Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Minggu, 22 Januari 2017

Bupati Bakal Pimpin DPD II Golkar Kaur


KOTA BINTUHAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kabupaten Kaur akan menggelar Musda lanjutan, Minggu (22/1) di Bengkulu. Berdasarkan informasi yang dihimpun RB, dalam Musda kali tidak hanya Herlian Muhrim yang akan menjadi calon namun ada juga Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos. Bahkan peluang Gusril memimpin DPD II Golkar cukup besar. Apalagi Gusril sudah mendapat dukungan dari DPP Golkar untuk ikut Musda.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar yang juga mantan Ketua DPD I Golkar Kaur, Samsu Amanah, S.Sos membenarkan kalau pihaknya akan kembali menggelar Musda lanjutan di Bengkulu. Dengan alasan Musda yang dilaksanakan di Kaur pada Desember 2016 yang lalu belum tuntas, sehingga dilanjutkan di Bengkulu. Dengan agenda paripurna penerimaan bakal calon ketua DPD II Golkar Kaur.
“Kalau pada Musda pertama itu hanya satu calon tunggal yaitu Herlian Muhrim saja, untuk Musda kali ini ada tambahan calon yaitu Bupati Kaur, Gusril Fauzi yang sudah mendapat persetujuan dari DPP Golkar sehingga sah untuk menjadi calon ketua. Apakah Herlian Muhrim tetap akan ikut terus kita lihat saja nanti, yang pasti ini Musda lanjutan,” ungkap Samsu, kemarin (20/1).
Sementara itu Calon Ketua DPD II Golkar, Herlian Muhrim, saat dikonfirmasi mengakui kalau Musda kali ini adalah Musda lanjutan untuk pemilihan ketua DPD II Golkar. Siapa saja yang memenuhi syarat bisa ikut dalam Musda di Bengkulu nantinya. Terkait majunya Bupati Kaur sebagai calon ketua DPD Golkar Kaur disambut baik Herlian.
Bahkan mantan calon wakil bupati pada Pilkada tahun 2015 yang lalu juga mendukung sepenuhnya Gusril Fauzi memimpin Golkar Kaur untuk lima tahun ke depan. Herlian memastikan semua kader Golkar di Kaur akan mendukung sepenuhnya Gusril Fauzi. Dirinya juga yakin, Gusril bisa membawa Golkar lebih besar lagi nantinya.
“Memang akan ada Musda lanjutan dan informasinya memang bupati Kaur akan maju. Kalau Gusril maju maka kita siap akan mendukungnya untuk memajukan Golkar ke depan. Karena Golkar perlu pemimpin muda yang bersemangat seperti Gusril agar bisa menang di Pemilu yang akan datang,” ujar Herlian. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Ada 250 Guru Daerah Terpencil, Yang Terima Tunjangan Cuma 131 Guru

Bengkulu
Sebab untuk beberapa wilayah seperti di Maje dan Nasal memang sangat terpencil dan perlu ada penambahan,” kata Ketua Komisi I Denny Setiawan SH, kemarin (20/1).
Dikatakannya, untuk penambahan guru terpencil ini perlu diseleksi betul penerimanya. Sebab dikuatir kan nanti ada guru yang menerima tunjangan terpencil tetapi tidak melakukan tugasnya. Bila para guru itu melaksanakan tugas sesuai kewajiban, mereka patut untuk didukung dengan penghasilan yang lebih tinggi.
“Guru-guru terpencil yang ini masih bertugas memang perlu dievaluasi, ini agar tidak ada masalah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kaur Three Marnope S Pd MTPd mengakui penambahan kuota guru kategori terpencil cukup diperlukan. Berdasarkan data yang dimiliki Dispendik Kaur terdapat sekitar 250 guru yang termasuk dalam kategori guru terpencil tetapi saat ini kuota yang dimiliki Kaur sekitar 100 orang guru.
“Guru yang ditetapkan menerima tunjangan tersebut merupakan keputusan dalam SK Kementerian Pendidikan. Setiap tahun bisa kembali diusulkan atau malah bisa dicabut statusnya,” tegasnya.
Untuk itu, kepada 100 orang guru yang telah ditetapkan bertugas ditempat terpencil diminta untuk lebih profesional dalam melakukan tugas, serta bertanggung jawab terhadap kewajibannya sebagai guru. Dikatakannya, hal tersebut lantaran para guru yang ditempatkan di wilayah terpencil mendapatkan tunjangan guru terpencil yang sangat besar. Bagi guru yang berstatus PNS tunjangannya sebesar gaji pokok yang diterimanya. Sementara bagi guru non PNS tunjangan yang diterima sebesar Rp 1,5 juta perbulannya.
“Tunjangan tersebut mereka terima per triwulan langsung melalui rekening pribadi, untuk pengusulan tahun depan kita akan melihat daerah mana yang masih dalam katagori daerah terpencil tentunya berdasarkan SK bupati,” jelasnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Nunggak, PN Eksekusi Ekskavator

