Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Jumat, 21 April 2017

Arsan Terharu Tinggalkan Kaur

KOTA BINTUHAN – Setelah sukses menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kaur selama 2 tahun 9 bulan 17 hari, mulai kemarin (20/1) Arsan S Ibrahim, M.Hi meninggalkan Kabupaten Kaur. Arsan mendapat tugas baru sebagai Kepala Kantor Kemenag Bengkulu Selatan.
Saat acara pisah sambut yang dilakukan secara sederhana di aula Kemenag Kaur, Arsan merasa terharu dan sedih meninggalkan Kaur. Apalagi saat ini Arsan cukup kompak dan mampu membawa perubahan di Kemenag Kaur dan aktif melakukan kegiatan di masyarakat. Seperti safari subuh berjamaah di masjid, magrib bersama dan banyak terobosan yang sudah dilakukan Arsan selama ini.
“Karena ini tugas maka saya harus berpisah dengan semua tim saya yang selama ini mendukung saya di Kemenag Kaur. Saya berharap kekompakan yang selama ini terjalin bisa terus dilanjutkan dengan Kemenag Kaur yang baru. Kepada warga Kaur saya pamit dan mohon maaf jika ada salah selama bertugas di Kaur,” kata Arsan yang juga berulang tahun kemarin.
Acara pisah sambut tersebut juga dimeriahkan salawat saat peringatan ulang tahun Arsan yang ke-46.
Kepala Kantor Kemenag Kaur yang baru, H. Sipuan, S.Ag, MM mengatakan akan tetap terus melaksanakan program-program yang selama ini telah dilaksanakan Kemenag Kaur dan jajarannya. Sipuan yang sebelumnya menjabat Kepala Kemenag Seluma juga berharap dukungan dari staf dan warga Kaur untuk dapat melaksanakan tugas di Kaur.
“Saya tahu Arsan cukup sukses di Kaur selama ini. Saya berharap selama menjalankan tugas di Kaur juga tentunya butuh dukungan dari semua tokoh agama dan masyarakat. Termasuk dukungan Pemkab Kaur agar semua kegiatan dapat lebih kita tingkatkan,” harap Sipuan.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Razia di Perbatasan


RAZIA: Anggota Polsek Nasal dan Polres Kaur merazia kendaraan di perbatasan Kaur-Lampung.
KOTA BINTUHAN – Anggota Polres Kaur dan Polsek Nasal menggelar razia bersama di perbatasan Kabupaten Kaur-Lampung, kemarin (19/4). Razia ini bertujuan untuk melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang melintas baik dari arah Bengkulu ke Lampung dan sebaliknya.
Razia yang dipimpin Kapolsek Nasal Iptu Yana Rohyana berjalan lancar dan tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Namun puluhan kendaraan yang melintas di perbatasan sempat menjalani pemeriksaan. Tidak hanya mobil-mobil pribadi saja, kendaraan truk dan mobil boks yang melintas juga tidak luput dari pemeriksaan petugas unit Sabhara Polres Kaur dan Polsek Nasal.
Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kapolsek Nasal Iptu Yana Rohyana mengakui pihaknya sudah dua hari menggelar razia dan patroli di wilayah perbatasan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya pengerahan massa dan pengiriman alat-alat berbahaya dari Bengkulu ke Jakarta dan sebaliknya.
“Untuk hasilnya belum ada, kendati semua kendaraan kita periksa. Kita juga tidak menemukan sopir yang membawa sajam, senpi atau bahan berbahaya lainnya. Namun operasi tetap kita lakukan siang dan malam hari jelang dan pascapilkada DKI Jakarta,” terangnya.
Polres Kaur juga mengimbau agar warga melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya itu kegiatan ini juga untuk mengecek kendaraan hasil curian dan sebagainya yang masuk dan keluar Kaur. Apalagi saat ini kasus pencurian mobil di Kaur cukup meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, Sat Lantas Polres Kaur juga rutin melakukan razia di wilayah Kabupaten Kaur. Dengan sasaran ranmor yang diduga banyak tidak mempunyai surat dan kelengkapan. “Unit Patroli Sat Sabhara siap turun ke lapangan jika ada laporan dari masyarakat. Untuk itu kita sangat berharap peran aktif masyarakat melapor jika ada yang mencurigakan di wilayah desanya,” kata Kasat Sabhara, Iptu M. Yusman.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Jumlah Penduduk Baru Meningkat

KOTA BINTUHAN – Pada triwulan pertama tahun 2017 berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kaur, jumlah kedatangan penduduk baru ke Kabupaten Kaur meningkat. Ini menunjukan perkembangan Kabupaten Kaur dari tahun ke tahun juga terus bertambah seiring dengan adanya lapangan kerja baru di kabupaten ini.
Data Disdukcpil, jumlah kedatangan penduduk Kaur mencapai 1.940 jiwa. Terdiri dari laki-laki sebanyak 1.416 jiwa dan perempuan sebanyak 524 jiwa. Mereka tersebar di 15 kecamatan. Dari 15 kecamatan, jumlah kedatangan penduduk baru paling banyak di Kecamatan Kaur Selatan sebanyak 365 jiwa, Kecamatan Maje 281 jiwa dan Nasal 230 jiwa.
Sementara jumlah penduduk Kaur yang pindah ke luar Kaur hingga Maret 2017 mencapai 1.736 jiwa. Terdiri dari 1.046 jiwa laki-laki dan 690 jiwa perempuan. Dari data yang dihimpun RB, jumlah penduduk yang keluar di 15 kecamatan, paling banyak penduduk di Kaur Selatan yaitu 270 jiwa, Kecamatan Tanjung Kemuning sebanyak 191 jiwa, Maje 147 jiwa dan Nasal 145 jiwa.
“Jumlah penduduk yang datang ke Kaur meningkat. Kalau sebelumnya banyak penduduk Kaur yang pindah, tapi tahun ini banyak yang datang. Bahkan selisih penduduk yang datang dan keluar Kaur mencapai 204 orang. Kita harapkan dengan adanya lapangan kerja baru di Kaur bisa terus menambah kedatangan jumlah penduduk yang masuk Kaur,” ungkap Kepala Disdukcapil Kaur, Ir Buyung Wiyadi melalui Plh Sekretaris Kasmi Harasti.
Kasmi menambahkan ada beberapa kecamatan yang hingga saat ini jumlah penduduk datang dan keluar masih seimbang. Sehingga beberapa kecamatan ini lamban maju dan berkembang. Seperti Kecamatan Pagulu, Pagulir, Lungkang Kule, Kinal dan Muara Sahung.
“Beberapa kecamatan yang jumlah penduduknya pindah triwulan pertama ini lebih banyak yaitu Kecamatan Luas. Di Luas jumlah penduduk yang datang hanya 54 orang namun yang keluar mencapai 102 orang,” jelas Kasmi.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Jalinbar Berlubang Mulai Diperbaiki


