KTP. Hal ini karena terjadi gangguan pada server sistem e-KTP di pusat, sehingga daftar tunggu proses pencetakan menjadi bertambah banyak. Hingga bulan Maret 2017 ini, sebanyak 2.900 warga yang sudah melakukan perekaman data belum bisa dicetak.
“Kami sudah datang berkali-kali ke kantor Dukcapil ini untuk mendapatkan e-KTP. Tapi KTP yang dimohon tidak kunjung terbit. Padahal KTP tersebut sangat penting untuk pengurusan administrasi,” keluh Iwan (34), warga Kecamatan Tanjung Kemuning kepada BE, kemarin (17/3)
Kepala Disdukcapil Kabupaten Kaur Ir Buyung Wiyadi MM melalui Kabid Pengelolahan Informasi Admistrasi, Kependudukan dan Pemanfaatan, Yusnidarti SSos membenarkan jika sudah dua minggu ini pembuatan e-KTP belum bisa dilakukan. Proses pencetakan tak bisa dilakukan akibat ada gangguan sistem pada server di pusat sejak beberapa minggu ini.
“Jadinya pencetakan e-KTP bagi warga yang sudah melakukan perekaman belum bisa dilakukan. Sebab bila dipaksakan ada error di-NIK-nya,” ujarnya.
Dikatakannya, gangguan server yang terjadi di pusat tersebut membuat antrean warga yang belum dicetak e-KTP-nya menjadi bertambah banyak. Sedikitnya ada 2.900 warga yang sudah melakukan perekaman data, tetapi e-KTP nya belum bisa dicetak.
“Kami masih menunggu sistem normal dulu, baru bisa mencetak lagi. Dan kami berharap kepada warga untuk bersabar,” ujarnya.
Ditambahkannya, untuk blangko e-KTP sudah menipis dan hingga saat ini Disdukcapil hanya mempunyai stok blangko e-KTP sebanyak 400 lembar. Jumlah ini dipastikan kurang, sebab daftar tunggu pembuatan e-KTP yang datanya sudah disampaikan ke pusat sebanyak 2.900 lembar. Kekosongan blangko e-KTP akibat belum adanya pengadaan blangko dari pemerintah pusat. Namun info yang diterima, blangko tersebut baru tersedia sekitar bulan April 2017.
“Untuk sisa blangko e-KTP kita sekitar 400 lembar, saat ini yang belum rekam data masih cukup banyak dan ini memang belum ada pengadaan dari pusat. Terkait dengan E-KTP palsu yang beredar sekarang, untuk Kaur belum ditemukan,” jelasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Belasan PNS Terjaring, Operasi Simpatik Nala 2017

OPERASI: Sat Lantas Polres Kaur saat melakukan operasi Simpati Nala 2017 di jalur perkantoran Padang Kempas Kabupaten Kaur, Jum’at (17/3).
OPERASI: Sat Lantas Polres Kaur saat melakukan operasi Simpati Nala 2017 di jalur perkantoran Padang Kempas Kabupaten Kaur, Jum’at (17/3).
BINTUHAN, BE – Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kaur terus menggelar Operasi lalu lintas Simpatik Nala 2017. Hasilnya belasan pengendara dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berhasil ditilang dalam razia yang digelar di jalan raya perkantoran Padang Kempas Kabupaten Kaur, kemarin (17/3).
“Pengendara yang kita tilang ini rata-rata PNS, karena mereka banyak melanggar rambu-rambu lalulintas di sekitar bundaran Padang Kempas,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kasat Lantas AKP David Pratama Purba SIK, kemarin (17/3).
Dikatakan Kasat, beberapa hari terakhir ini sasaran operasi, tidak hanya menjaring pelanggar lalu lintas masyarakat umum, namun juga kalangan PNS. Satu persatu kendaraan dinas maupun pribadi mobil maupun motor yang melewati jalur Padang Kempas yang dikendarai oleh PNS dihentikan untuk diperiksa surat-surat kelengkapannya. Sebab meski bekerja sebagai PNS, namun banyak diantaranya yang masih tidak disiplin dengan tidak melengkapi dirinya dengan surat-surat berkendara maupun kepemilikan kendaraan.
“Pengendara banyak ditilang ini karena banyak pengendara melanggar dan juga lalai dan tidak membawa surat-surat kelengkapan saat berkendara. Alasan mereka selalu lupa,” terangnya.
Lanjut Kasat, ada juga sebagian yang tidak memakai helm dengan alasan rumahnya dekat dengan kantor tempatnya berdinas. Ada sekitar 16 PNS yang berkantor di Pemkab Kaur terjaring razia lalu lintas karena tidak melengkapi diri dengan surat-surat berkendara ataupun pelanggaran lalu lintas lainnya.
“Operasi ini dilakukan untuk menciptakan disiplin berkendara. Mulai kendaraan dilengkapi surat-surat resmi, juga untuk keselamatan para pengendara sendiri,” tegasnya.
Ditambahkannya, target razia ini adalah memberikan kesadaran pada masyarakat supaya patuh berkendara. Sebab selain masalah kendaraan, saat ini banyak kendaraan yang melawan arah. Bukan hanya kendaraan pribadi saja, kendaraan angkutan umum juga akan dirazia.
“Razia ini kita lebih kepembinaan, tapi kalau pengendara yang pelanggaranya fatal kita tilang. Juga kita kita berharap warga bisa mematuhi aturan berlalu lintas dan ini demi keselamatan bersama,” jelasnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Badai, Atap 13 Rumah Terbang Dua Pohon Tumbang