Bengkulu
IRUL/Bengkulu Ekspress. EKSEKUSI: PN Bintuhan yang dikawal oleh anggota Polsek Kaur Selatan saat menyita alat berat yang berada di lokasi pembuatan tambak udang Desa Pengubayan Kecamatan Kaur Selatan, Kamis (19/1).
KAUR SELATAN, Bengkulu Ekspress – Panitera Pengadilan Negeri (PN) Bintuhan, kemarin (19/1) menyita/eksekusi satu unit ekskavator yang sedang disewakan di pembangunan tambak milik Eko (45), di Desa Pengubayan Kecamatan Kaur Selatan.  Eksekusi ini dilakukan atas surat keputusan Pengadilan Negeri  Bintuhan, dengan nomor penetapan tertanggal 19 Januari 2017 No. 01.Ped.Eks.Fidusia/2016/PN.Btn, atas perintah Pengadilan Negeri Tanjung Karang tanggal 2016 nomor : 30/Eks. Fidusia/2016/PN Tanjung Karang dalam perkara pemohon eksekusi fidusia atas nama pemohon PT.BRP Tri Surya Bumindo. “Kita menyita alat berat ini setelah pihak pemohon beberapa minggu lalu mengajukan surat eksekusi ekskavator kepada saudara Andi, karena alat berat ini sudah nunggak,” kata Abdul Muis SH Panitera dan juru sita dari PN Bintuhan, kemarin (19/1).
Dikatakannya, pihak pemohon meminta Pengadilan Negeri melakukan eksekusi terhadap ekskavator dengan merk Kobelco, type SK 200.8 jenis hidraulic ekskavator.
“Kita menyita alat berat ini hanya menjalankan surat keputusan dari PN Tanjung Karang, karena alat berat ini sedang bekerja di wilayah kita. Maka kita yang berwenang menyita ini,” terangnya.
Dalam eksekusi itu berlangsung sekitar pukul 17.000 WIB kemarin, bertempat  pembangunan usaha tambak udang Desa Pengubayan Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur.
Eksekusi ini dikawal ketat oleh aparat kepolisan. Eksekusi tersebut berlangsung lancar tanpa hambatan apapun. Karena saat eksekusi, termohon sedang berada di Lampung, dan ia hanya mewakilkan kepada karyawannya.
“Kalau dari laporan pemohon alat berat ini sudah nunggak sekitar lima bulan, dan juga pemohon sudah berapa kali melakukan peneguran masalah ini, tapi tidak ditanggapi,” ujarnya.
Sementara itu Jonson selaku petugas penanganan kredit dari PT.BRP Tri Surya Bumindo atau pemohon mengatakan, kasus tersebut berawal dari termohon mengadaikan alat berat selama beberapa tahun kepada pemohon PT .BRP Tri Surya Bumindo yang terletak dijalan Kartini Bandar Lampung. Dalam perjanjian itu termohon menggadaikan alat berat itu sekitar tiga tahun. Namun semenjak diigadaikan termohon hanya membayar angsuran selama beberapa bulan dan termohon sudah nunggak angsuran selama lima bulan saja.  Karena nunggak dan tidak ada itikad baik dari termohon, akhirnya pemohon menyelesaikan masalah ini menempuh jalur pengadilan.
“Di sini kita bukan asal sita, tapi kita sebelumnya sudah melakukan peneguran dengan memberikan surat peringatan satu sampai tiga, tapi tidak juga ditangapi. Makanya jalan satu-satunya kita menyita alat berat ini,” jelasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Terancam Bunuh, Polisikan Suami

Bengkulu
IRUL/Bengkulu Ekspress. LAPOR: Korban saat dimintai keterangan oleh penyidik Polres Kaur, Kamis (19/1).
KAUR SELATAN, Bengkulu Ekspress – Biduk rumah tangga pasangan suami istri (Pasutri) Desti Hariani (41), warga Desa Sinar Pagi Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur berlabuh di kantor polisi.  Pasalnya Ibu Rumah Tangga (IRT) ini terpaksa melaporkan sang suami MU (45) ke Mapolres Kaur, kemarin (19/1), karena sering melakukan pengancaman dan penganiyaan terhadap korban.
“Saya itu sudah sering diancam bunuh oleh suami saya ini, dan tak berani lagi pulang ke rumah,” ujar Desti yang ditemui Bengkulu Ekspress saat membuat laporan ke polisi, kemarin (19/1).
Menurut Desti, peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini terjadi pukul 10.45 WIB di rumah korban Desa Sinar Pagi. Kejadian itu berawal dari korban yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, menyuruh sang suami yang berprofesi sebagai buruh bangunan itu untuk bekerja.  Namun ternyata suruhan sang istri ini membuat pelaku emosi dan langsung mencabut parang dan mengacungkan parang tersebut kepada korban. Karena melihat sang suami emosi dan mengejar, ibu tiga anak ini langsung berlari menyelamatkan diri.  Akibat kejadian itu korban mengalami trauma. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, korban pun memilih melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Kaur.
“Saya melaporkan ini agar suami saya ini tidak lagi mengancam saya, karena ini sudah sering dan bukan kali ini saja. Padahal waktu itu saya hanya menyuruh dia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melaui Kasat Reskrim AKP Johan Andika SE SIK saat dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan dugaan pengancaman yang dialami IRT yang dilakukan oleh suaminya sendiri itu.
“Laporan korban sudah kita terima, dan saat ini laporan masalah pengancaman atau KDRT itu sedang kita pelajari. Juga pelaku akan kita panggil untuk dimintai keterangan soal laporan korban ini,” jelas Kasat. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Berantas Pungli Sekecil Apapun

IRUL/BE KUKUHKAN: Wabup Kaur saat mengukuhkan Satgas Saber Pungli Kabupaten Kaur dan dilanjutkan foto bersama, di aula lantai III Pemda Kaur, Rabu (18/1).
IRUL/BE
KUKUHKAN: Wabup Kaur saat mengukuhkan Satgas Saber Pungli Kabupaten Kaur dan dilanjutkan foto bersama, di aula lantai III Pemda Kaur, Rabu (18/1).
BINTUHAN, BE – Sebagai bentuk komitmen penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur dalam memberantas praktek dan perilaku pungutan liar di Kaur, telah dikukuhkan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). Pengukuhan oleh Wakil Bupati Kaur, Hj Yulis Suti Sutri di aula lantai III Pemda Kaur, kemarin (18/1).
“Dengan sudah terbentuk Satgas Saber Pungli di Kaur ini, maka konsekuensinya apabila ada yang tertangkap tangan langsung ditindak sesuai aturan yang berlalu,” tegas Wabup usai mengukuhkan Satgas Saber Pungli Pemkab Kaur, kemarin (18/1).
Dikatakan Wabup, pengukuhan ini merupakan wujud komitmen segenap unsur pemerintah daerah bersama jajaran kepolisian, Kodim, kejaksaan dan pengadilan dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam upaya tindakan Pungli di lingkungan instansi pemerintah. Sebab Pungli sangat rentan terjadi di lingkungan pemerintahan, sehingga dapat merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karenanya, pemerintah menyikapi dan memandang perlu upaya pemberantasan Pungli secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera bagi para pelaku Pungli.
“Satgas Saber Pungli Kabupaten Kaur ini, tentu kita semua berharap tim segera bekerja dan bergerak cepat dalam memantau serta melakukan tindakan jika ditemukan adanya indikasi praktik Pungli di semua unsur pemerintahan daerah,” terangnya.
Ditambahkan Wabup, pungutan sekecil apapun jangan dibiarkan. Juga pemberantasan Pungli ditegaskannya jangan hanya skala kecil yang menjadi prioritas. Pungli skala besar juga harus diatasi. Sehingga tidak ada lagi penyakit yang namanya Pungli. Juga diminta kepada Satgas Saber Pungli Kaur dapat memberantas Pungli secara maskimal. Selain itu juga memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan profesional.
“Jangan biarkan Pungli semakin merajalela, dan sekecil apun Pungli harus diberantas. Sudah selayaknya Saber Pungli menjalankan tugasnya setelah dikukuhkan ini,” harapnya.
Pengukuhan Satgas Saber Pungli di Kabupaten Kaur ini sesuai dengan surat keputusan Bupati Kaur nomor 188.4.45/2/ tahun 2017 tentang satuan unit satuan tugas sapu bersih pungutan liar Kabupaten Kaur. Saber Pungli ini diketuai oleh Wakapolres Kaur dan diwakili oleh Inspektorat dan Kasi Intel Kejari Kaur, dengan beranggotakan sekiatr 50 orang, yang terdiri dari gabungan anggota TNI, Polri, Kejari, Pengadilan, Kejaksaan serta perwakilan PNS lingkup Pemerintah Kaur yang dikukuhkan sebagai anggota Satgas Saber Pungli Kabupaten Kaur. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Melihat Aktivitas Mantan Bupati Kaur Dr Ir Hermen Malik MSc