PERBAIKAN: Jalan lintas barat yang berlubang di wilayah Kabupaten Kaur mulai diperbaiki.
KOTA BINTUHAN – Ruas jalan lintas barat (jalinbar) di Kabupaten Kaur mulai diperbaki pemerintah. Fokus perbaikan jalan lintas tahun ini yakni jalan-jalan berlubang yang selama ini menjadi keluhan warga Kaur dan pengguna jalan.
Jalan berlubang kerap mengakibatkan terjadinya lakalantas. Saat ini dari pantauan RB, semua jalan yang berlubang mulai diperbaiki dengan tambal sulam. Perbaikan ini dilakukan dari perbatasan Bengkulu Selatan hingga ke perbatasan Lampung.
Kepada RB, salah satu konsultas pengawas jalan nasional Medi mengatakan perbaikan jalan dilakukan untuk mengantisipasi lakalantas dan jelang arus mudik lebaran tahun 2017. Tidak hanya tambal sulam, namun ada juga perbaikan jalan efektif sepanjang 2,4 kilometer di Kecamatan Nasal.
“Sebagian besar jalan yang berlobang saat ini akan kita tambal lebih dulu untuk mengantisipasi lakalantas. Perbaikan juga akan kita lakukan terus secara bertahap termasuk jalan yang saat ini bergelombang. Namun lebih kita utamakan yang berlubang. Kita targetkan saat arus mudik lebaran mendatang tidak ada lagi jalan berlubang di jalinbar di wilayah Kaur,” kata Medi, kemarin.
Dia juga mengingatkan pengendara yang melintasi wilayah Kaur untuk berhati-hati karena ada perbaikan jalan lintas barat. Baik itu pelebaran jalan dan perbaikan jalan berlubang.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Alih Fungsi, Luas Sawah Berkurang 934 Hektare


DATA: Dispertan dan PPL membahas pendataan sawah di wilayah Kaur.
KOTA BINTUHAN – Luas sawah di Kabupaten Kaur berkurang mencapai 934 hektare. Data dari Dinas Pertanian Kaur, lahan persawahan di Kecamatan Luas, Tetap, Kaur Tengah, Nasal dan Semidang Gumay berkurang akibat alih fungsi.
Data Dinas Pertanian Kaur tahun 2016, luas persawahan di lima kecamatan mencapai 2.618 hektare. Baik itu sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. Namun setelah dilakukan pendataan ulang, saat ini jumlah sawah di lima kecamatan tersebut hanya 1.684  hektare.
Berdasarkan data yang dihimpun RB, untuk Kecamatan Kaur Tengah jumlah hamparan sawah sebelumnya 375 hektare saat ini hanya 214 hektare, Kecamatan Tetap sebelumnya 421 hektare tinggal 275 hektare, Kecamatan Luas dari 677 hektare menjadi 424 hektare, hamparan sawah di Nasal sebelumnya 670 hektare menjadi 349 hektare dan sawah Kecamatan Semidang Gumay jumlah lahan 475 hektare saat ini tinggal 422 hektare.
“Pendataan yang saat ini sedang kita lakukan untuk memperbaiki jumlah data persawahan yang ada di Kaur. Kalau data kita 2016 itu jumlah lahan sawah mencapai 8.099 hektare. Namun setelah kita cek ulang tidak sampai seluas itu. Untuk kita saat ini melakukan pendataan per kecamatan, dari 15 kecamatan baru lima kecamatan saja lahan sawah sudah jauh merosot akibat alih fungsi lahan,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian Kaur, Nasrul Rahman, S.Hut, kemarin.
Berkurangnya lahan persawahan di Kaur ini sebagian besar akibat adanya kegiatan perkebunan. Sedangkan di Nasal, lahan sawah menjadi pertambangan pasir besi. Banyak warga yang menjual pasir besi di arael persawahan. Selain itu akibat pengembangan tambak udang dan pemukiman penduduk baru yang menggunakan lahan persawahan.
“Dengan pendataan ulang ini kita harapkan pendataan kelompok tani juga dapat kita atur sesuai dengan hamparan sawahnya. Jangan sampai nantinya desa tanpa hamparan sawah mendapat bantuan alsintan. Kita juga ingin melakukan pendataan kelompok baru. Saat ini banyak oknum mengatasnamakan kelompok tani namun tidak mempunyai lahan. Dengan pendataan ini kita harapkan bantuan yang disampaikan ke depan akan lebih tepat sasaran,” beber Nasrul.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

DLH Ajak Jaga Ekosistem LH

Bengkulu
IRUL/Bengkulu Ekspress SOSIALISASI: Para Kades se-Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur saat mengikuti sosialisasi pengendalian dampak perubahan iklim di aula SMA Muhammadiyah, Selasa (18/4/2017).
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kaur mengajak seluruh Pemerintah Desa dan masyarakat untuk menjaga dan mempertahankan ekosistem lingkungannya. Hal ini harus dilakukan mengingat dampaknya terhadap perubahan iklim yang terjadi saat ini.
“Hendaknya stakeholder terkait untuk dapat bersama-sama menyosialisasikan atau memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan perubahan iklim yang terjadi saat ini,” kata Sekretaris DLH Kaur Muljunis ST saat membuka sosialisasi pengendalian dampak perbuhan iklim di aula SMA Muhammadiyah, kemarin (18/4/2017).
Dikatakannya, sosialisasi ini harus dilakukan mulai dari tingkat paling bawah, yakni desa. Pasalnya, masyarakat pedesaan perlu untuk digalakkan aksi mempertahakan ekosistem lingkungan hidup mereka. Hal itu bertujuan untuk menjaga lingkungan hidup mereka dari dampak perubahan iklim.
“Karena tak lain dan tak bukan, terkadang ini semua adalah akibat dari perbuatan manusia, seperti pembakaran, penebangan hutan dan lainnya,” terangnya.
Ditambahkannya, ia tak bosan-bosanya mengajak seluruh Kades dan mengajak masyarakat Kaur untuk menjaga lingkungan dengan cara melakukan upaya-upaya sederhana menuju budaya ramah lingkungan, diantaranya dengan menghemat penggunaan listrik dan air, menanam dan memelihara pohon. Selanjutnya mengurangi penggunaan kendaraan bermotor serta menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recyle) dan lainya.
“Saya mengajak kepada Kades agar lebih mengingatkan warganya untuk meningkatkan perhatian terhadap kerusakan serta dampak perubahan iklim terhadap ekosistem pesisir. Juga mengikutsertakan anak-anak sejak dini untuk mencintai lingkungan,” harapnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Jangan Selewengkan Bantuan, Pesan Bupati pada Nelayan