RUSAK: Inilah rumah warga yang atapnya melayang lantaran terkena badai, Selasa (21/3) pagi sekitar pukul 03.00 WIB.
KOTA BINTUHAN – Hujan badai yang terjadi pada Selasa (21/3) sekitar pukul 03.00 WIB di Kabupaten Kaur, mengakibatkan atap 13  rumah milik warga Kaur Selatan dan Nasal melayang. Tidak hanya itu pohon yang besar yang berada di Kecamatan Maje tumbang hingga menutup jalan lintas. Tidak ada korban jiwa atau luka akibat hujan badai ini.
Rumah warga yang atap rumahnya melayang ditiup angin kencang, berdasarkan data yang dihimpun RB adalah rumah milik Beni Sari Dwiputra (30), warga Desa Padang Petron, Kecamatan Kaur Selatan. Atap rumah ukuran 6 kali 6 meter tersebut lepas terpisah dengan badan rumah.
Kemudian rumah lainnya adalah milik Erwin Nilhakim (39), Kasno (35), Sam (34), Muzir (46). Lalu, Salima (38), Neli (32), Daud (40), Marnok (50) dan rumah Heri (34), semuanya warga Desa Pahlawan Ratu, Kecamatan Kaur Selatan. Sembilan rumah ini hanya atap seng dan gentengnya saja yang melayang.
Sementara tiga lagi rumah warga Desa Air Batang, Kecamatan Nasal. Yakni rumah milik Yulianto (30) bagian atapnya melayang. Kemudian rumah Sri Astuti dan Suharto yang tertimpa pohon jengkol. Kendati demikian rumah Suharto hanya rusak ringan saja.
Kepada RB, Beni yang juga honorer di Dinaskominfo Kaur mengatakan, malam itu dirinya bersama istri yang hamil dan juga anaknya yang masih berusia 5 tahun sedang tidur di kamar. Tiba-tiba datang angin kencang, tanpa disadari atap rumahnya sudah melayang. Dirinya baru sadar, setelah hujan yang membasahi tubuhnya.
“Kita tidak tahu tiba-tiba atap rumah sudah pindah ke samping rumah, karena saat itu hujan dan mati lampu. Saya langsung minta tolong tetangga, untuk menutup rumah dengan terpal seadanya. Namun untuk semua perabotan sudah basah termasuk alat-alat elektronik semuanya sudah basah dan rusak,” kata Beni.
Tidak hanya rumah, akibat badai dua pohon tumbang di Kecamatan Maje. Yakni di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Maje, mobil tidak bisa melintas karena terhadang pohon. Tidak hanya itu di Desa Linau, Kecamatan Maje satu batang pohon juga tumbang dan menutupi jalan.
Kepala BPBD Kaur, M. Sofyan mengatakan, sejak pagi pihaknya telah memantau kejadian akibat badai. Dia berharap agar warga Kaur waspada saat musim badai dan angin kencang seperti ini. Para nelayan diminta agar tidak melaut jika gelombang tinggi dan angin kencang.
“Kami juga meminta peran serta Kades dan camat untuk melapor bila terjadi kerusakan akibat bencana,” ujar Sofyan
Pemkab Beri Bantuan
Pemkab Kaur melalui BPBD dan Dinas Sosial langsung turun ke lapangan dan memberikan bantuan kepada salah satu warga yang atap rumahnya melayang. Bantuan ini disampaikan langsung oleh Kepala BPBD Kaur, M. Sofyan dan Kepala Dinas Sosial, Sidarmin Tetap. Tidak hanya itu Kepala Kantor Kemenag Kaur, Arsan S Ibrahim dan jajarannya pun ikut memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa uang Rp 1 juta, bahan makanan, selimut, tikar dan tempat masak.
“Ini hanya bantuan alakadarnya saja yang disampaikan Pemkab Kaur, untuk membantu korban yang sedang terkena musibah. Kita doakan kejadian tidak terulang kembali nantinya,” pungkas Sofyan. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Sekolah Cari Pinjaman