Kapok jadi Bupati, Sibuk Dirikan Komunitas Baca

Mantan Bupati Kaur Dr Ir Hermen Malik MSc
M      Mantan Bupati Kaur Dr Ir Hermen Malik MSc


Sejak tak menjadi kepala daerah lagi, kesibukkanya diisi dengan mendirikan komunitas di berbagai desa di Bengkulu. Saat ini sudah 100 buku-buku anak, pelajaran, kesehatan, keterampilan, perawatan bayi, dan agama. 
 
Rewa Yoke Desthomson – Bengkulu
MANTAN Bupati Kaur Dr Ir Hermen Malik MSc satu-satunya kepala daerah di Provinsi Bengkulu yang tidak kembali mencalonkan diri di periode kedua. Beliau yang mengaku tak ingin maju mencalonkan diri lagi karena “Kapok” kini tengah menikmati kesibukannya yang jauh berbeda dari kegiatannya selama menjadi bupati.
Hermen Malik mengatakan dirinya merasa sudah cukup menjabat sebagai Bupati Kaur selama lima tahun. Bahkan Hermen merasa lima tahun sudah terlalu lama. “Saya sudah tidak mau mencalonkan diri lagi, sudah cukup 1 periode saja,” ujarnya.
Pada periode pemerintahannya selama lima tahun berpasangan dengan Wabup Yulis Suti Sutri, Hermen boleh dibilang berhasil. Banyak terobosan yang sudah dilakukannnya dan membawa kemajuan kepada kabupaten Kaur.
Karena itu, tidak sedikit para pendukungnya berharap ia maju lagi untuk periode ke dua pada 2015 lalu, namun ia menolak.
“Memang banyak yang minta saya mencalon kembali tapi kemarin saya tolak,” ujarnya.
Hermen kini disibukkan dengan berbagai kegiatan di beberapa pusat pengetahuan.
Ia tengah sibuk mengurusi dan mengelola komunitas baca “pengetahuan bangsa” dan beberapa komunitas lainnya.
“Saya tengah mengurusi komunitas membaca dan berbagai komunitas lainnya,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan ia bekerjasama dengan beberapa universitas seperti Universitas Bengkulu (Unib) dan IAIN Bengkulu mendirikan media center pengetahuan guna membahas banyak penelitian yang ditemukan untuk diterapkan ke masyarakat. “Kami sudah mendirikan media centre yang berlokasi di Unib untuk menerapkan hasil penelitian pada masyarakat,” jelasnya.
Sejauh ini mereka sudah mendirikan sebanyak 60 komunitas di berbagai desa di Bengkulu. Mereka juga sudah memberikan bantuan sebanyak 100 buku-buku anak, pelajaran, kesehatan, keterampilan, perawatan bayi, dan agama. “Rencananya dua bulan ke depan di targetkan ada lebih dari 100 komunitas dan membagikan sampai dengan 6000 buku,” jelasnya lagi.
Tujan dari pendirian komunitas-komunitas ini adalah agar menambah ilmu bagi masyarakat.
Di sisi akademis, para mahasiswa dan dosen serta anggota yang tergabung di dalamnya mampu menerapkan ilmu yang telah diterimanya bagi kemajuan masyarakat. “Tujuannya kita bersinergi memberikan tambahan ilmu bagi masyarakat dan para anggota bisa menerapkan ilmunya ke masyarakat,” tambahnya.
Komunitas-komunitas tersebut tersebar diseluruh wilayah kabupaten dan kota Bengkulu dan dibina oleh dosen dan para mahasiswa. “Komunitas ini menyebar di seluruh kota Bengkulu dan dibina oleh dosen dan mahasiswa,” ungkapnya.
Dikatakannya kini ia lebih tertarik menggeluti dunia yang berhubungan dengan berbagai komunitas dan bermanfaat bagi orang banyak. “Saya lebih nyaman begini ketimbang harus kembali berpolitik,” terangnya.
Terakhir ia mengatakan kehidupannya saat menjadi bupati Kaur dan pasca menjadi bupati tidaklah jauh berbeda.
“Tidak ada yang berubah, yang berbeda hanyalah saya bukan lagi petinggi daerah,” tutupnya.(**)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Rabu, 18 Januari 2017

Tambak Udang Tekan Pengangguran

IRUL/BE PANEN: Para pekerja harian saat membersihkan udang hasil panen di perusahan tambak udang Kecamatan Kaur Selatan, Senin (17/1).
IRUL/BE
PANEN: Para pekerja harian saat membersihkan udang hasil panen di perusahan tambak udang Kecamatan Kaur Selatan, Senin (17/1).
KAUR SELATAN, BE – Pengembangan usaha tambak di wilayah Kabupaten Kaur yang terus berkembang, sangat strategis untuk mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan. Buktinya, budidaya udang yang ada di Kabupaten Kaur kini, mampu merekrut ratusan pekerja.
“Rata-rata pekerja di tambak udang ini masyarakat Kaur inilah, dan sudah ada 200 orang yang sudah bekerja di perusahan tambak udang ini,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaur Ir Sulaiman melalui Sekretaris Drs Idrus MSi kemarin (17/1).
Dikatakannya, upah tenaga harian lepas bervariasi antara Rp 1 hingga 2 juta sehingga melampaui Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaur di sektor kelautan. Oleh karena itu, pengusaha budidaya udang di lahan tambak yang saat ini mulai berkembang di Kecamatan Maje, Kaur Selatan dan Kaur Tengah harus diingatkan terus memenuhi ketentuan ketenagakerjaan dan ternyata penerapannya sesuai dengan aturan yang ada.
“Yang paling banyak merekrut karyawan itu tambak udang ini baru PT Dua Putra, karena perusahaan ini sudah besar dibandingkan lainya,” ujarnya.
Ditambahkannya, jika lahan tambak terealisasi 2000 hektar maka bakal terserap tenaga kerja ribu orang. Bahkan, pengusaha lainya akan berminat menjadikan sentra budidaya udang di Kaur sebagai salah satu tambang udang terbesar di Indonesia.
“Target ini bila terealisasi diperkirakan menyerap tenaga kerja hingga 1 ribu orang, sehingga ini bisa menangulangi angka kemiskinan di Kaur ini,” jelasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Rumah dan Ruko Dibobol Maling