IRUL/Bengkulu Ekspress SERAHKAN: Bupati Kaur saat foto bersama dengan kelompok nelayan usai memberikan bantuan berupa rawei tuna di PPI Muara Sambat, Selasa (18/4/2017)===
IRUL/Bengkulu Ekspress SERAHKAN: Bupati Kaur saat foto bersama dengan kelompok nelayan usai memberikan bantuan berupa rawei tuna di PPI Muara Sambat, Selasa (18/4/2017)
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Bupati Kaur, Gusril Fauzi SSos,  berharap kepada para nelayan agar tak menyelewengkan segala bentuk bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah ataupun pusat.  Sebab sampai sekarang banyak sekali yang diberikan bantuan kepada nelayan salah satunya perahu, rawei tuna dan lainnya.
“Bantuan alat tangkap yang diberikan kepada kelompok nelayan ini harus digunakan dengan maksimal dan tidak untuk diselewengkan,” kata bupati usai memberikan bantuan berupa rawei tuna kepada 13 kelompok nelayan di PPI Muara Sambat Desa Tanjung Besar Kecamatan Kaur Selatan, kemarin (18/4/2017).
Dikatakan bupati, saat ini Pemkab Kaur akan fokus meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui bantuan alat tangkap ikan. Hal ini dianggap penting karena sebagai daerah pesisir, disamping petani, masyarakat yang menekuni profesi sebagai nelayan jumlahnya tidaklah sedikit. Untuk itu, melalui bantuan ini diharapkan dapat menunjang mereka dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari.
“Bantuannya seperti sarana dan prasarana, alat tangkap dan sebagainya agar mereka juga dapat menikmati dan ini untuk meningkatkan kesejahteran nelayan Kaur. Juga bantuan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya, bantuan yang diberikan diperjualbelikan,” terangnya.
Ditambahkan bupati, ia juga mengingatkan para nelayan agar berhati-hati ketika melaut. Peringatan ini menyusul kondisi cuaca di laut yang tidak menentu menjelang masa panca roba di bulan April ini. Sebab saat ini sudah banyak nelayan Kaur yang nyaris tengelam akibat cuaca buruk.
“Kita imbau agar para nelayan tetap hati-hati dan lebih waspada. Jangan lupa lengkapi alat keselamatan. Seperti pelampung, alat navigasi, kompas dan sebagainya,” ingatnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Edwar Heppy S Sos mengatakan, bantuan alat tangkap itu merupakan bantuan dari kementerian perikanan yang dikucurkan kepada Kabupaten Kaur. Diberikan bantuan ini mengingat sebagian besar saat ini nelayan di Kabupaten kaur menangkap ikan tuna setiap harinya dan membutuhkan alat tangkap yang memadai.
“Yang akan dapat bantuan mata kail atau rawei tuna ada dari nelayan Linau, merpas, pasar lama dan juga sekunyit jumlahnya ada 13 kelompok, semua kelompok masing-masing menerima satu set,” katanya.
Ditambahkan Edwar, selaian dari pada itu, tahun ini pemerintah akan kembali mengucurkan bantuan lain salah satunya kapal nelayan. Hanya saja jumlah dan juga waktu pastinya belum diketahui sebab bantuan itu murni dari kementrian dan diserahkan langsung berupa barang bukan berupaya uang tunai. Sehingga teknis dan rincian bantuan sendiri tergantung dengan pihak kementerian sendiri.
“Semuanya mengarah ke alat tangkap kalau untuk budi daya dari kementerian belum ada dikucurkan tahun ini,” jelasnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Rabu, 19 April 2017

50 Peserta Paket C Gagal

 IRUL/BE UJIAN: Para peserta ujian Paket C saat melaksanakan UN di SMA 1 Kaur, Minggu (16/4).
IRUL/BE
UJIAN: Para peserta ujian Paket C saat melaksanakan UN di SMA 1 Kaur, Minggu (16/4).
BINTUHAN, BE – Sebanyak 50 peserta ujian kesetaraan, Paket C di Kabupaten Kaur tahun 2017 ini dipastikan gagal memperoleh ijazah Sekolah Menegah Atas (SMA) sederajat. Pasalnya, dari 267 peserta dari laki-laki 185 orang dan perempuan 82 orang, yang mengikuti ujian hanya 217 peserta.
“Pelaksanaan ujian paket C sudah dua hari ini di SMA 1 Kaur. Peserta tidak hadir ada 50 orang, dan peserta ujian paket C tidak hadir dan kita pastikan bakal gagal dalam ujian tahun ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur, Three Marnope MTPd melalui Kabid Paudni, Ristiana SIP, kemarin (16/4).
Dikatakannya, alasan yang dikemukan para peserta yang tidak hadir pada UN paket C itu sebagian besar karena sibuk bekerja. Tidak hadirnya UN paket C itu cukup disayangkan, apalagi jika alasan tidak jelas. Juga bagi peserta ujian paket C yang tidak hadir ini pihaknya tidak memberikan kesempatan ujian susulan. Hanya saja bagi peserta UN, masih diberikan kesempatan untuk melakukan UN susulan.
“Untuk siswa peserta UN yang sakit kami pastikan akan dapat mengikuti UN susulan, hanya saja tempat pelaksanaanya nantinya akan kami kabarkan,” terangnya.
Ditambahkannya, untuk ujian paket A dan B akan dilaksanakan setelah Unas tingkat SMP pada bulan Mei yang akan datang. Sama seperti Unas, soalnya ujian paket juga dijamin tidak bocor sebelum pelaksanaan. Dispendik juga mengimbau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dapat menyiapkan peserta agar hadir dan ikut ujian.
“Diharapkan PKBM yang ada pesertanya ikut ujian untuk meyakinkan agar peserta yang terdaftar hadir dan juga agar lebih mempersiapkan diri,” imbaunya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Curi Motor, Remaja Diringkus


