Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Jumat, 24 Februari 2017

Sopir Kabur, Bayi 8 Bulan Luka Kepala


KOTA BINTUHAN – Lakalantas terjadi di Desa Suka Menanti, Kecamatan Maje sekitar pukul 07.30 WIB kemarin (23/2). Tidak ada korban jiwa, namun seorang bayi umur 8 bulan harus dilarikan ke RSUD Kaur karena mengalami luka di kepala.
Laka terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Supra Fit tanpa nopol dengan mobil Carry warna hitam nopol BD 9173 RZ. Saat itu motor dikendarai Azwa (29), warga Desa Suka Menanti yang membawa dua keponakannya. Motor melaju dari arah Suka Menanti ke arah Nasal. Setibanya di SMPN 33 ada mobil Carry yang sedang berhenti.
Saat motor korban mendekat, tiba-tiba mobil melaju sehingga motor korban menabrak bagian samping mobil hingga terjatuh. Akibat kejadian tersebut keponakan korban Keke (8 bulan) mengalami luka di bagian kepala. Bayi ini dilarikan ke Puskesmas Nasal setempat kemudian dirujuk ke RSUD Kaur.
Sementara itu sopir mobil yang diketahui identitasnya berinisial Sa (49) warga Suka Menanti kabur usai kejadian itu. “Untuk sementara korban masih dirawat. Barang bukti telah kita amankan dan sudah kita limpahkan ke Mapolres Kaur,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kapolsek Maje Ipda Maulana, kemarin.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Pantau Pelayanan, Bupati Datangi 3 Kantor Camat

KOTA BINTUHAN – Tidak hanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di yang kinerjanya dipantau langsung Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos. Namun, pelayanan di kantor-kantor kecamatan juga menjadi perhatiannya. Pelayanan di kantor kecamatan harus lebih baik karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Untuk memastikan hal itu, Gusril mengunjungi Kantor Camat Kaur Tengah, Kantor Camat Maje dan Kantor Camat Nasal, kemarin. Bupati ingin memastikan langsung kinerja ketiga camat dan jajarannya terkait dengan pelayanan masyarakat. Baik itu pembuatan e-KTP dan disiplin PNS.
“Kendati jauh dari lingkungan perkantoran, namun yang namanya pegawai tetap harus disiplin. Hari ini kita tinjau langsung beberapa kecamatan di Kaur. Semua berjalan dengan baik, PNS hadir tepat waktu,” kata Gusril.
Dalam kesempatan itu, bupati menyempatkan hadir pada kegiatan temu forum wawasan kebangsaan yang dilaksanakan di Kecamatan Maje. Di hadapan para kepala desa, BPD dan peserta forum, bupati mengajak semua lapisan masyarakat menciptakan rasa aman dan kondusif.
Apalagi di wilayah Kecamatan Maje, terdapat beragam suku dan agama yang tinggal bertetangga dalam satu lingkungan. Untuk itu, dia berharap masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang dapat menimbulkan gejolak.
“Rasa saling menghormati, menghargai antar sesama suku, agama sangat penting untuk menciptakan rasa persatuan bangsa. Saya mengimbau kita semua di Kaur khususnya di Maje untuk mengedepankan rasa kebersamaan. Sehingga tercipta lingkungan yang aman dan kondusif,” pesannya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Kaur Kompol Afrizal, S.Sos, Pabung Mayor Inf Onsununi, Asisten I Pemkab Kaur Bahrun Budiman, SH dan Kepala Kesbangpol Eka Joni, MM.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Tunggakan PAM Capai Rp 309 Juta