IRUL/BE BOBOL: Jajaran anggota Polres Kaur saat melakukan olah TKP pembobolan Ruko di Desa Pagar Dewa Kecamatan Tetap, Senin (17/1)
IRUL/BE
BOBOL: Jajaran anggota Polres Kaur saat melakukan olah TKP pembobolan Ruko di Desa Pagar Dewa Kecamatan Tetap, Senin (17/1)
BINTUHAN, BE – Aksi kawanan musang pembobol rumah semakin mengganas di wilayah hukum Polres Kaur. Bahkan tempo satu malam satu rumah dan Ruko berhasil dibobol pencuri. Dalam aksi itu, pelaku membobol rumah Soni Irawan (28), warga Desa Kasuk Baru dan Ruko milik Evi Yunita (30), warga Desa Pagar Dewa Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur. Akibatnya, sejumlah barang berharga seperti motor, uang dan rokok yang ada di Ruko itu raib dibawa pelaku, kemarin (17/1) malam.
“Kalau Ruko saya taunya dibobol maling tadi pagi (kemarin), saat mau buka pintu, roling dor Ruko sudah rusak,” ujar Evi saat ditemui BE di lokasi kejadian kemarin (17/1).
Data terhimpun BE, peristiwa pencurian itu diperkirakan terjadi pukul 03.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Komplotan pencuri ini mendatangi rumah dan Ruko yang ditargetkan dini hari, mereka mencongkel jendela, kemudian membobol roling dor Ruko dan terali, lalu menggondol semua harta benda di dalam rumah dan Ruko korban. Atas kejadian itu korban Soni yang sehari-hari bekerja di PT Cipta Buana Seraya (CBS) itu harus kehilangan motor Revo Fit dengan Nopol BD 6244 CD yang di parkir di dalam rumah korban, dan korban mengalami kerugian Rp 7 juta. Sedangkan korban Evi harus kehilangan puluhan bungkus rokok berupa rokok Sampoerna, Clas Mild, Surya, Gp, La Bold, Hits Mild, Djarum, Hp Nokia dan uang tunai Rp 5 juta, yang raib dibawa pencuri. Atas kejadian ini korban mengalami kerugian ditaksir Rp 30 juta.
“Semua rokok di dalam warung habis semuanya dicuri pelaku. Juga uang hasil jualan di dalam laci juga diambil pelaku,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto S IK melalui Kasat Reskrim KP Johan Andika SE SIK, membenarkan jika ada rumah dan Ruko warga di Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur disatroni pencuri. Untuk pelaku lanjut Kapolsek pihaknya sedang memburu buru. Namun dirinya tetap mengimbau agar warga lebih meningkatkan peran serta menjaga lingkungan.
“Dari hasil olah TKP kawanan pencuri ini masuk rumah dan Ruko dengan cara mencongkel pintu jendela dan dan roling dor Ruko menggunakan benda keras. Juga dari hasil TKP kita mengamankan sandal dan topi yang diduga milik pelaku. Dengan adanya kejadian ini kita mengimbau warga untuk lebih waspada,” pesan Kasat. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Honor Pengurus Masjid Naik


BINTUHAN, BE – Kabar baik untuk para pengurus masjid di Kabupaten Kaur.  Pasalnya Pemerintah Daerah (Pemda) melalui bagian Kesra memastikan akan menaikkan tunjangan di empat posisi pengurus masjid, yakni imam, khatib, bilal maupun gharim terhitung mulai tahun ini 2017.
“Untuk nominalnya tak terlalu besar, tapi Alhamdulillah naik biar sedikit,” kata Kabag Kesra Robi Antomi SPi, saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (16/1).
Dikatakan Robi, secara keseluruhan alokasi dana yang dikucurkan untuk pemberian insentif ini nominalnya dikucurkan Rp 3,4 miliar selama satu tahun. Dengan jumlah masjid sebanyak 276 masjid yang diberikan insentif. Sementara sistem pembagiannya sama dengan tahun lalu yakni di kucurkan tiga bulan sekali kepada perangkat masjid.
“Teknisnya sama saja dengan tahun lalu, kenaikannya meski tidak terlalu tinggi kita harapkan dapat bermanpaat,” terangnya.
Ditambahkannya, kedepannya diharapkan para perangkat masjid dapat kembali memakmurkan masjid menjadi lebih baik lagi. Sehingga sejumlah kegiatan yang ada di masjid berjalan dengan lancar. Khususnya untuk salat lima waktu diharapkan tak ada masjid yang kosong melompong di saat salat lima waktu. Pihaknya juga mengaku akan melakukan evaluasi terhadap pengurus masjid yang sudah ditunjuk, namun demikian diharapkan pihak desa juga ikut melakukan pengawasan.
“Pengurus masjid ini akan akita evaluasi lagi, jika memang dinilai pengurus masjid yang sudah ditunjuk tidak menjalankan  amanahnya akan kita ganti nanti,” tandasnya. (618)
Data Honor Pengurus Masjid di Kabupaten Kaur
No    Jabatan    Sebelumnya    Sekarang
1. Imam    Rp 160 Ribu    Rp 200 Ribu
2. Khatib    Rp 145 Ribu     Rp 175 Ribu
3. Bilal    Rp 140 Ribu    Rp 160 Ribu
4. Gharim    Rp 140 Ribu     Rp 150 Ribu
5. Guru Ngaji    Rp 250 Ribu    Rp 250 Ribu

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Produksi Kelapa Turun Drastis