MUARA SAHUNG, BE – Seorang remaja berinisial DS (17), warga Desa Bukit Makmur Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur, terpaksa harus meringkuk dan merasakan dinginnya sel tahanan Mapolres Kaur, kemarin (16/4). Pelaku diringkus anggota Polsek Muara Sahung karena mencuri motor Supra X dengan Nopol BD 2117 WB milik Asrul Tani (35), warga setempat.
“Ya pelaku Curanmor itu sudah kita amankan dan dititip ke Mapolres Kaur, dan untuk pelaku kita masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kapolsek Muara Sahung Ipda I Wayan Atmaja STK, kemarin (16/4).
Dikatakan Kapolsek, pelaku diamankan Sabtu (15/4) sekitar pukul 10.00 WIB di salah satu bengkel desa Desa Bukit Makmur Kecamatan Muara Sahung. Penangkapan pelaku ini berawal dari polisi mendapatkan laporan dari korban Asrul Tani Jum’at (14/4) yang melaporkan jika motor Honda Supra X warna hitamnya hilang. Dimana kehilangan motor itu bermula dari korban memarkir motornya diteras rumah dan ditinggal pergi ke kebun. Namun korban terkejut ketika pulang dari kebun ia mendapati sepeda motornya sudah tidak ada ditempat.
Mendapati laporan itu, anggota Polsek Muara Sahung langsung melakukan penyelidikan, dan terungkap ketika ada warga mendapatkan informasi tentang keberadaan motor korban. Setelah mendapatkan informasi, anggota Polsek kemudian menuju ke lokasi dan langsung meringkus pelaku. Selanjutnya pelaku bersama barang bukti sepeda motor langsung digelandang ke Polsek untuk pemeriksaan selanjutnya.
“Waktu kita amankan tanpa perlawanan, dan juga kondisi motor korban oleh pelaku sudah dipereteli dan sudah menjadi grandong. Untuk keterlibatan TKP masih kita kembangkan,” jelas Kapolsek.
Akibat perbuatanya itu, pelaku harus merasakan dinginnya dan menginap di tahanan Mapolres Kaur. Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan diatas lima tahun penjara.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Jika Layanan RSUD Buruk, Laporkan

IRUL/BE KUNJUNGI: Bupati Kaur saat mengunjungi keluarga Aspin, warga Desa Sinar Bulan Kecamatan Lukang Kule Kabupaten Kaur, Sabtu (16/4).
IRUL/BE
KUNJUNGI: Bupati Kaur saat mengunjungi keluarga Aspin, warga Desa Sinar Bulan Kecamatan Lukang Kule Kabupaten Kaur, Sabtu (16/4).
BINTUHAN, BE – Bupati Kaur Gusril Fauzi SSos, meminta warga segera melapor jika pelayanan yang diberikan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kaur, buruk. Sebab bupati selalu mengingatkan kepada jajaran manajemen RSUD, agar tidak membedakan pelayanan pasien selama berobat.
“Jangan hanya karena ada pasien dari keluarga miskin, sehingga ada perlakuan berbeda dengan pasien lainnya. Ini harus dihindari dan kalau ada pelayanan yang dibedakan, silakan lapor,” kata bupati saat melakukan kunjungan ke rumah keluarga Aspin Ekwandi (40), warga Desa Sinar Bulan Kecamatan Lukang Kule Kabupaten Kaur, Sabtu (16/4).
Bupati meminta kepada RSUD dan Puskesmas agar sebisa mungkin menghindari adanya komplain dari konsumen atau pasien maupun keluarga pasien, utamanya masyarakat miskin yang tidak mendapatkan pelayanan maksimal. Bupati juga meminta kepada jajaran dan pimpinan RSUD agar meningkatkan kinerja layanan rumah sakit, terutama mengoptimalkan pelayanan terhadap pasien, termasuk optimalisasi layanan sarana dan prasarana di dalamnya. Selain itu bagaimana menanggapi keluhan masyarakat secara cepat dan responsif.
“Bertindak manusiawi dalam hal tanpa membeda-bedakan siapa pasien yang datang, khususnya masyarakat miskin dan berikan pelayanan dengan semaksimal mungkin,” terangnya.
Ditambahkan bupati, untuk ambulance yang ada di RSUD maupun Puskesmas, harus standby. Sehingga warga tidak mengeluhkan lagi sulitnya mencari mobil saat merujuk keluarganya yang sakit ke Puskesmas rawat inap atau ke RSUD. Sebab jangan sampai nanti terjadi yang dialami keluarga Aspin Ekwandi dan keluarga, yang membawa jasad bayinya bernama Puti dalam tas akibat tak mampu membayar sewa ambulance dari RSUD M Yunus di Kota Bengkulu menuju Kabupaten Kaur beberapa hari lalu.
“Saya tidak ingin mendengar permasalahan ambulance tidak ada di tempat dan tidak bisa ngantar. Sekarang ini mobil ambulan kita sudah maksimal dan juga kita telah menyiapkan ambulance gratis. Juga apa yang terjadi pada kelurga Aspin ini jangan sampai nanti terjadi di Kaur,” jelasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Dua Ribu Blangko e-KTP Tiba di Kaur

KOTA BINTUHAN – Sebanyak dua ribu lembar blangko e-KTP saat ini telah tiba di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kaur. Masuknya blangko tersebut maka saat ini masyarakat sudah dapat melakukan cetak data e-KTP di Dukcapil Kaur.
Kendati demikian, blangko e-KTP untuk Kabupaten Kaur masih kurang jika dilihat dari jumlah penduduk Kaur yang belum mempunyai e-KTP. Berdasarkan data yang dihimpun RB, jumlah penduduk Kaur yang wajib e-KTP sebanyak 89.984 orang. Sampai saat ini yang sudah terealisasi sekitar 73.389 orang atau sekitar 82 persen.
Berdasarkan data yang ada berarti jumlah penduduk Kaur yang belum rekam dan cetak e-KTP sebanyak 16.595 orang lagi. Dengan masuknya blangko e-KTP sebanyak dua ribu lembar maka Kaur masih kekurangan sekitar 14 ribu lembar blangko e-KTP pada tahun ini.
“Jumlah blangko e-KTP yang kita terima saat ini masih kurang. Ke depan kami akan kembali melakukan pengecakan ulang terhadap warga wajib e-KTP. Untuk blangko yang kurang kalau habis akan kita usulkan kembali ke Kemendagri,” terang Kepala Dukcapil Kaur, Ir. Buyung Wiyadi melalui Plh Sekretaris, Kasmi Harasti, kemarin (18/4).
Kendati dua ribu lembar blangko sudah masuk saat ini, namun masyarakat Kaur yang ingin e-KTP harus bersabar. Dukcapil belum bisa melakukan cetak e-KTP dengan alasan kondisi jaringan internet yang belum berfungsi dengan baik.  Sehingga cetak e-KTP sampai saat ini belum bisa dilayani oleh Dukcapil.
“Setelah blangko ada kita masih belum cetak e-KTP, karena terkendala jaringan internet. Ini tidak hanya di Kaur namun juga di berbagai daerah lainnya di Bengkulu,” pungkas Kasmi. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Tidak Berfungsi, Pabrik Es Disorot Bupati