KOTA BINTUHAN – Hingga saat ini pemerintah belum juga mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Kaur. Akibatnya banyak sekolah yang harus mencari pinjaman untuk menutupi biaya operasional tiap bulannya.
Pihak sekolah sangat berharap agar pemerintah segera mencairkan dana BOS untuk tahun 2017. Karena hingga saat ini BOS untuk triwulan pertama belum juga cair, sementara sebentar lagi akan masuk ke triwulan kedua.
Kepada RB, Kepala SDN 71 Kaur, Mison Dahri mengatakan, untuk menutupi operasional di sekolah pihaknya untuk sementara harus pinjam atau utang sementara waktu. Karena mau tidak mau kegiatan sekolah harus tetap berjalan walaupun dana BOS belum cair.
“Karena dana BOS belum juga cair terpaksa kami harus pinjam dulu, nanti kalau BOS sudah cair baru kita kembalikan. Bukan di SDN 71 Kaur saja, namun hampir semua sekolah di Kaur seperti itu. Kami berharap juga dana BOS untuk tahun 2017 segera terealisasi,” ujar Mison, kemarin (21/3).
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kaur, Three Marnope, M.TPd saat dikonfirmasi mengakui kalau dana BOS untuk tahun 2017 belum cair. Bahkan Three mengatakan kalau dana BOS untuk Kaur sampai saat ini memang belum masuk ke Dinas Pendidikan Kaur dari pemerintah pusat dan juga provinsi.
Pihaknya juga berharap agar pihak sekolah baik itu SD dan SMP untuk mencari solusi agar kegiatan di sekolah tetap bisa berjalan kendati dana BOS belum juga cair. “Saya berharap setiap sekolah sudah memahami hal ini. Karena ini tidak hanya terjadi di Kaur namun juga di kabupaten lain di Bengkulu,” tegasnya.
Berdasarkan data jumlah penerima BOS tingkat SD di Kaur sebanyak 1.289 murid dari 149 sekolah. Setiap siswa mendapat kucuran dana Rp 800 ribu per orang per tahun. Total dana BOS untuk murid SD di Kaur dalam satu tahunnya mencapai Rp 2,9 miliar.
Sementara untuk BOS tingkat SMP sebanyak 6.012 siswa dari 43 sekolah yang ada di Kaur. Satu tahunnya mereka menerima Rp 1 juta per siswa, hingga totalnya mencapai Rp 1,5 miliar lebih. Saat ini belum ada perubahan baik penerima dan juga besaran dana yang diberikan per siswa. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Tak Ikut Unas, Tak Bisa Lulus 1.480 Siswa SMK dan SMA Mulau USBN


USBN: Siswa SMAN 1 Kaur saat melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan serius kemarin (20/3).
KOTA BINTUHAN– Hasil ujian nasional (unas) menurut Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMA tidak menentukan kelulusan. Namun siswa yang tidak ikut unas bisa tidak lulus. Unas akan dilaksanakan awal April mendatang.
Ini dia sampaikan saat memantau Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA/MA dan SMK yang dimulai kemarin (20/3). Ujian ini diikuti 1.480 peserta selama dua minggu ke depan. USBN dilaksanakan oleh 14 sekolah negeri dan swasta.
Jalil menambahkan soal USBN didatangkan dari Bengkulu tiga hari yang lalu. Kini semua soal USBN sudah disampaikan ke sekolah masing-masing, agar pelaksanaan USBN berjalan lancar. “Distribusi soal sudah kita lakukan sejak beberapa  hari lalu. Saya harap semua kepala sekolah dapat menjaga soal, jangan sampai bocor. Karena USBN adalah salah satu syarat siswa tersebut lulus,” pesan Jalil.
Sementara pelaksanaan USBN di berbagai sekolah kemarin berjalan lancar dan aman. Semua siswa yang terdaftar datang dan ikut ujian. Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kaur, Arsan S Ibrahim, M.HI yang memantau kegiatan USBN mengaku berjalan baik dan lancar.
Dia berharap semua siswa MAN, SMA dan SMK se Kabupaten Kaur bisa menjalani USBN dengan baik dan percaya diri. “Dari pantau kita semua berjalan baik dan lancar. Kita juga harap ini lancar hingga unas. Kepada siswa kita harapkan percaya diri dalam mengerjakan soal,” imbau Arsan.(cik)  
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Ratusan Warga dari 9 Desa Demo, Desak Tutup Galian C