KAUR SELATAN, Bengkulu Ekspress – Petani kelapa di wilayah Kecamatan Kaur Selatan beberapa tahun lalu dapat menghasilkan 7000 buah kelapa perbulan dalam satu bulan dan membuat Kecamatan ini sebagai penghasil kelapa terbesar di Kecamatan Kabupaten Kaur. Namun itu cerita lalu, saat ini beberapa bulan terakhir ini kelapa yang dihasilkan hanya 500 hingga 1000 butir saja perbulannya. Produksinya turun drastis. Penurunan tersebut terjadi karena serangan penyakit ulat pada pohon kelapa. Akibatnya buah kelapa yang masih kecil belum sempat tua sudah berguguran. Juga pembukaan lahan tambak udang yang butuh lahan luas juga salah satu penyebab menurunnya produksi kelapa di Kaur.
“Sekarang ini buah kelapa sulit dicari, karena kebun kelapa ini tidak seperti dulu lagi dan sudah banyak dijual warga dengan pengusaha tambak udang,” ujar Mardi (45), salah satu petani kelapa Kelurahan Bandar Kecamatan Kaur Selatan, kemarin (15/1).
Dikatakannya, dengan terus berkurang kebun kelapa saat ini berimbas pada harga buah kelapa yang mengalami kenaikan. Tidak hanya itu, jumlah buah kepala yang dihasilkan pun tidak sebanyak dulu. Untuk saat ini, harga kelapa di Kaur ditingkat petani mencapai Rp 3000-3500 per buah. Kendati harga tinggi namun para toke kelapa tetap kesulitan untuk mendapatkan buah kelapa.
“Kalau ditingkat petani harga kepala ini Rp 3 ribu per buah yang sudah dikupas. Tapi kalau sudah dijual dari luar Kabupaten harganya itu sampai Rp 5 ribu per buah,” ujarnya.
Hal sama juga disampaikan Herman (45), pengumpul kelapa di Desa Pengubaian Kecamatan Kaur Selatan. Ia mengaku banyak pelanggannya yang dulu menjual kelapa saat ini sudah tidak lagi menjual kelapa. Hal ini dikarenakan hampir sebagian lahan sudah banyak dialihfungsikan jadi tambak udang. Kini untuk mengumpulkan satu truk yang berisi 6.000 buah dulu hanya dua hari, kini bisa hampir dua minggu lebih.
“Sekarang untuk mendapatkan buah sangat sulit. Kalau dulu dalam satu minggu bisa satu truk kita kirim ke Palembang. Untuk sekarang bisa dalam satu bulan baru terkumpul, dan juga harganya sudah mahal,” tandasnya.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Warga Butuh Jembatan Gantung

IRUL/BE PANEN: Petani kelapa Kelurahan Bandar saat mengupas kelapa hasil panen, Minggu (15/1).

IRUL/Bengkulu Ekspress.
PANEN: Petani kelapa Kelurahan Bandar saat mengupas kelapa hasil panen, Minggu (15/1).
TETAP, BE – Sejumlah petani Desa Tanjung Bunga Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur ditahun ini dapat memprioritaskan pembangunan jembatan gantung Air Terusan untuk menghubungkan antara sawah Air Selilit. Sebab jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat setempat untuk mengangkut hasil pertanian serta transportasi warga.
“Sebenarnya bukan keinginan, tapi lebih mengarah ke kebutuhan. Karena sudah belasan tahun jembatan gantung ini belum pernah dibangun,”ujar Ramli (43), salah satu petani karet Desa Tanjung Bunga kepada BE, kemarin (15/1).
Dikatakannya, jembatan gantung sepanjang 30 meter ini sangat dibutuhkan warga karena sangat berperan terhadap aktivitas warga desa. Khususnya, warga yang memiliki kebun diseberang sungai Air Terusan tersebut. Sebab selama ini warga desa yang memiliki kebun, sawah diseberang sungai mengalami kesulitan untuk mengangkut hasil kebun. Karena untuk menyeberangi aliran sungai itu warga menggunakan rakit atau getek dan ini sangat berbahaya jika hujuan turun.
“Selama ini menggunakan rakit bambu inilah. Karena sarana itulah satu-satunya yang bisa digunakan, dan kalau air besar sungai ini tidak bisa diseberangi, dan kami terpaksa mutar cari jalan lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tanjung Bunga, Tarmizi menuturkan, ia mengakui kesulitan yang dihadapi warga desanya. Karena rakit terbuat dari bambu menjadi transportasi andalan warga untuk ke kebun sekaligus menjadi alat transportasi warga untuk mendistribusikan hasil bumi dari kebun untuk dipasarkan di Kota Bintuhan. Atas kondisi ini warga selalu khawatir disaat menyeberangi sungai tiba-tiba arus sungai membesar dan menerjang para petani hingga menyebabkan petani hanyut.
“Selama ini setiap petani selalu menyeberangi sungai untuk menuju sawah dan kebun mengunakan raket, padahal disini hampir 90 persen warga bermata pencarian petani,” ujarnya.
Ditambahkan Kades, para petani sudah lama mendambakan jembatan gantung yang melintasi Sungai Air Terusan menuju sawah Air Selilit di desanya itu. Tarmizi selaku Kades berharap agar Pemkab Kaur dapat membangun jembatan gantung di desanya itu. Selain untuk memberikan rasa aman bagi petani untuk pulang pergi ke areal usaha mereka.
“Untuk proposal sudah kami sampaikan ke Bupati, juga setiap Musrenbang kecamatan selalu kita sampaikan. Kami sangat berharap agar jembatan gantung itu dapat dibangun,” harapnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Kapal Tongkang Resahkan Nelayan

KAUR SELATAN, Bengkulu Ekspress – Sejumlah nelayan tempat pelelangan ikan (TPI) Desa Pasar Lama dan Kelurahan Bandar Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, beberapa pekan terakhir ini resah dan mengeluhkan kapal tongkang yang memuat batu bara. Sebab keberadaan tongkang yang kerapkali melintasi dan bersandar di perairan bagian selatan itu, mempengaruhi hasil tangkapan nelayan.
“Kapal tongkang batu bara itu melintasi sekitar pelabuhan Bandar dan Pasar Lama menimbulkan kerugian, karena semenjak ada kapal itu, ikan sepi,” ujar Ujang (56), nelayan sekitar Kelurahan Bandar kepada BE, kemarin (15/1).
Dikatakannya, kehadiran kapal tongkang itu tentu meresahkan para nelayan, selain bisa merusak alat tangkapan ikan berupa jaring, juga dapat menimbulkan kecelakaan laut. Juga tumpahan minyak dari batu bara yang mengotori perairan itu, membuat ikan menjadi jauh pergi. Untuk itu, para nelayan berharap Pemerintah Kabupaten Kaur segera turun tangan agar nelayan tidak dirugikan.
“Biasanya kalau tidak ada kapal itu ikan belidang, bawal itu banyak di sekitar TPI ini. Tapi semenjak aktivitas kapal ini, ikan sepi dan tidak ada sama sekali, mungkin karena minyak batu bara tumpah ini,” ujarnya.
Senada juga diungkapkan Amran (45), nelayan Desa Pasar Lama. Menurutnya, akibat perairan bagian selatan kerapkali dilintasi kapal tongkang batu bara, pendapatan nelayan turun sekitar 40 persen. Karena aktivitas kapal itu membuat ikan jauh.
“Semestinya, kapal tongkang tidak seenaknya melintas tanpa memperhitungkan pencarian nelayan. Juga kapal ini sangat menganggu karena bisa membuat nelayan kecelakaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kaur, Herlian Muhrim ST, yang juga mantan anggota DPRD Kaur, membenarkan saat ini para nelayan mengeluh dan resah dengan keberadaan kapal tongkang batu bara tersebut. Sebab semenjak keberadaan kapal itu tangkapan nelayan sepi.
“Saya seringkali menerima laporan dari nelayan terkait dengan keluhan akibat dilintasi kapal tongkang itu, karena kadang minya tongkang kapal batu bara itu tumpah dan ini membuat ikan jauh. Nanti masalah ini kita akan hearing ke DPRD,” pungkasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Parkir di Teras, Motor Karyawan CBS Hilang