kaur
IRUL/Bengkulu Ekspress. BAGIKAN: Petugas saat mempersiapkan rekening PAM dan siap dibagikan kepada pelanggan, Kamis (23/2).
BINTUHAN, BE – Wajar saja jika kualitas dan suplai air Perusahaan Air Minum (PAM) ke pelanggan tidak maksimal. Sebab kesadaran pelanggan membayar tagihan air kepada PAM Kaur masih rendah. Hingga akhir bulan Februari 2017 ini tunggakan pelanggan sendiri mencapai Rp 309 juta. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tuntutan pelanggan yang meminta air berkualitas dan penyalurannya tanpa macet.
“Sampai sekarang ini jumlah pelanggan yang menunggak mencapai 500 pelanggan dengan besar tunggakan Rp 309 juta,” kata Kepala Unit Pengelola Teknis Dinas (UPTD) PAM Kaur, Siswadi SPd melalui Kasubag Tata Usaha (TU), Zairin SE saat ditemui BE di ruang kerjanya, kemarin (23/2).
Dikatakannya, sampai saat ini pelanggan PAM di Kaur ini mencapai 1.721 dengan rincian Kecamatan Luas 844, Bintuhan 606 dan Tanjung Agung Tetap 271. Ia menilai kesadaran pelanggan masih sangat minim untuk melakukan pembayaran tepat waktu. Menurutnya, kemungkinan hal tersebut dikarenakan sikap dari pelanggan sendiri yang cenderung suka mengulur-ngulur waktu pembayaran. Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya akan berupaya melakukan langkah-langkah strategis agar dapat menarik minat pelanggan agar dapat membayar tepat waktu. Namun jika tak kunjung melunasi tunggakan, petugas PAM akan melakukan pencabutan paksa meteran, terhadap pelanggan yang tak juga melakukan pembayaran.
“Kalau semua pelanggan bayar, kita dari air PAM ini bisa mengumpulkan PAD sekitar Rp 500 juta, tapi kalau sekarang ini setahun kita hanya mampu sekitar Rp 100 juta,” terangya.
Lanjutnya, saat ini berbagai upaya sudah dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi terjadinya penunggakan. Diantaranya melakukan pemutusan jaringan kepada pelanggan yang sudah menunggak tiga bulan berturut sebagai efek jera.  Termasuk melakukan pendekatan yang intinya mengajak masyarakat tertib administrasi pembayaran PAM. Juga pihaknya saat ini akan membagikan rekening PAM kepada pelanggan.
“Masalah pembayaran, kami pastikan tidak ada lagi alasan bagi pelanggan enggan membayar karena lokasi pembayaran jauh. Kita berharap dengan dibagikannya rekening PAM ini pelanggan bayar tepat waktu,” harapnya.
Ditambahkannya, saat ini sudah banyak pelanggan yang menggunakan air bersih sudah menikmatinya. Juga semuanya sudah dipasang meteran dengan harga sesuai dengan kubikasi SK bupati yang sudah ditetapkan dari jauh hari.  Saat ini air bersih sudah bisa dinikmati juga oleh warga yang tersebar di kecamatan Kabupaten Kaur.
“Kami terus mengimbau dan tetap berharap agar pelanggan menyadari kewajibannya untuk membayar PAM tepat waktu. Juga kita terus mengoptimalisasi sumber PAM baru, dan kalau macet ini karena banyak pipa bocor,” jelasnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Kamis, 23 Februari 2017