Demo
DEMO: Ratusan warga dari sembilan desa di Kecamatan Pagulir saat melakukan aksi demonstrasi di Desa Talang Jawi 2, Senin (20/3). (Foto IRUL/BE).
 PAGULIR,BE- Ratusan warga dari sembilan desa di Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir) Kabupaten Kaur menggelar aksi demonstrasi ditempat galian C di desa Air Kering, Senin (20/3). Mereka meminta penambangan pasir dan batu (sirtu) itu ditutup karena sudah merusak lingkungan dan jalan desa setempat.
“Ini sudah berkali-kali kami ingatkan, tapi tetap saja truk-truk pengangkut galian C merusak jalan dan saluran irigasi kami. Makanya kami minta kepada dinas terkait untuk menutup galian C ini,” kata Usman (54), perwakilan warga Talang Jawi I saat mengelar aksi demo dilapangan Desa Talang Jawi 2, kemarin, (20/3).
Dari hasil pantauan BE kemarin, ratusan warga itu berasal dari sembilan desa yakni desa Pulau Pangung, Talang Besar, Talang Jawi 1, Talang Jawi 2, Air Kering 1, Air Kering 2, Talang Padang, Gunung Kaya dan Padang Lebar.
Mereka memulai aksinya sejak sekitar pukul 09.00 WIB dengan berkumpul di lapangan Desa Talang Jawi 2 dengan pengawalan ketat anggota Polres Kaur. Selanjutnya mereka menuju tempat galian C di Desa Ulak Agung dan Air Kering.
“Demo ini warga lakukan menuntut penutupan aktivitas galian C di Pagulir. Karena kami khawatir dampak kerusakan alam akan bertambaha parah. Sebab semenjak ativitas mobil truk galian C yang masuk keluar di Pagulir itu, saat ini jalan kondisinya semakin parah. Sebab puluhan truk pengangkut material galian C hilir mudik melintasi jalan juga menyebabkan debu yang beterbangan juga berdampak negatif bagi kesehatan warga. “ujar Alex Munte (53), warga Desa Gunung Jaya.
Ia mengaku, warga yang memiliki sawah di sekitar lokasi penambangan ini menyebutkan, akibat lalu lalang truk tambang, saluran irigasi milik petani kerap buntu tertutup lumpur. Tak ayal, berulang kali petani harus kembali menggali saluran air yang menjadi satu-satunya sumber air untuk areal persawahan mereka.
“Tidak terhitung berapa kali saluran irigasi ini buntu dan sekarang sudah pendakalan. Akibatnya, banyak sawah tidak teraliri air. Padahal ini musim tanam, sawah butuh suplai air yang cukup, sekarang ini gara-gara galian C ini sawah sulit dapatkan air,” ujarnya.
Ditambahkannya, warga sebenarnya sudah kesal sejak lama terhadap adanya tambang pasir di sepanjang aliran Sungai Pagulir tersebut, namun mereka tidak mampu menghentikan para penambang yang terkesan bandel.
Aksi warga tersebut merupakan puncak kekesalan warga yang selama ini dipendam. Juga jika aktivitas galian C itu tidak ditutup dan masih berjalan, warga akan mengancam demo lebih besar lagi.
“Kami juga minta agar pemerintah menutup penambangan itu. Tak ada manfaatnya bagi warga, justru merugikan karena jalan banyak rusak, kalau tidak ditutup kami akan demo lagi,” tegasnya.
Menyikapi hal ini, Asisten I Setda Kaur Bahrun Budiman SH yang turun langsung. Ia mengaku pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Pemda Kaur juga akan mengevaluasi keberadaan tambang pasir dan batu yang telah meresahkan warga Pagulir tersebut, serta akan mendiskusikan lebih lanjut dengan pihak berwenang.
“Nanti galian C ini akan kita evaluasi lagi dan jika ditemukan pelanggaran yang tidak sesuai prosedur akan segera kami tindak dan tutup. Juga kita minta kepada masyarat agar tetap tenang dan jangan terpancing emosi,” harapnya
Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK yang turun langsung ke lokasi demo itu mengatakan, aksi damai warga yang menuntut penutupan tambang galian c di wilayah Pagulir itu berjalan lancar dan tidak ada keributan.
“Alhamdulilah semuanya berjalan lancar, juga terkait permintaan warga untuk menutup seterusnya, nanti kita akan mendiskusikan kepada yang bersangkutan dan dinas terkait,” jelas Kapolres.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Diprotes Warga, Galian C Pagulir Akhirnya Berhenti


GALIAN C: Warga Pagulir menutup galian C dikawal Anggota Polres Kaur.
KOTA BINTUHAN– Aksi turun ke jalan yang dilakukan warga 9 desa di Kecamatan Padang Guci Hilir kemarin (20/3) membuahkan hasil. Aktivitas tambang akhirnya berhenti, karena aksi tersebut. Mobil yang biasanya hilir mudik melintasi desa-desa di Pagulir tidak tampak. Karena warga sejak pagi sudah berkumpul di jalan Desa Air Kering, Kecamatan Pagulir.
Sekitar 150 lebih warga, laki-laki dan perempuan dewasa turun ke jalan. Mereka protes kegiatan penambangan galian C, karena sudah merusak jalan. Puluhan aparat TNI dan polisi dari Polres Kaur, Polsek Tanjung Kemuning, Polsek Kaur Utara dan Polsek Padang Guci Hulu disiagakan. Mereka menjaga agar tidak ada tindakan anarkis. Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto, S.IK, Pabung Mayor Inf Onsununi, Asisten I Pemkab Kaur Bahrun Budiman dan Asisten II Azwar, S.Sos turun berdialog dengan warga.
Pantauan RB, aksi demo ini cukup lama, mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB di Desa Air Kering, Kecamatan Padang Guci Hilir. Warga yang berkumpul jalan kaki menuju ke lokasi galian C. Aksi ini berjalan damai hingga datangnya Kapolres Kaur dan Asisten Setkab Kaur ke lokasi.
Tokoh yang dituakan dalam aksi kemarin, Liusman mengatakan warga sepakat menutup galian C. Akibat pengangkutan galian C dalam jumlah besar jalan di Padang Guci Hulu rusak parah. Bahkan sampai kini tidak diperbaiki pemilik galian C dan pemerintah.
Warga Pagulir juga resah, karena sawah yang selama ini jadi sandaran hidup mereka tidak bisa ditanami lagi. Karena posisi Air Padang lebih rendah dari hamparan sawah. “Kami minta kegiatan galian C dihentikan, karena sudah meresahkan warga. Mulai dari jalan rusak, irigasi rusak dan air sungai terus mendalam. Akibatnya Air Padang tidak lagi mengalir ke sawah. Memang harus ditutup,” kata Liusman.
Warga Desa Gunung Kaya, Alex Monte mengatakan sebelum ada kegiatan galian C warga Pagulir tidak pernah beli beras. Pagulir jadi kecamatan penghasil beras. Kini akibat pengerukan sungai, lahan persawahan tidak bisa dialiri. Sehingga warga yang memiliki sawah di Air Padang sulit bercocok tanam.
“Kalau dulu Pagulir ini penghasil beras, sekarang tidak lagi. Bahkan kita beli beras. Dampak dari galian C sangat merugikan warga. Belum lagi kegiatan truk yang sampai 40 unit setiap hari lalu lalang sangat mengganggu warga,” beber Alex.
Asisten II Setkab Kaur, Azwar, S.Sos usai dialog dengan warga Pagulir mengatakan usulan warga untuk menutup galian C akan disampaikan ke Provinsi Bengkulu. Sebab mengeluarkan izin adalah Pemprov Bengkulu.
“Kita hanya memfasilitasi aspirasi warga yang ingin menutup galian C. Kita akan sampaikan ke Pemprov Bengkulu. Mungkin ada kajian dan dampak lingkungan yang harus dilakukan. Sementara kegiatan galian C dihentikan. Pengusaha galian C juga menerima putusan tersebut,” demikian Azwar.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Calo CPNS Dokter & Bidan PTT Beraksi