KOTA BINTUHAN – Untuk keempat kalinya aksi kawanan pencurian sepeda motor di Kaur berhasil menggasak motor yang terparkir di depan rumah. Terbaru motor milik karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Ciptamas Bumi Selaras (CBS) yang hilang digasak maling.
Peristiwa yang menimpa Soni Irawan (28), warga Desa Kasuk Baru, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur terjadi pada Selasa (17/1) sekitar pukul 03.00 WIB. Motor Honda Revo Fit dengan Nopol BD 6244 CD  miliknya hilang saat korban hendak berangkat kerja pagi itu. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta.
Data terhimpun, saat itu korban yang setiap pagi berangkat kerja, sengaja memarkirkan sepeda motornya di depan rumah. Karena saat itu sepulang dari kebun, motor kotor sehingga hanya diparkirkan di teras depan rumahnya. Setelah motor dalam keadaan stang terkunci, korban pun tidur.
Saat hendak berangkat kerja dan keluar rumah sekitar pukul 04.30 WIB korban terkejut, karena motornya sudah hilang dan tidak ada lagi di tempat. “Motor sengaja tidak saya masukkan ke dalam rumah, karena kotor dan sudah pulang malam sehingga tidak sempat membersihkan motor. Motor tersebut motor kantor yang dipercayakan kepada saya,” kata Soni kepada RB, kemarin (17/1).
Kapolres Kaur, AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kapolsek Kaur Selatan, Iptu Firmansyah, S.Sos membenarkan telah menerima laporan tersebut. Bahkan pihaknya sudah mendatangi TKP untuk memastikan laporan yang diterima dari masyarakat. Korban juga sudah melaporkan secara resmi ke Mapolsek Kaur Selatan.
“Kita sudah datangi TKP dan motor hilang saat diparkir di depan rumahnya. Kita juga saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian ini. Kami juga menghimbau kepada warga untuk waspada dan tidak sembarangan memarkirkan motornya,” kata Firmansyah. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Aniaya Selingkuhan, Oknum Kasi SKPD Kaur Dilaporkan ke Polisi

Peristiwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, kemarin (17/1) di Danau Kembar, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur. Bahkan akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka di bagian tangan kiri, serta sakit di bagian bahu akibat terjatuh dari sepeda motor. Korban yang tidak terima bersama kerabatnya melapor langsung ke Polres Kaur.
Data terhimpun, korban dan pelaku sudah satu tahun berpacaran meski diketahui pelaku sudah bersuami. Diduga lantaran ada perempuan lain, sehingga korban memutuskan hubungan cintanya dengan pelaku. Saat itu pelaku menghubungi korban dan ingin bertemu di rumahnya. Korban menolak sehingga keduanya sepakat bertemu di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Maje.
Saat itu pelaku ingin langsung mengajak korban pergi dengan menggunakan mobil milik pelaku ke arah perbatasan Kaur – Lampung. Kemudian korban menolak dengan alasan kalau hubungan mereka sudah putus dan korban pun meminta pelaku untuk tidak lagi mengganggunya.
“Saat saya bilang tidak mau lagi dengannya, dia lalu memukul saya memilin tangan saya hingga jatuh dari motor. Tidak hanya itu dia (pelaku, red) juga menarik baju saya, beruntung ada orang lewat. Orang itu juga ditantangnya,” kata korban saat memberikan keterangan kepada pihak Polres Kaur, kemarin (17/1) sore.
Tidak hanya itu saja, korban juga mengaku mengalami perampasan. Karena ponsel nokia milik korban saat ribut-ribut juga dirampas oleh pelaku. Selain itu pelaku juga mengambil kalung emas seberat 7 gram yang saat itu dipakai oleh korban. Pelaku juga merusak motor Yamaha Mio yang dikendarai korban saat itu.
“Dia (pelaku, red) tidak terima saya putuskan. Memang kami sudah berhubungan selama satu tahun. Karena saya putuskan dia marah dan ingin saya kembali padanya. Dia juga akan menuruti semua permintaan saya. Namun saya tetap tidak mau. Karena dia sudah beristri dan juga sudah mempunyai anak,” ujar korban.
Sementara itu Sumantri, saksi yang melihat kejadian penganiayaan di TKP langsung memberikan pertolongan. “Saya melihat korban dianiaya. Saya datang dan langsung menolong saat itu. Setelah pelaku lari saya antar korban ke rumah saudaranya di Suku Tiga,” cerita Sumantri.
Kapolres Kaur, AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kasat Reskrim, AKP Djohan Andika, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan korban. Tidak hanya itu para saksi mata yang melihat kejadian penganiayaan tersebut, saat ini juga telah dimintai keterangan terkait laporan korban.
“Laporan sudah kita terima dan masih kita kembangkan. Apalagi laporan korban juga dikuatkan oleh keterangan saksi yang melihat kejadian di TKP,” terang Djohan. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