PANTAU: Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos saat memantau pabrik es yang tidak berfungsi lagi di Kaur, kemarin (18/4).
KOTA BINTUHAN – Tidak berfungsinya pabrik batu es yang ada di Pantai Sambat, Kecamatan Kaur Selatan yang juga milik Dinas Perikanan Kabupaten Kaur, saat ini menjadi perhatian Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos. Bahkan kemarin (18/4) siang bupati langsung mengecek kondisi pabrik batu es tersebut usai  menyerahkan bantuan kepada nelayan.
Bupati Kaur sangat menyayangkan dua unit pabrik es milik Dinas Perikanan tidak berfungsi secara maksimal. Padahal kebutuhan batu es untuk Kabupaten Kaur masih cukup banyak, apalagi untuk udang dan juga nelayan. Bupati akan terus mendorong pihak PLN untuk secepatnya membangun jaringan sutet dari Bengkulu Selatan ke Kaur.
“Karena kurangnya daya listrik pabrik es yang kita miliki saat ini tampak terbengkalai. Untuk itu kita akan mempercepat agar Kaur memiliki Gardu Induk (GI) PLN sendiri. Karena kalau terus dibiarkan maka semua aset yang ada akan sia-sia saja, sementara kita ambil batu es dari Lampung dan Jakarta,” kata Gusril.
Bupati juga berharap kepada dinas terkait untuk menjaga aset yang ada, agar tidak rusak dan hilang selama belum bisa beroperasi secara maksimal. Bupati pun berharap ke depan kebutuhan es untuk wilayah Kaur harus tercukupi oleh dua pabrik es milik Dinas Perikanan Kabupaten Kaur.
“Kedua pabrik es sudah berapa kali kita perbaiki dan berfungsinya tidak lama karena daya listriknya yang kurang. Kemudian lagi seringnya mati lampu juga sangat berpengaruh untuk produksi es,” kata Kepala Dinas Perikanan Kaur, Edwar Heppy, S.Sos.
Sebelumnya bupati secara simbolis kemarin (18/4) menyerahkan bantuan sebanyak 13 paket pancing tuna kepada tujuh kelompok nelayan dan satu koperasi nelayan di Kaur. Bantuan tersebut dari Pemda Provinsi Bengkulu khusus untuk para nelayan yang sering menangkap tuna yaitu nelayan Linau dan Pasar Lama.
Satu paket pancing tuna panjangnya mencapai 400 meter, dengan seratus mata pancing. Melalui alat pancing baru ini bupati berharap nelayan akan lebih banyak menangkap tuna. Apalagi perairan Kaur masih sangat banyak ikat tuna. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Empat Bulan Tak Gajian, Karyawan Quantum Lapor Disnakertrans


Sebanyak empat dari delapan orang karyawan PT Quantum, kemarin (18/4) sekitar pukul 12.00 WIB mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kaur.
KOTA BINTUHAN – Sebanyak empat dari delapan orang karyawan PT Quantum, kemarin (18/4) sekitar pukul 12.00 WIB mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kaur. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan pasir besi di wilayah Kecamatan Maje tersebut belum juga membayar gaji mereka sejak empat bulan terakhir, terhitung Januari hingga dengan April.
Sementara tugas mereka, menjaga dan mengurus aset-aset milik perusahaan tetap mereka lakukan setiap harinya. Untuk itu mereka berharap pihak Disnakertrans Kaur bisa mencari solusi terkait dengan keluhan mereka.
“Kita sudah empat bulan tidak dibayar, kita ini tetap fokus kerja seperti biasa pak. Namun asap dapur rumah kita ini saat ini tersendat pak dan kami juga bingung harus bagaimana. Karena sudah empat bulan sejak Januari kita karyawan yang berjumlah 8 orang belum sama sekali dibayar,” kata salah satu karyawan PT Quantum, Haryadi.
Lebih lanjut Haryadi mengatakan, kedatangan mereka ke Disnakertrans, bertujuan untuk mencari jalan terbaik. Harapan mereka dengan adanya bantuan dari pemerintah, gaji mereka yang belum dibayar bisa segera dibayarkan. Bahkan ke depannya pihaknya juga berharap agar gaji tetap jalan, walaupun perusahaan tidak lagi melakukan kegiatan penambangan pasir besi.
“Tadi kita sudah datang, karena Kasi dan Kabidnya tidak ada maka Selasa (25/4) yang akan datang kita diminta datang semua Disnakertrans. Tujuannya untuk dimintai keterangan, kita sebelumnya juga sudah konsultasi namun karena tidak ada kepastian dari perusahaan makanya kita curhat ke Disnakertrans tadi siang (kemarin, red),” beber Haryadi.
Rombongan yang datang ke Disnakertrans diantaranya Lekat, Haryadi, Epan Darlis dan Ibnu. Kendati demikian pihaknya mengakui kalau saat ini keadaan perusahaan masih sulit. Apalagi saat ini operasi penambangan pasir besi sudah tidak lagi berjalan. Kendati demikian mereka juga tidak bisa berbuat banyak, karena kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi setiap harinya.
Sementara itu Kabid Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Kaur, Buyung Kanizar, S.Sos beberapa kali dihubungi untuk dimintai klarifikasi kemarin (18/4) ponselnya tidak aktif. Sehingga belum dapat dipastikan tindakan pemerintah terkait dengan laporan karyawan PT Quantum tersebut. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Pembentukan PA Kaur