Status PNS Kadis PU BS Terancam Dicopot


KOTA BINTUHAN – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkulu Selatan, Suhadi, ST yang masih menjabat sebagai Sekretaris Dinas (Sekdis) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kaur, tampaknya tidak hanya akan kehilangan jabatannya sebagai Kepala Dinas PU BS. Namun juga terancam dicopot dari status PNS jika dalam waktu dekat ini tidak kembali ke Kaur.
Hal ini ditegaskan oleh Kabid Mutasi, Daruslan, SH kepada RB kemarin (21/2). Menurut Daruslan, Pemkab Kaur dalam hal ini Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos sejak awal telah tegas menyatakan kepindahan Suhadi menjabat Kadis PU BS tidak sesuai aturan yang berlaku.
Karena saat masih menjabat Sekdis Dukcapil Kaur, Suhadi dilantik bupati BS menjadi Kadis PU. Padahal saat itu Suhadi masih berstatus PNS Kaur. Tidak hanya itu untuk menjadikan Suhadi Kadis PU, Pemkab BS dalam aturan harus mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri.
“Jika dalam waktu dekat Suhadi tidak kembali ke Kaur, maka sesuai aturan PP Nomor 53 dia akan dikenakan sanksi turun pangkat karena suratnya sudah kita sampaikan ke KASN. Jika tidak juga diindahkan maka Suhadi bisa saja kehilangan statusnya sebagai PNS. Karena sejak Desember 2016 hingga Februari ini tidak menjalankan tugas sebagai Sekdis Dukcapil Kaur,” kata Daruslan.
Menurut Daruslan, jalan satu-satunya Suhadi harus kembali ke Kabupaten Kaur dan menempati posisinya semula. Karena tidak mungkin satu orang PNS bisa menjabat dua jabatan yang berbeda di dua kabupaten. Terkait dengan hal ini Pemkab BS diminta untuk memahami kembali aturan yang berlaku, sebelum melantik seseorang menjadi pejabat.
“Kalau memang bisa, tanpa adanya surat pindah seorang dilantik di daerah lain seperti yang terjadi saat ini, maka sudah banyak kabupaten lain termasuk Kaur juga melakukan hal yang sama seperti BS. Hal ini juga sudah sampai ke BKN dan KASN, semuanya tidak menyalahkan kita,” tegasnya.
Seperti diketahui, diangkatnya Suhadi menjadi pejabat BS karena mendapat izin mengikuti seleksi lelang jabatan di BS. Sayangnya, Pemkab BS langsung melantik Suhadi yang masih berstatus pejabat Dukcapil. Khusus untuk pejabat Dukcapil, baru bisa diangkat lagi setelah mendapat surat resmi dari Kemendagri. Mengingat mereka juga mendapat SK dari Kemendagri.
Tidak hanya di situ Pemkab BS juga melantik Suhadi yang masih menjabat pejabat dan PNS Kaur. Seharusnya sebelum dilantik, Pemkab BS meminta agar Suhadi pindah ke BS menjadi staf beberapa saat. Setelah itu baru dilantik sebagai Kadis PU karena telah mengikuti lelang jabatan di BS.
“Soal mediasi oleh gubernur silakan, kita tetap pada putusan awal Suhadi harus kembali ke Kaur,” pungkas Daruslan. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com

Pasca Tawuran, Pemuda Tj Agung Lapor Polisi

KOTA BINTUHAN – Tawuran antara pemuda Desa Merpas, Kecamatan Maje dan pemuda Desa Tanjung Agung, Tanjung Baru Kecamatan Maje berujung ke polisi.
Andi Saputra (19) warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Maje melapor ke Mapolsek Nasal.
Korban datang untuk melaporkan dugaan pengeroyokan yang dilakukan Eg dan rekan-rekannya pada Sabtu (18/2) malam di Pantai Laguna, Desa Merpas. Dalam keterangannya dengan pihak kepolisian, korban mengatakan malam itu dirinya dikeroyok pemuda Merpas saat nonton musik di Laguna. Pada saat korban sedang nongkrong bersama rekan-rekannya, datang terlapor yang meminta minuman keras jenis mansion. Saat itu korban tidak memberi dan mengaku kalau korban tidak punya minuman lagi.
Terlapor tiba-tiba mencekik leher korban, tidak hanya itu terlapor juga mengajak korban duel. Saat itu korban minta tolong kepada rekan-rekannya yang ada di sekitarnya, namun semuanya diam. Sementara teman-teman terlapor sudah banyak datang dan memegangi tangan korban. Saat itu terlapor dan rekan-rekannya memukuli korban secara beramai-ramai.
“Laporan korban sudah kita terima, bahkan sudah kita visum. Laporan korban ini merupakan awal dari terjadinya tawuran yang berada di Linau pada Minggu (19/2). Laporan ini akan tetap kita tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kapolsek Nasal Iptu Yana Rohyana.
Akibat kejadian malam itu, pemuda Tanjung Agung dan Tanjung Baru tidak terima dan ingin balas dendam. Sehingga terjadinya tawuran pada Minggu sore yang mengakibatkan dua korban mengalami luka. Bahkan saat ini sudah ada 40 orang pemuda Maje dan Nasal yang sudah diamankan akibat terlibat tawuran.
Sebanyak 40 pemuda tersebut akan menjalani pesantren kilat selama tiga hari di berbagai masjid di Kaur. “Untuk tahap pertama 21 orang pemuda yang tidak sekolah sudah kita masukkan pesantren selama tiga hari. Sisanya 19 orang nanti saat Sabtu dan Minggu, karena mereka masih sekolah. Kita harapkan dengan cara ini bisa membuat mereka tidak lagi suka tawuran,” kata Kasat Sabhara Polres Kaur Iptu M Yusman.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