32 Pelamar Honorer Dinkes Tersingkir

KOTA BINTUHAN – Kendati hanya bergaji Rp 700 ribu, namun warga Kaur yang ingin menjadi tenaga honorer dan juga Tenaga Kerja Sukarela (TKS) kian meningkat. Buktinya saat ini banyak pemuda Kaur baik yang lulusan SMA hingga S1 mengajukan lamaran ke dinas-dinas yang ada di Kaur untuk menjadi tenaga honorer dan TKS.
Sementara untuk tahun 2017, Pemkab Kaur hanya menerima tenaga honorer sebanyak 800 orang yang disebar di dinas-dinas, kecamatan, rumah sakit hingga ke Puskesmas. Salah satu lamaran tenaga honorer terbanyak di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaur. Dinkes yang hanya mendapatkan kuota untuk honorer hanya 28 orang terpaksa harus menggelar seleksi tertulis.
Dipastikan 32 orang pelamar tersingkir. Pasalnya jumlah pendaftar yang telah menyampaikan lamaran ke Dinkes mencapai 60 orang. Sementara yang telah datang mengikuti tes tertulis, kemarin (17/1) sebanyak 56 orang.
Tes tertulis ini dilakukan Dinkes agar benar-benar mendapatkan tenaga honor yang berkualitas dan bisa bekerja. Dengan dilaksanakannya tes tertulis, pihak Dinkes berharap mereka yang tidak lulus bisa memaklumi nantinya.
“Hari ini (kemarin, red) kita memang melaksanakan tes tertulis bagi 56 pelamar yang ingin menjadi tenaga honor. Karena semuanya tidak akan bisa kita tampung dengan menggunakan dana  APBD, apa lagi kuota kita hanya 28 orang. Mereka yang terbaik nantinya yang akan kita terima,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kaur, Drs. M. Thabri.
Tidak hanya itu, Dinkes  Kaur juga berencana akan mengangkat TKS dari peserta yang ikut tes nantinya. Kendati demikian, Thabri belum bisa memastikan berapa orang yang nantinya akan diangkat. Karena harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap bidang yang ada di Dinas Kesehatan Kaur.
“Untuk TKS ada namun belum kita pastikan jumlahnya, kami juga belum bisa pastikan berapa gajinya. Itu akan kita tawarkan bagi yang mau saja yang tidak mau juga tidak apa-apa. Karena kalau semuanya mau masuk honor tidak bisa,” pungkas Thabri. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Sedang Beraksi, Pelaku Pencurian Diteriaki

KOTA BINTUHAN – Aksi kawanan spesialis pencuri toko atau warung di Kabupaten Kaur nyaris tertangkap warga. Pasalnya saat sedang beraksi membongkar Toko Serli milik Elvi Yunita Sari (30), warga Desa Pagar Dewa, Kecamatan Tetap, komplotan dipergoki tetangga korban dan langsung meneriaki maling. Kejadian yang menghebohkan warga terjadi pada Selasa (17/1) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kedua pelaku yang mengetahui kalau aksinya diketahui orang lain saat itu dengan membawa karung berisi hasil curian kabur ke dalam hutan. Bahkan warga bersama anggota Polres Kaur malam itu langsung melakukan pengejaran. Hingga sore kemarin (17/1), kedua pelaku belum juga ditemukan. Sementara korban sudah melaporkan kasus ini ke Mapolres Kaur untuk ditindaklanjuti.
“Saat itu kami sekeluarga, saya, suami, orang tua saya dan anak-anak tidur dalam toko dan tidak tahu ada yang maling. Kami baru tahu setelah tetangga depan rumah teriak ada maling-maling, saat itu kami bangun dan rolling door sudah terbuka,” kata Elvi kepada RB, di Mapolres Kaur kemarin.
Data terhimpun pelaku mulai menjalankan aksinya saat keadaan desa sudah sepi dan lalu lintas kendaraan pun sudah tidak ada lagi antara pukul 01.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Pelaku masuk melalui pintu depan toko dengan cara mencongkel rolling door sehingga terbuka. Saat itu kedua pelaku masuk ke dalam toko manisan milik korban.
Pelaku mengambil berbagai macam rokok yang ada dalam warung tersebut. Pelaku juga menggasak ponsel Nokia milik korban serta uang tunai Rp 5 juta yang berada di dalam laci toko tersebut. Dalam laporannya korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 30 juta
“Saat itu memang rolling door tertutup rapat, namun gembok di belakang rolling hanya digantungkan saja dan tidak dikunci rapat. Kami berharap agar pihak Polres Kaur dapat segera mengungkap palaku pencurian ini,” pungkas Elvi.
Sementara itu dari keterangan pihak Polres Kaur yang mendatangi TKP kemarin, tidak ada kerusakan yang berat di rolling door toko tersebut. Kuat dugaan kalau pelaku juga sudah ahli dalam membuka rolling door, sehingga dengan mudah dapat masuk ke dalam toko.
“Untuk sementara pelaku masih dalam penyelidikan dan anggota kita masih terus melakukan pengejaran terhadap dua pelaku maling tersebut,” ungkap Kapolres Kaur, AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kasat Reskrim, AKP Djohan Andika, S.IK.
Selama bulan ini sudah dua kali aksi pembongkaran toko di Kabupaten Kaur terjadi. Pertama di Kaur Tengah dan yang terbaru di Kecamatan Tetap. Dari dua TKP pelaku hanya mengambil rokok dan sejumlah uang. Sampai saat ini polisi belum berhasil mengungkap pelaku spesialis pencurian toko tersebut. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Senin, 16 Januari 2017

Harga Naik, Karet Terlanjur Banyak Ditebang

KOTA BINTUHAN – Harga karet yang belakangan terus naik membuat para petani karet di Kaur kembali bergairah. Apalagi saat ini harga karet di Kaur sudah mencapai Rp 8 ribu per kilogram untuk karet basah. Sementara untuk harga getah karet yang sudah kering bisa mencapai Rp 9 hingga Rp 10 ribu per kilogramnya.
Naiknya harga karet saat ini juga membuat para petani karet menyesal. Pasalnya sebagian besar petani karet yang kecewa dengan harga karet yang tidak naik-naik sudah menebang tanaman karetnya. Bahkan lahan karet yang sudah ditebang saat ini sudah banyak berganti sawit atau pun kebun pisang.
Salah satu warga Luas, Medi mengaku, telah mengganti lahan karetnya menjadi sawit dan kebun pisang. Karena sudah beberapa tahun ini harga karet tidak mengalami kenaikan sama sekali. Akibatnya banyak lahan karet di Kaur yang tidak terawat lagi. Dengan naiknya harga karet saat ini, banyak kebun karet yang ada kembali dibersihkan oleh warga.
“Jumlahnya ratusan hektare di Kaur ini tanaman karet sudah beralih fungsi menjadi kebun sawit dan kebun lainnya. Karena baru saat ini harga karet naik setelah sekian lamanya. Akibatnya saat ini pasokan getah karet pun tidak sebanyak beberapa tahun sebelumnya,” kata Medi, kemarin (13/1).
Petani yang mengganti tanaman karet menjadi sawit kini hanya bisa gigit jari. Pasalnya sawit yang ditanam juga belum menghasilkan. Akibatnya makin banyak saja para petani di Kaur yang sengsara akibat tidak stabilnya harga karet selama ini.
“Untuk saat ini kita ambil ke masyarakat itu Rp 8 ribu untuk karet basah. Kita akui saat ini produksi getah jauh menurun, karena banyak kebun karet yang sudah berubah fungsi. Ini disebabkan oleh tidak tidak stabilnya harga karet selama ini bahkan terus cenderung turun. Akibatnya banyak dari petani ini spekulasi  ke sawit,” ungkap Lisman, salah satu toke karet. (cik)
 Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Warga Transmigrasi Minggat