KOTA BINTUHAN – Hingga saat ini rencana pembentukan Pengadilan Agama (PA) Kaur masih dalam proses. Ketua Pengadilan Agama Bengkulu Selatan, Drs. H. Syazili, SH,MH mengaku kalau pembentukan masih menunggu personel.
Penempatan dan pembentukan personel untuk PA Kabupaten Kaur belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Lantaran personel PA di Bengkulu bahkan di Indonesia saat ini kekurangan. Akibatnya banyak pembentukan PA baru sampai saat ini belum juga terialisasi termasuk di Kabupaten Kaur.
“Kendala kita yang pertama jumlah personel yang masih kurang. Kemudian juga hakim pengadilan agama ini sudah empat tahun ini tidak melakukan penerimaan lagi. Jadi sudah banyak kurang karena tiap tahun yang pensiun juga banyak. Makanya tahun ini mungkin akan banyak penerimaan hakim untuk PA di Indonesia,” kata H. Syazili, kemarin (18/4) ditemui RB di Kecamatan Nasal.
Diketahui di Kabupaten Kaur sampai dengan saat ini masih ada tiga lembaga lagi yang belum ada. Yakni Pengadilan Agama, Kodim serta Rutan Kabupaten Kaur. Padahal tiga lembaga ini sangat dibutuhkan di Kaur, terutama PA. Karena belum memiliki PA sendiri, warga Kaur yang bersengketa baik itu cerai, warisan harus bolak balik ke Bengkulu Selatan.
Tidak hanya itu saja, Rutan Kabupaten Kaur juga sangat dibutuhkan. Kapasitas Rutan Bengkulu Selatan saat ini sudah penuh dan sebagian besar dihuni oleh warga Kaur. Tidak hanya itu saja, proses sidang juga terlalu panjang karena harus bolak-balik jemput terdakwa dari Kaur ke Bengkulu Selatan.
“PA sejak beberapa tahun yang lalu kita sudah siapkan lahannya di Padang Kempas. Namun untuk pembentukan kita serahkan ke PA sendiri kapan. Namun yang pasti warga Kaur berharap dalam waktu dekat ada PA sendiri,” ungkap Asisten II Pemkab Kaur, Azwar, S.Sos. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Sabtu, 15 April 2017

Longsor, 3 Desa Terancam Terisolir

IRUL/BE LONGSOR: Kondisi jalan kabupaten yang berada di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Tetap yang longsor, Jum’at (14/4).
IRUL/BE LONGSOR: Kondisi jalan kabupaten yang berada di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Tetap yang longsor, Jum’at (14/4).
TETAP, BE – Tiga Desa di Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur, terancam terisolir. Pasalnya, akses jalan menuju daerah di Desa Tanjung Dalam tersebut nyaris putus akibat longsor. Ketiga desa itu yakni Babat, Kepayang dan Tanjung Agung. Karena sebagian jalan desa tersebut tidak bisa di lalui kendaraan roda empat.
“Longsor jalan ini sudah dua hari lalu, dan semenjak longsor ini, kendaraan yang lewat harus gantian karena jalan tinggal dua meter lagi,” kata Kepala Desa (Kades) Tanjung Dalam, Sahidin, kemarin (14/4).
Dikatakan Kades, longsornya bahu dan badan jalan dengan panjang sekitar 7 meter dan lebar 2 meter dan kedalaman 8 meter itu terjadi karena tergerus air hujan deras. Hal ini cukup mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tanjung Dalam ke tiga desa yakni Babat, Kepayang dan Tanjung Agung tersebut dikhawatirkan terputus. Apalagi saat ini musim hujan dan membuat bahu jalan terus tergerus air hujan.
“Kalau hujan deras terus mengguyur, bisa jadi kondisi jalan yang longsor melebar, bahkan terputus dan tidak bisa dilalui lagi kendaraan,” ujarnya.
Lanjut Kades, bahu dan badan jalan tersebut longsor sejak puncak musim hujan beberapa hari lalu. Itu terjadi setelah bahu jalan ambrol lebih dulu. Karena terus-menerus tergerus, akhirnya ambrol dan jalan ikut longsor. Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, kini separuh jalan dipasangi tanda peringatan. Selain mengantisipasi kendaraan terperosok, hal itu dilakukan untuk mencegah kendaraan besar melintas.
“Kalau kendaraan besar melintas tidak bisa lagi, karena bisa jadi jalan itu longsor lagi. Waktu jalan ini longsor, listrik kami juga mati karena tiang listrik ikut longsor juga, dan kami minta jalan ini segera diperbaiki,” harapnya.
Sementara itu, Camat Tetap Drs H Nursan Matlani MM saat dikonfirmasi, mengakui pihaknya telah mengetahui kondisi jalan tersebut. Ia juga telah menyampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan PR) bahwa kondisi jalan yang terancam putus tersebut. Juga di meminta kepada pengendara untuk tetap waspada
“Ini sudah sampaikan ke dinas terkait untuk segera memperbaiki jalan itu, dan saya menghimbau kepada pengendara sebelum jalan itu di perbaiki untuk lebih berhati-hati,” imbaunya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Kaur Harus Bersih dari Prostitusi, Warem Segera Ditertibkan

IRUL/Bengkulu Ekspress RAPAT: Bupati Kaur bersama dinas terkait, tokoh masyarakat dan agama saat menggelar rapat terkait permasalahan penyakit masyarakat, Rabu (11/4/2017).
IRUL/Bengkulu Ekspress RAPAT: Bupati Kaur bersama dinas terkait, tokoh masyarakat dan agama saat menggelar rapat terkait permasalahan penyakit masyarakat, Rabu (11/4/2017).
Apr 13, 2017 @ 19:00
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Maraknya warung remang-remang (Warem) di sekitar Desa Sulawangi Kecamatan Tanjung Kemuning, dan di pelosok-pelosok desa di Kabupaten Kaur, meresahkan warga.   Hal ini membuat Bupati Kaur Gusril Fauzi SSos menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja membongkar segera Warem yang ada di Kabupaten Kaur, dan diduga menjadi tempat prostitusi terselubung.
“Sesuai dengan hasil rapat kita, di sini kita nanti akan membersihkan warung remang-remang dan tempat maksiat yang ada di Kaur ini,” kata bupati saat memimpin rapat tentang penyakit masyarakat bersama dinas terkait di aula lantai III Pemda Kaur, kemarin (12/4/2017).
Dikatakan bupati, ia akan bertekad membersihkan Kabupaten Kaur dari praktik prostitusi atau tempat maksiat yang selalu menjadi keluhan masyarakat setempat. Sebab bupati meyakini, semua penganut agama tidak senang jika ada tempat maksiat yang tumbuh kembang di Kaur.  Untuk itulah ia bersama pihak terkait dengan tegas memerintahkan jajajarannya untuk tidak memberi toleransi terhadap penyakit masyarakat di Kaur ini.
“Saya sudah perintahkan Satpol PP agar menertibkan tempat yang menjadi penyakit masyarakat. Di sini kita minta dukungan dari Polres Kaur dalam memberantas segala prostitusi di Kaur ini,” terangnya.
Dikatakan bupati, dengan maraknya warung remang menyediakan Miras (minuman keras) berpotensi dalam tingkat kriminal dan Narkoba.  Pasalnya setiap telah terkontaminasi miras, maka orang tersebut akan kehilangan akal pikiran sehat. Untuk itulah pihaknya bertekad membersihkan Kaur dari segala macam penyakit masyarakat.
“Kalau sudah mabuk pasti pikirannya bisa macam-macam, bahkan buat kejahatan, apalagi sebentar lagi ini mau bulan puasa, dan semuanya harus ditertibkan,” tegas bupati.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kaur, Zailan SPd menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera turun langsung untuk membersihkan Kaur dari praktik prostitusi. Pengawasan diperkat untuk tempat-tempat yang rawan dijadikan praktik prostitusi seperti tersedianya warem. Sebab sebelum memasuki bulan puasa pihaknya optimis jika warung remang-remang di desa Sulawangi itu sudah tidak ada lgi.
“Kita minta kepada pemilik warung yang ilegal itu untuk membongkar sendiri, karena nanti kita akan bongkar, untuk waktu pernertibannya nanti akan kita kabari,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolres Kaur Kompol. Afrizal SSos yang hadir dalam rapat tersebut, ia mengaku jika pihaknya siap membantu Satpol PP untuk menertibkan Warem yang ada di Kaur ini. Sebab ia menilai munculnya wanita penghibur diwarung remang-remang dengan pakaian seksi sangat berpengaruh negatif terhadap warga sekitar terutama wanita dan anak-anak melintas disekitar warung tersebut.
“Kita siap membantu pemda untuk menertibkan Pekat ini, karena dengan adanya warem ini bisa memicu tindak krimnalitas di Kaur ini, apalgi warem itu menyediakan wanita penghibur,” jelasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Jembatan Lapuk Ancam Nyawa