BINTUHAN, BE – Menjelang pengumuman kelulusan para peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dokter dan bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang bertugas di Kabupaten Kaur, mulai dimanfaatkan para calo CPNS untuk mendapatkan keuntungan dari para korbannya. Bahkan mereka telah bergentanyangan untuk mencari calon korbannya.
“Iya, saudara saya di telepon, waktu itu si penelepon bilang dia dari BKN. Dia bilang, harus kirim sejumlah uang jika ingin lolos jadi CPNS. Jika tidak, maka nama saya akan dicoret,” ujar Apriansyah (29), yang mengaku memiliki saudara yang ikut sebagai peserta CPNS bidan PTT, kemarin (17/3).
Dikatakannya, modusnya pelaku ini dengan mengaku sebagai pejabat BKD dan BKN pusat, para penipu menghubungi peserta tes CPNS melalui telepon seolah memiliki akses untuk bisa meloloskan korbannya pada saat pengumuman kelulusan CPNS yang rencananya akan diumumkan di atas tanggal 20 Maret 2017 ini. Tentu saja, para penipu meminta sejumlah uang dari korbanya dengan cara di transfer ke rekening tertentu. Tarifnya bisa sampai Rp 150 juta bahkan lebih, bahkan bisa dicicil hingga beberapa kali hingga pengumuman kelulusan. Kejadian itu, diungkap Apri tidak hanya menimpa saudaranya. Akan tetapi juga banyak peserta tes CPNS lainnya yang saat ini sedang harap-harap cemas menjelang pengumuman kelulusan dokter dan bidan PTT.
“Kami heran juga, kenapa nomor telepon para peserta bidan dan dokter PTT ini bisa diketahui, bisa tau lagi kalau dia peserta tes CPNS bidan PTT. Dan semenjak banyak calo ini saudara saya selalu cemas,” ujarnya.
Menyikapi maraknya aksi para penipu jelang pengumuman hasil CPNS Dokter dan Bidan PTT ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD dan PSDM) Kaur, Drs Yusirwan MM saat dikonfirmasi dengan tegas membantah jika ada pihak BKD yang bisa meloloskan peserta tes CPNS pada hasil pengumuman. Juga itu merupakan pelaku calo CPNS yang mencari keuntungan jelang pengumnan Dokter dan Bidan PTT.
“Itu tidak benar dan sudah pasti yang menghubungi peserta penipu. Kami sudah cukup banyak laporan dari para peserta CPNS yang mengaku dihubungi pihak BKD dan BKN pusat. Juga kita minta kepada Dokter dan Bidan PTT agar tidak percaya kepada calo dan penguman Dokter dan Bidan PTT ini murni,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui jumlah Dokter Bidan PTT di Kabupaten Kaur mencapai 105 orang ini hasil tes CPNS tahun 2016 lalu akan diumumkan Pemkab Kaur akhir Maret 2017 ini. Namun dari jumlah itu hanya akan diambil 99 orang dan sesuai kuota dari Kemenpan.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Bidan PTT Minta Pemkab Umumkan Nama Bidan PTT