SMAN 10 Pentagon Juara 1 LCT Kimia

KOTA BINTUHAN –  SMAN 10 Pentagon kembali mencetak prestasi. Kali ini meraih juara 1 Lomba Cerdas Tangkas (LCT) Kimia yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Bengkulu (Unib), kemarin (22/2).
LCT dalam rangka pekan llmiah kimia ke-17 Unib yang dilaksanakan 20-22 Februari 2017, sejak awal SMAN 10 Pentagon sudah diprediksi bisa juara. Tim dari SMAN 10 Pentagon terdiri dari Rizky Arif Fajar Husandy R, Pratiwi Kiki Ramadhanti dan Garda Yodi selalu memimpin dalam perolehan skor.
Didampingi  guru kimia Welly Julita, M.TPd, dari babak penyisihan dengan sistem collect point dengan cara tes lisan, tes tulis dan menyusun puzzle, SMAN 10 Pentagon sudah menunjukkan kualitasnya. Pada babak penyisihan dengan sistem cerdas cermat, SMA kebanggaan Kaur ini mengalahkan tim tangguh dari sekolah lain di Provinsi Bengkulu.
“SMAN 10 Pentagon masuk final bersama SMAN 2 Kota Bengkulu, dan 2 tim dari SMAN 5 Kota Bengkulu. Masuk final saja kita sudah bangga, apalagi sekolah baru, tapi Alhamdulillah kita berhasil juara 1,” kata Welly Julita.
Pada tahap final LCT setiap tim melakukan praktikum dan cerdas cermat. SMAN 10 Pentagon berhasil mendapatkan point 1.594 jauh meninggalkan SMAN 5 Kota Bengkulu yang mendapatkan juara 2 dan 3. Sementara SMAN 2 Kota Bengkulu hanya mendapatkan juara harapan 1.
Kepala SMAN 10 Pentagon, Yeye Hendri, M.Pd mengatakan dengan kondisi saat ini semangat siswa SMAN 10 Pentagon dalam mengejar prestasi cukup baik. “Kami sangat bangga dengan torehan prestasi yang dilakukan oleh siswa kami. Harapannya budaya prestasi ini terus ditingkatkan di berbagai bidang” harapnya.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Masuk Jurang, Nyaris Tewas

KOTA BINTUHAN – Laka tunggal yang terjadi di jalan lintas tepatnya di Kecamatan Maje kemarin (22/2), nyaris saja menelan korban jiwa. Korban laka tunggal kali ini adalah pengendara sepeda motor bernama Salbani (38), warga Desa Padang Genteng, Kecamatan Kaur Selatan.
Korban yang juga tercatat sebagai perangkat desa ini sempat tidak sadarkan diri saat ditemukan warga. Korban jatuh ke dalam jurang sedalam 30 meter sekitar pukul 12.00 WIB tepatnya di tikungan tajam Desa Tanjung Besar, Kecamatan Kaur Selatan. Beruntung saat ini korban dan motornya nyangkut di batang pohon, sehingga korban tidak jatuh hingga ke dasar jurang yang sering menjadi laka tunggal tersebut.
“Korban sudah dilarikan ke Puskesmas Maje dan saat ditemukan masih belum sadarkan diri,” kata mantan Kades Linau, Sirajuddin Abas.
Data terhimpun, sebelum kecelakaan korban melaju dari arah Kota Bintuhan menuju Maje dengan menggunakan sepeda motor Honda Spacy dengan nopol 3901 WD. Saat melaju di tikungan latihan, kendaraan tidak dapat dikendalikan hingga terus melaju ke arah jurang. Tidak hanya itu saja motor korban juga menabrak pembatas tebing hingga jatuh ke dalam jurang.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung membantu dan mengangkat korban yang tersangkut di dalam jurang. Korban yang tidak sadar dilarikan ke Puskesmas Maje, saat itu korban mulai sadar namun terus muntah.
Karena kurangnya tenaga dan alat medis, siang itu juga korban dilarikan ke RSUD Kaur. Sementara sepeda motor sudah ditarik oleh warga dan anggota Sat lantas Polres Kaur dan Polsek Maje.
Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kapolsek Kaur Selatan Iptu Firmansyah, S.Sos saat dikonfirmasi belum dapat memastikan apa yang menjadi penyebab korban hingga masuk jurang. Namun Kapolsek mengingatkan agar pengendara selalu waspada melintas di kawasan Tebing Latihan itu karena sudah banyak memakan korban.
“Untuk korban masih dalam perawatan. Saksi mata yang melihat tidak ada. Motornya sudah kita amankan dalam keadaan rusak parah di bagian depan akibat jatuh ke jurang,” jelas kapolsek.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Ayo Lestarikan Penyu!