Bengkulu
IRUL/Bengkulu Ekspress. LAPUK: Kondisi jembatan gantung yang melintang di air tengah Desa Tanjung Beringin, yang mulai lapuk dan butuh perbaikan, Selasa (11/4/2017).
Apr 12, 2017 @ 16:00
LUAS, Bengkulu Ekspress – Kondisi jembatan gantung yang melintang di air tengah Desa Tanjung Beringan Kecamatan Luas Kabupaten Kaur, kini kondisinya sangat memprihatinkan.  Sebab lantai jembatan sudah lapuk. Hal ini sewaktu-waktu bisa menelan korban jiwa, khususnya bagi pengendara yang melintas di jembatan tersebut.
“Lihatlah lantai jembatan ini terbuat dari papan, karena sudah lama dibangun dan belum ada perbaikan kondisinya sudah mulai lapuk,” kata Pjs Kepala Desa (Kades) Tanjung Beringin, Ismail, kemarin (11/4/2017).
Dikatakan Ismail, jembatan gantung sepanjang 75 meter tersebut, setiap hari dilintasi oleh warga untuk mengangkut hasil pertanian.  Dia khawatir, jembatan lapuk itu membahayakan yang melewatinya. Menurutnya, karena lantai jembatan sudah mulai lapuk, warga yang melintas harus ekstra hati-hati saat melintas di jembatan tersebut. Sebab semenjak jembatan mulai lapuk itu sudah ada beberapa kendaraan yang nyaris nyemplung ke sungai yang berada di bawah jembatan itu.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan warga, karena ini merupakan satu-satunya akses warga.  Sekarang ini warga sangat menginginkan jembatan itu segera diperbaiki, dan kalau bisa permanen,” harapnya.
Ditambahkannya, jembatan itu sudah puluhan tahun dibangun, namun tidak pernah direhab.  Sebab itulah, kondisinya semakin lama semakin rapuh. Warga sudah sering gotong royong mengganti lantai jembatan yang sudah lapuk, namun hal itu tentunya tidak bisa bertahan lama. Oleh karena itulah, ia sangat berharap, jembatan dapat direhab sebelum memakan korban jiwa.
“Kami sangat berharap Pemerintah Kaur melalui dinas terkait dapat segera merehabnya sebelum menelan korban jiwa,” harap Kades.
Sementara itu, Kepala Dinas PU dan PR Kaur, Lawi Amrul MSi, mengakui jika pihaknya telah mendapatkan laporan tentang kondisi jembatan gantung di Kecamatan Luas tersebut.  Juga pihaknya akan segera melakukan perbaikan.
“Perbaikan kita usahakan tahun depan jembatan itu sudah diperbaiki, dan kita minta kepada masyarakat sekitar untuk lebih waspada,” imbaunya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Pemprov Cek Dampak Kegiatan Galian C


Setelah menunggu cukup lama, Kamis (12/4) tim dari Dinas Pertambangan Provinsi Bengkulu dan juga tim dari Kabupaten Kaur langsung meninjau kegiatan galian C yang ada di Padang Guci Hilir (Pagulir).
KOTA BINTUHAN – Setelah menunggu cukup lama, Kamis (12/4) tim dari Dinas Pertambangan Provinsi Bengkulu dan juga tim dari Kabupaten Kaur langsung meninjau kegiatan galian C yang ada di Padang Guci Hilir (Pagulir). Hal ini merupakan tindak lanjut dari aksi demo warga Pagulir terkait penolakan dan kerusakan jalan akibat dari kegiatan galian C selama ini.
Tim yan diketuai oleh Asisten II Azwar, S.Sos bersama masyarakat dan juga pemilik galian C dan juga anggota Polsek Kaur Utara langsung turun ke lokasi galian C milik Wayati dan Rosismaini. Di lokasi ini tim langsung mengecek  dampak yang terjadi akibat galian C tersebut. Mulai dari pemandian di Ulak Agung, Jembatan Air Kering, bendungan dan juga persawahan milik warga.
Tidak hanya itu saja tim juga meninjau kerusakan jalan yang ditimbulkan akibat kegiatan galian C. Hasil pengecekan inilah yang nantinya akan disampaikan tim dari kabupaten dan tim dari Pemda Provinsi Bengkulu. Hasilnya akan disampaikan ke gubernur dan juga bupati Kaur, apakah galian C bisa berlanjut atau tidak menunggu hasil laporan tim.
“Tim memang sudah turun dan sudah kita dampingi untuk melakukan pengecekan terhadap dampak dari galian C. Situasi berjalan aman, bahkan masyarakat pro dan kontra hadir menyaksikan pengecekan dampak dari galian C yang ada di Pagulir,” terang Kapolsek Kaur Utara, Iptu Pedi Setiawan, SH.
Sementara itu, Asisten II Pemkab Kaur Azwar, S.Sos mengatakan, pihaknya sudah turun bersama-sama. Namun hasil dari peninjauan tim belum diketahui secara pasti, baik itu dampak dan keuntungan dari kegiatan galian C. Pihaknya juga bersyukur masyarakat Pagulir tetap menjaga keamanan dalam memperjuangkan aspirasinya.
“Kalau pengecekan sudah, hasilnya kita tunggu dulu. Apakah akan kita tutup atau dilanjutkan tentunya ada pertimbangan dan alasannya yang tepat,” jelas Azwar.
Sebelumnya ratusan masyarakat Pagulir turun ke jalan, mereka menuntut kegiatan galian C dihentikan karena merusak jalan, berdebu dan juga merusak sawah dan irigasi milik warga. Karena pendangkalan sungai, air padang saat ini tidak lagi masuk ke sawah-sawah warga. Akibatnya saat musim tanam warga selalu mengeluh karena irigasi kering. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