BIDAN PTT: Bidan PTT saat mengikuti hearing dengan dewan dan gedung DPRD Kaur kemarin (20/3).
KOTA BINTUHAN – Berbeda dengan kabupaten lainnya, hingga kini Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD dan PSDM) Kaur belum juga mengumumkan nama-nama bidan dan dokter PTT yang lulus. Lantaran lama tidak ada kepastian, sekitar 94 bidan PTT kemarin (20/3) mendatangi gedung DPRD Kaur.
Kedatangan mereka untuk hearing, BKD dan PSDM, Dinas Kesehatan, Sekda Kaur Nandar Munadi dan Badan Keuangan Daerah (BKD) ikut dipanggil. Yang hadir kemarin hanya Kepala BKD dan PSDM Kaur, Drs Yusirwan, MM dan Kabid Anggaran BKD H Okkie, S.Kom.
Hearing bidan PTT dengan lintas komisi kemarin dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kaur Darhan, S,IP. Bidan PTT yang diwakili Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kaur, Ana Safitri minta BKD dan PSDM segera mengumumkan nama-nama bidan dan dokter PTT yang lulus.
“Kita sudah berulang kali minta agar nama-nama diumumkan Pak. Karena daerah lain sudah semua, kenapa di Kaur belum? Kami semua ingin penjelasan,” kata Ana.
Sementara Kepala BKD dan PSDM Kaur, Drs. Yusirwan, MM beralasan nama-nama tersebut belum diumumkan karena masih dikaji dan melihat anggaran. Sebelumnya Sekda Kaur Nandar Munadi berjanji akan mengumumkan nama-nama bidan PTT di atas tanggal 20 Maret 2016.
Dia minta bidan dan dokter PTT sabar, karena sedang dalam proses. Bahkan kini staf BKD dan PSDM sedang koordinasi dengan BKN Palembang terkait rencana pengangkatan CPNS. “Pengumuman akan kita lakukan dalam waktu dekat. Sekarang terganjal anggaran,” ungkap Yusirwan.
Anggota DPRD Kaur Maharda Kurnian mengaku sempat curiga terkait dugaan pungli dalam pengangkatan bidan PTT. “Kita sudah tanya ke Kemenkes, daerah ternyata tinggal mengumumkan dan pemberkasan saja. Awas jika ada pungli atau bermain, kita sudah simpan rekaman oknum yang mengatasnamakan dan minta uang. Ini akan terus kita pantau,” beber Maharda.
Menyikapi anggaran, Kabid Anggaran BKD Kaur Okkie dengan tegas mengatakan mereka belum menganggarkan dana untuk gaji bidan PTT. Karena sejak awal tidak tahu berapa jumlah yang lulus, lantaran belum ada koordinasi ke bagian anggaran.
“Berdasarkan aturan bagian keuangan jelas, gaji bidan dan dokter PTT akan kita bayar asal ada SK yang dikeluarkan MenPAN-RB. Sejak SK itu keluar, harus kita bayar. Karena begitulah ketentuannya,” beber Okkie.
Setelah berdialog lama, dewan mendesak BKD dan PSDM Kaur mengumumkan nama-nama bidan PTT paling lambat 25 Maret. Karena menurut dewan sudah tidak ada lagi alasan BKD dan PSDM Kaur mengulur waktu  untuk pengumuman.
“Sudah kita sepakati, agar BKD dan PSDM dalam waktu dekat mengumumkan nama bidan dan dokter PTT. Mendesak BKD dan PSDM melakukan penerimaan berkas, agar berkas bidan dan dokter PTT bisa diangkat jadi CPNS,” saran Darhan.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Kamis, 16 Maret 2017

210 Siswa SMA Rebut 9 Tiket OSN

Kaur
IRUL/Bengkulu Ekspress SELEKSI: Para siswa tampak serius mengerjakan soal dalam seleksi OSN di SMA I Kaur, Selasa (14/3).
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Sebanyak 210 siswa-siswi SMA negeri maupun swasta se-Kabupaten Kaur mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten di SMAN 1 Kaur, Selasa (14/3). Ajang ini untuk memperebutkan 9 tiket OSN ke tingkat Provinsi Bengkulu mewakili Kabupaten Kaur yang akan digelar pada bulan April nanti.
“Seleksi OSN ini hanya satu hari ini saja, dan masing-masing sekolah mengirimkan 3 orang siswa, untuk satu mata pelajaran,” kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kaur, M. Jalil SPd Ing, kemarin (14/3).
Dikatakan Jalil yang juga Kepala SMA 1 Kaur ini, dalam seleksi ini ada sembilan bidang keilmuwan yang dilombakan antara lain matematika, fisika, kimia, biologi, geografi, komputer, ekonomi, astronomi, dan kebumian. Jalil juga mengaku bangga dengan para peserta dalam keberanian peserta untuk mengikuti OSN ini. Sebab siswa-siswi yang mengikuti seleksi di tingkat kabupaten ini merupakan siswa pilihan di sekolahnya.
“Diharapkan seleksi ditingkat kabupaten ini dapat menemukan siswa-siswi terbaik untuk mewakili Kabupaten Kaur di tingkat provinsi nanti,” harapnya.
Ditambahkannya, OSN SMA tingkat Kabupaten Kaur tahun 2017 ini, merupakan agenda rutin yang biasa diselenggarakan setiap tahunnya.  Olimpiade ini dilakukan guna menyalurkan bakat siswa-siswi SMA khususnya di bidang sains. Melalui wahana yang disebut OSN, sekaligus pula melakukan penjaringan siswa berprestasi untuk mengikuti olimpiade serupa di tingkat selanjutnya.
“Untuk peserta yang berhasil menduduki peringkat berkesempatan diikutsertakan ke tingkat provinsi yang akan digelar bulan April nanti.  Nanti dari hasil OSN akan kita ambil juara 1 untuk satu mata pelajaran, jadi total siswa yang akan  kita kirim nanti ada 9 siswa, dan juara 2 dan 3 kita beri tropi saja,” jelasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Lagi, Puluhan Bidan PTT Datangi Pemkab