Wanki Destriandi
Wanki Destriandi
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Dinas Perikanan Kabupaten Kaur mengajak masyarakat Kabupaten Kaur khususnya, untuk turut menjaga dan melestarikan penyu di daerah itu agar tidak punah.  Sebab saat ini habitat penyu di Kaur terus berkurang.
“Sekarang ini habitat penyu di kawasan pesisir Kabupaten Kaur seperti di Kecamatan Nasal dan Maje mulai kurang, dan ini perlu kita jaga bersama,”  kata Kepala Dinas Perikanan Kaur, Edwar Heppy SSos melalui Sekretaris Wanki Destriandi SE MM, kemarin (22/2).
Dikatakan Wanki, ia selalu mengajak masyarakat Kaur untuk ikut melestarikan keberadaan Penyu yang berada di perairan Kaur.  Sebab keberadaan penyu yang ada sekarang populasinya semakin berkurang dan bahkan sebagian sudah punah seperti penyu belimbing.
“Keindahan pantai dan keberadaan Penyu yang berkembang biak di sepanjang pantai Kaur. Masyarakat harus berperan aktif untuk ikut melindungi keberadaan hewan ini dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” ajaknya.
Ditambahkannya, pihaknya juga sudah beberapa kali melepas penyu di Pantai Muara Sekube Kecamatan Nasal. Penyu yang dilepas, merupakan hasil penangkaran yang dilakukan Dinas Perikanan bersama Kelompok Pelestari Penyu Pantai Sekube (KPPPS) di Desa Ulak Pandan untuk pelestarian penyu di Kaur. Namun jumlah penyu yang datang bertelur ke Kaur jumlahnya setiap tahun semakin menurun. Hal ini lantaran banyak perburuan dan pengambilan terlurnya.
“Kalau ada masyarakat yang menemukan telur penyu di pantai Kaur dapat melapor ke kita atau ke KPPPS. Kita akan beri insentif, agar telur yang ada tak dijual dan kalau diambil, penyu lama-lama habis,” jelasnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

PT RPS dan Warga Nyaris Bentrok

Kaur
NYARIS: Kapolsek Tanjung Kemuning bersama perangkat desa dan warga setempat saat menyelesaikan permasalahan PT RPS dengan warga, Selasa (21/2). (Foto IRUL/BE)
TANJUNG KEMUNING,BE– Sejumlah warga Desa Padang Kedondong Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur bersitegang dan nyaris bentrok dengan pihak PT Rico Putra Selatan (RPS) yang berada di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Tanjung Kemuning, Selasa (21/2).
Mereka mempersoalkan terkait batas area lahan penambangan yang dilakukan PT RPS. “Warga ini protes karena diduga PT RPS ini melanggar wilayah yang telah ditetapkan, tapi masalah ini sudah kita selesaikan,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kapolsek Tanjung Kemuning Iptu Pidraini Gumay, kemarin (21/2).
Data terhimpun BE, bersitegang warga desa Padang Kedondong dengan pekerja PT RPS yang bergerak dibidang galian C itu terjadi sekitar pukul 10.45 WIB. Awal mula keributan ini bermula dari PT RPS yang membuat tanggul pengerukan di area pantai Teluk Beringin Desa Tanjung Bulan. Namun tanggul yang dibuat PT RPS itu ternyata jauh diluar area lahan tambang.
Karena diduga menyalahi aturan warga datang dan menanyakan hal tersebut, akan tetap warga dengan pihak PT nyaris bentrok. Melihat kejadian ini anggota Polsek Tanjung Kemuning langsung turun dan menyelesaikan permasalahan ini dengan cara musyawarah.
“Mereka sudah sepat untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan secara kekeluargaan, dan kita berharap kepada masyarakat tetap tenang,” ujarnya.
Ditambahkan Kapolsek, dalam musyarawar itu. Pihak PT RPS yang membangun tanggul sudah dibongkar dan akan dibangun diarea sebelumnya. Juga nanti akan dilaksanakan pemetaan kembali area lokasi galian C PT RPS oleh dinas terkait.
“Untuk mencegah hal-hak yang tidak dinginkan terulang kembali, nanti kita minta kepada dinas pertambangan untuk kembali mengukur batas area yang boleh dilakukan PT RPS ini,” jelasnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