KOTA BINTUHAN – Diduga lantaran tidak tahan selama ini tinggal di Transmigrasi Kedataran, Kecamatan Maje, banyak warga yang sudah minggat dan tidak pulang kembali. Tidak hanya itu saja beberapa keluarga lainnya, lebih memilih tinggal di luar lokasi transmigrasi.
Hal ini dikarenakan akses jalan menuju ke lokasi transmigrasi yang sampai saat ini belum ada peningkatan. Tidak hanya itu saja sebagian besar hasil pertanian di lokasi transmigrasi juga belum begitu menghasilkan. Sehingga banyak warga yang ada saat ini tidak betah tinggal berlama-lama.
Di konfirmasi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kaur, Ir. Sulaiman mengatakan, pihaknya baru menerima laporan kalau ada beberapa warga Transmigrasi Kedataran yang minggat. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak dari 196 KK yang ada diperkirakan ada sekitar 10 KK yang saat ini telah meninggalkan lokasi. Warga yang minggat adalah warga yang didatangkan dari pulau Jawa.
“Kalau yang minggat itu laporan yang masuk ada 10 KK dan hal ini akan kita cek kembali ke lapangan. Kita juga akan memastikan benar-benar minggat atau tidak. Pasalnya ada yang pergi beberapa minggu saja, karena membesuk keluarganya, setelah itu kembali lagi,” kata Sulaiman, kemarin (13/1).
Lebih lanjut Sulaiman mengatakan, jika rumah atau lokasi transmigrasi yang nantinya benar-benar ditinggal pemiliknya akan diambil alih oleh pemerintah. Karena lokasi lahan dan rumah jelas tidak boleh diperjualbelikan. Bahkan pihaknya juga akan memberikan laporan minggatnya warga transmigrasi ke daerah asalnya. Karena tidak menutup kemungkinan daerah asal warga transmigrasi yang minggat nantinya akan mengganti dengan orang lain.
“Namun saya pastikan jumlah yang minggat itu tidak akan banyak, apalagi saat ini sudah banyak perubahan di lokasi transmigrasi,” terang Sulaiman.
Tidak hanya di Transmigrasi Kedataran, pihaknya dalam waktu dekat ini akan memantau lokasi transmigrasi lainnya di Kaur. Karena lokasi transmigrasi yang ditinggalkan akan kembali diberdayakan oleh pemerintah. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Pedagang Pasar Baru Nasal Keluhkan Harga Sewa Lapak



KOTA BINTUHAN – Sejak dua tahun terakhir, Pemkab Kaur melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaur terus meningkatkan pasilitas pasar di Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur. Salah satunya adalah pembangunan kios pasar yang berada di Pasar Baru Desa Pasar Baru Kecamatan Nasal. Bahkan saat ini sudah berdiri bangunan pasar dengan jumlah kios kurang lebih sekitar 150 unit.
Dengan banyaknya bangunan kios baru, para pedagang yang biasa berdagang di pasar tersebut  yang buka setiap hari Sabtu tersebut bukannya gembira. Namun para pedagang saat ini mulai mengeluhkan harga sewa lapak atau kios karena di nilai cukup tinggi untuk pasar mingguan. Kepada RB, para pedagang mengatakan, kalau satu kios atau lapak tempat berdagang saat saat ini disewakan oleh pengelola pasar. Dengan harga sewa mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.
Bahkan sebagian pedagang mengaku keberatan, namun karena takut tidak mendapatkan lokasi untuk berdagang sehingga mereka tetap menyewa lapak dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Pada hal pasar tersebut hanya ramai pada hari Sabtu saja. Dengan membayar sewa Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta maka setiap kali pasar para pedagang harus mengeluarkan uang sebesar Rp 10 ribu lebih jika sewa lapak Rp 500 ribu. Belum lagi ditambah retribusi Rp 2 ribu.
“Sewa lapak atau kiosnya saat ini kami nilai sangat mahal Rp 1 juta hingga Rp 500 ribu untuk satu tahunnya. Apa lagi saat ini pasar selalu sepi dan kami berharap agar harga sewa lapak atau kiosnya bisa diturunkan lagi pak,” kata salah satu pedagang Jamal.
Sama dengan Jamal beberapa pedagang lainnya juga mengeluhkan sewa lapak atau kios yang cukup tinggi saat ini. Bahkan para pedagang pun saat ini banyak yang tidak mau menempati kios yang sudah dibangun. Dengan alasan jumlah pedagang yang cukup banyak saat ini sulit untuk mendapatkan keuntungan. Apa lagi saat ini jumlah pembeli dan pengunjung pasar pun terus menurun.
Sementara itu pengelola Pasar Baru Kecamatan Nasal, Sutardi yang dijumpai RB saat dikonfirmasi membantah kalau harga lapak atau kios pasar saat ini mahal. Apa lagi sewa lapak atau kios yang berpariasi mulai dari Rp 400 ribu, Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta untuk satu tahun dan bukan satu bulan. Pihaknya juga mengaku kalau setiap tahunnya harus menyetorkan PAD pasar ke Disperindagkop dan UKM.
“Inikan pasar baru selesai dibangun jadi sedang kita lakukan penataan, jadi kami juga belum dapat memastikan berapa banyak jumlah lapak atau kios yang akan kita sewakan. Untuk harga saya kira tidak terlalu mahal, karena dibayar per tahun,” kata Sutardi kemarin.
Sementara itu Sutardi juga belum dapat memastikan berapa PAD yang harus dibayar ke Pemkab Kaur, karena sampai saat ini pihaknya juga belum mendapatkan petunjuk dari dinas terkait. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India