Kaur
IRUL/Bengkulu Ekspress DATANGI: Puluhan bidan PTT yang bertugas di Kabupaten Kaur saat mendatangi kantor Bupati Kaur, dan tampak haru karena merasa lega dengan penjelasan Sekda, Selasa (14/3).
Kelulusan CPNS Segera Diumumkan
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Kabar gembira bagi bidan dan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang bertugas di Kabupaten Kaur.  Sebab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur akhirnya membuka peluang untuk pemberkasan bidan dan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Mudah-mudahan diatas tanggal 20 Maret nanti kita umumkan kelulusan CPNS dokter dan bidan PTT, dan nanti diminta untuk melakukan pemberkasan sebagai syarat untuk diusulkan NIP ke BKN,” terang Sekda Kaur, H Nandar Munandi SSos MSi, usai menerima perwakilan dari puluhan bidan PTT di ruang kerjanya, kemarin (14/3).
Dikatakan Sekda, pengumuman dokter dan bidan PTT itu setelah Pemkab Kaur melakukan berbagai kajian.  Hanya saja Pemkab Kaur memastikan belum akan mengangkat para dokter dan bidan PTT dalam waktu dekat ini lantaran alokasi anggaran yang belum tersedia.

“Untuk pengangkatannya kita belum akan lakukan, kita tidak ingin setelah diangkat namun mereka tak digaji, namun akan kita usulkan penerbitan NIP dulu ke BKN,” terang Sekda.
Ditambahkan Sekda, Pemkab Kaur berencana melakukan pengangkatan secara bertahap sesuai dengan kondisi keuangan Pemkab Kaur. Namun atas desakan para bidan PTT mereka menginginkan dilakukan pengangkatan secara serentak.  Sehingga dipastikan pula nanti sebanyak 99 bidan dan dokter PTT kemungkinan akan dilakukan secara serentak.

“Untuk bidan PTT yang kontraknya akan terputus bulan depan, kita berikan kesempatan untuk tetap bekerja, namun kami tegaskan kita tak bisa memberikan tunjangan atau honor kepada yang bersangkutan,” jelas Sekda.
Sementara itu, Elva Yunita Amd Keb selaku perwakilan bidan PTT saat mendatangi kantor bupati Kaur kemarin, bersama rekan-rekannya meminta kejelasan hasil tes CPNS yang mereka ikuti pada tahun 2016 lalu yang tak kunjung diumumkan. Karena kejelasan  pengangkatan dokter dan bidan PTT sampai saat ini belum ada kejelasan dari Pemkab Kaur. Namun setelah diberi penjelasan oleh Sekda tentang pengumuman, ia merasa lega dan sangat bersyukur.

“Kami datang lagi ke Setda ini ingin mempertanyakan kejelasan kami  tentang pengumuman CPNS bidan PTT ini, dan kami walaupun dikontrak putus, tetap akan bekerja. Juga kami minta pengangkatan CPNS ini diserentakkan, dan juga kami tetap akan sabar menunggu pengangkatan serentak ini,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui jumlah dokter dan bidan PTT di Kabupaten Kaur mencapai 105 orang, dari jumlah itu hanya akan diambil 99 orang dan sesuai kuota dari KemenPAN.  Juga satu diantaranya dipastikan tak bisa mengikuti pemberkasan lantaran terkendala syarat usia yakni minimal 35 tahun saat diterbitkannya pemberitahuan oleh KemenPAN RB. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Antusias Tukar Rupiah Baru

Tukar Uang
INKLUSI:Warga saat berbondong-bondong ingin menukarkan uang mereka dengan uang rupiah baru dilayanan Kas Keliling BI di kota Bintuhan, Selasa (14/3. (Foto IRUL/BE)
BINTUHAN, BE– Kehadiran mobil kas keliling Bank Indonesia (BI) yang melayani penukaran uang baru tehun emisi (TE) 2016 di kota Bintuhan Kabupaten Kaur disambut antusias warga sekitar, Selasa (14/3).
Sebab kehadiran mobil kas keliling warna biru itu, cukup menarik perhatian para warga yang seketika berduyun-duyun mendatangi mobil BI tersebut. Dengan berbekal uang rupiah cetakan lama, mereka antusias ingin memiliki uang rupiah desain baru yang beredar tahun 2016 lalu.
“Saya baru kalai inilah megang uang rupiah cetakan terbaru. Waktu itu saya sempat tanya ke bank swasta katanya belum ada tapi sekarang alhamdulillah bisa nukar,” ujar Yunar (43), warga setempat yang menukar uang di mobil kas keliling BI, kemarin (14/3).
Sementara itu Asisten Manager BI Provinsi Bengkulu Tubagus Adimas, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang ingin menukarkan uangnya dengan uang TE 2016. Juga ia mengapresiasi atas antusias warga Kaur yang ingin menukarkan uang lamanya dengan yang baru. Diakui, kegiatan pelayanan penukaran uang baru tersebut baru pertama kali dilaksanakan di Kaur.
“Kita melihat antusias masyarakat Kaur yang ingin menukarkan uang baru ini cukup besar dan sangat bagus. Oleh karena itu, kami menggelar kas keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menukarkan uangnya,” terangnya.
Ditambahkannya, kas keliling ini merupakan bentuk pelayanan Bank Indonesia kepada masyarakat Kaur khususnya bagi warga yang ingin menukarkan uang. Sehingga warga tidak perlu lagi datang ke bank.
Cukup dengan mendatangi mobil kas keliling BI, warga dapat menukar uang dengan pecahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu. BI juga menyediakan penukaran uang receh bagi pemilik warung manisan yang membutuhkan pecahan Rp 500.
“Untuk sasarannya masyarakat yang ingin menukar uang kecil dan menukar uang yang sudah rusak, dan juga bagi masyarakat yang ingin memiliki uang baru bisa tukar langsung ke mobil kas keliling BI,” jelasnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Dishub Tambah 4 Unit Damri