90 Pejabat Kaur Dimutasi

bengkulu
IRUL/Bengkulu Ekspress LANTIK: Sekda Kaur saat melakukan pelantikan 90 pejabat eselon III dan IV di aula lantai III Pemda Kaur, Kamis (13/4/2017).
Apr 15, 2017 @ 12:45
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Gerbong mutasi di lingkungan Pemkab Kaur, Kamis (13/4) bergerak kembali. Kali ini sebanyak 90 pejabat eselon III dan IV di lingkup Pemkab Kaur dimutasi. Dalam mutasi yang dilakukan Sekda Kaur, H Nandar Munadi SSos MSi di aula lantai III Pemda Kaur, diketahui ada yang nonjob. Salah satunya Sekretaris Disnakertrans Kaur.
“Mutasi dan rotasi merupakan hal yang biasa. Dan upaya penyegaran dan peningkatan kinerja serta bagian dari pembinaan karier,” kata Sekda Kaur usai melantik puluhan pejabat eselon III dan IV, kemarin (13/4/2017).
Dari 90 pejabat yang dimutasi tersebut, terdiri dari eselon III A 10 orang, eselon III B 22 orang, eselon IV A 50 orang dan eselon IV B 8 orang. Pelantikan dan pengambilan sumpah ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kaur Nomor :188.4.45-396 tahun 2017.
Para pejabat dimutasi ini dievaluasi kinerjanya selama enam bulan ke depan. Khususnya, bagi pejabat yang mendapatkan promosi jabatan baru. Jika dalam masa enam bulan ini kinerja pejabat tersebut tidak menunjukan kemajuan, tidak menutup kemungkinan mereka akan dimutasikan kembali. Karena mutasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja, dan bukan hanya pintar mencari muka terhadap bupati saja.
“Sesuai dengan harapan bupati, kepada pejabat yang baru dilantik ini dapat menjalankan tugas dan amanahnya dengan sebaik-baiknya. Sehingga dapat melayani masyarakat dengan maksimal,” harapnya.
Ditambahkan Sekda, setelah dilakukan mutasi ia meminta kepada pejabat baru agar segera berkoordinasi dengan para pimpinan di tempat mereka baru bekerja. Hal ini dilakukan agar semua dapat berkerja maksimal sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) mereka masing-masing. Juga Nandar mengimbau agar tak ada pejabat yang nantinya menyalahgunakan kewenangan yang mereka miliki di lingkungan Pemkab Kaur, dan harus berkerja sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga tak akan menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.
“Saya meminta agar menyesuaikan diri dengan tugas barunya. Juga dengan mutasi ini diharapkan kinerja kita lebih baik lagi,” pungkasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Okkie Sekretaris Bappeda, Rigunawanto Kabag Umum


MUTASI: Sekda Kaur, Nandar Munadi, S.Sos, M,Si saat melantik pejabat eselon III dan IV Pemkab Kaur, Kamis (13/4).
KOTA BINTUHAN – Gerbong mutasi para pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Kaur kembali digelar di lantai tiga Pemkab Kaur, Kamis (13/4) pukul 13.00 WIB. Ada 92 pejabat yang bergeser, terdiri dari 10 pejabat eselon III a, 22 pejabat eselon III b, 53 pejabat eselon IV a dan 7 pejabat eselon IV b.
Mereka yang dimutasi, salah satunya adalah H. Okkie, MH yang sebelumnya Kabid Anggaran dipromosikan menjadi Sekretaris Bappeda dan Litbang. Kemudian jabatan strategis lainnya yaitu Kabag Umum Pemkab Kaur yang sebelumnya dijabat H. Okkie sebagai Plt, saat ini dijabat oleh pejabat definitif yaitu Rigunawanto yang sebelumnya Kabid Aset Badan Keuangan Daerah.
Tidak hanya itu beberapa jabatan strategis lainnya, seperti Sekdis Nakertrans yang sebelumnya dijabat Sukmawati saat ini dijabat oleh Harles Feferman.  Sekretaris Dinas Kominfo Kaur dijabat Asman Suhadi yang sebelumnya memang sudah menjadi Plt. Kemudian Camat Pagulir saat ini dijabat oleh Darlius yang sebelumnya memang Sekcam Pagulir. Camat Kaur Utara yang sebelumnya dijabat Plt sekarang dikukuhkan yaitu Susnayati.
Sertijab pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Kaur dipimpin langsung oleh Sekda Kaur Nandar Munadi, S.Sos, M,Si. Dalam kesempatan itu Sekda mengingatkan kalau PNS dalam menjalankan tugasnya siap ditempatkan dimana saja. Karena dalam mutasi sudah jelas ada yang senang dan tidak menduduki tempat barunya.
Namun Sekda berharap agar semua PNS yang baru dilantik ini bisa bekerja ikhlas dan tetap fokus pada tugas yang diberikan. Menjadikan amanah yang diberikan pimpinan sebagai motivasi untuk lebih baik lagi. Karena dalam setiap pekerjaan yang ditugaskan PNS tidak sendirian dan selalu bekerja sama.
“Mutasi ini pasti ada yang suka dan tidak suka, namun itu sudah menjadi janji PNS bahwa kita siap ditugaskan dimana saja. Untuk itu saya ingatkan mari kita semua dapat bekerja ikhlas dan sebaik-baiknya. Karena saat ini zaman semakin maju, masyarakat juga semakin kritis dan potensi yang digali juga semakin banyak. Untuk itu kita harus kerja keras, kerja cerdas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Nandar.
Sementara beberapa pejabat yang non job dalam pelantikan diantaranya, mantan Sekdis Nakertrans, Sukmawati, Sekretaris Bappeda, Guntur, Kabag Pembangunan, Lindartawan. Sekcam Semidang Gumay, Agunata Akbar. Mereka tidak hadir dalam pelantikan yang dipimpin oleh Sekda Kaur. (cik) 
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India