H Asmawi SAg MH
H Asmawi SAg MH
BINTUHAN, BE – Rute bus Damri di wilayah Kabupaten Kaur bakal diperluas.  Itu seiiring dengan rencana ditambahnya 4 unit mobil bus Damri perintis tahun 2017 ini.  Saat ini, bus Damri yang telah beroperasi sebanyak 2 unit.  Rencana tambahan 4 unit bus Damri disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaur, H Asmawi SAg MH, kemarin (10/3).
“Usulan 4 unit Damri perintis ini sudah kita usulkan ke Kementerian Perhubungan.  Tambahan bus Damri diusulkan untuk melayani rute yang ada di kecamatan Kabupaten Kaur ini,” katanya.
Dikatakannya, penambahan empat unit bus Damri berbeda dari armada sebelumnya. Untuk 4 unit tambahan dilengkapi dengan air conditioner (AC) sehingga bisa membuat penumpang lebih nyaman sepanjang perjalanan. Sementara kapasitas bus Damri yaitu 19 kursi. Empat bus Damri ini nanti akan di tempatkan di dua Kecamatan yakni Nasal dan Padang Guci dengan jurusan Kaur-Bengkulu.
“Damri ini beroperasi sekitar pukul 08.00 WIB dari Kaur ke Bengkulu. Damri ini selain menstabilkan tarif angkutan, juga pelayanannya tak akan jauh beda dengan travel, dengan ongkos hanya Rp 50 ribu juga dilengkapi AC,” terangnya.
Ditambahkan Asmawi, dengan adanya Damri ini diharapkan kedepannya angkutan di Kabupaten Kaur akan tertata dengan baik. Juga untuk sopir Damri ini sudah ditunjuk langsung sesuai dengan prosedural.
“Damri ini sistem sif, berangkat pagi dan siang dua unit ini akan bergiliran ke Bengkulu sesuai dengan sif masing-masing, dan untuk dua unit ini baru melayani satu kecamatan saja,” jelasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

April, SK PNS Penuh K2 Kemenag Dibagikan

Kepala Kemenag Kaur, H. Arsan Suryani MHI
Kepala Kemenag Kaur, H. Arsan Suryani MHI

BINTUHAN, BE – Kabar gembira bagi 16 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kaur yang berasal dari Tenaga Honorer Kategori 2 (K2).  Mereka akan segera mendapatkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara penuh.
“InsyaAllah jika tidak ada halangan, pembagian SK CPNS K2 untuk diangkat PNS penuh itu akan kita bagikan awal April 2017 ini,” kata Kepala Kemenag Kaur, H. Arsan Suryani MHI, kepada BE kemarin (10/3).
Dikatakan Arsan, SK 16 CPNS dari K2 untuk diangkat penuh itu masih dalam proses penyelesaian di kantor Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu.  Jika semua proses sudah selesai, maka pihaknya akan segera memberitahukan kepada para penerima SK untuk dibagikan segera. Sehingga dengan diserahkannya SK 100 persen kepada 16 CPNS tersebut tidak ada lagi pegawai di lingkungan Kemenag Kaur yang masih berstatus CPNS. Seluruh CPNS ini juga telah melalui program latihan prajabatan.
“Penyerahan SK tersebut akan dilaksanakan selambatnya bulan depan. Nanti kalau sudah siap dibagikan akan kita beritahukan kepada para penerima SK,” terangnya.
Ditambahkan Arsan, ia berharap agar para CPNS bisa bersabar. Mudah-mudahan pemberian SK PNS penuh tersebut tidak ada perubahan lagi. Juga diminta kepada CPNS yang akan segera menjadi PNS, Arsan berharap dapat lebih giat dalam bekerja, mempunyai loyalitas yang tinggi kepada tugus tempat ia ditempatkan nanti.
“Penilaian terhadap para CPNS tetap kita lakukan. Jangan coba-coba malas, bisa saja yang lain terima SK yang malas ini belum akan dibagikan SK-nya,” pungkasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India