40 Pemuda Maje dan Nasal Dipesantrenkan

KOTA BINTUHAN –  Terlibat tawuran pemuda Desa Tanjung Agung dan Tanjung Baru Kecamatan Maje dan pemuda Desa Merpas Kecamatan Nasal diamankan Anggota Polsek Maje, Polsek Nasal dan Polres Kaur. Tawuran terjadi Minggu sore (19/2). Polisi berhasil mengamankan 40 dari 50 pemuda yang terlibat tawuran.
Mereka dikumpulkan di Mapolres Kaur, untuk diingatkan agar tidak lagi melakukan tawuran. Para pemuda Maje dan Nasal akan dapat pembinaan dari Kapolres Kaur AKBP, Bambang Purwanto, S.IK.
Kapolres melalui Kasat Sabhara Iptu M Yusman mengatakan untuk memberi efek jera, semua yang terlibat tawuran akan dipanggil ke Polres. Selama tiga hari pemuda ini akan berada di bawah pengawasan Sabhara Polres Kaur untuk dibina agar tidak lagi tawuran.
“Yang terlibat tawuran kita ikutkan pesantren kilat selama tiga hari. Mereka akan tinggal dan menetap di masjid selama tiga hari dan kita sudah siapkan pembimbing khusus. Kita harap mereka sadar dan tidak tawuran lagi,” terang Kasat.
Terkait dua korban yang mengalami luka robek di kepala dan hidung saat tawuran telah membuat laporan ke Polsek Maje. Keduanya adalah Edi Sopani (30)  dan Tapsir (35) warga Desa Merpas, Kecamatan Nasal. Pelaku pemukulan Rizon warga Tanjung Baru sudah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Maje.
“Yang terlibat kita pesantrenkan, pelaku tetap kita proses secara hukum di Polsek Maje. Kasus ini tetap akan kita lanjutkan, karena telah melukai korban,” demikian Kasat.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Senin, 20 Februari 2017

Butuh Peningkatan Jalan

IRUL/BE BUTUH PENINGKATAN: Kondisi jalan Desa Selasih Kecamatan Kaur Selasan yang butuh peningkatan, Minggu (19/2).

IRUL/BE
BUTUH PENINGKATAN: Kondisi jalan Desa Selasih Kecamatan Kaur Selasan yang butuh peningkatan, Minggu (19/2).
KAUR SELATAN, BE – Warga Desa Selasih Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, sampai saat ini masih sangat mengharapkan perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Kaur, untuk meningkatkan status jalan di desa mereka, dari jalan tanah menjadi jalan aspal.
“Jalan desa menuju hantaran sawah lebar itu sekarang ini sudah batu-batu, dan kami minta ini ditingkatkan dan kalau bisa diaspal,” ujar Kepala Desa (Kades) Selasih Mursi Efendi kepada BE, kemarin (19/2).
Dikatakan Kades, saat ini kondisi jalan di desa mereka saat ini masih ada yang masih tanah itu kalau hujan terkadang berlumpur. Panjangnya sekira 1 kilometer. Jika musim hujan, warga yang memiliki kendaraan kesulitan melintasi jalan tersebut, karena, selain tergenang air, jalan itu berlumpur dan licin.
“Jalan menuju desa kami sepanjang 1 km masih tanah batu-batu dan berlumpur, dan kalau dilalui kendaraan bisa jatuh terpeleset,” terangnya.
Ditambahkan Kades, jalan tersebut selalu dilalui warga dan petani setempat. Juga warga setempat yang rata-rata petani kesulitan mengeluarkan hasil usahanya. Tidak hanya itu, warga luar juga tidak berani masuk ke desa mereka. Sebab khawatir kendaraannya terjebak lumpur.
Dengan kondisi jalan yang masih tanah, untuk itu diharapkan dinas terkait dapat membangun jalan tersebut, sehingga kendaraan lancar keluar masuk desa.
“Usulan sudah sering kami sampaikan, kami harap kalaupun belum aspal, minimal sudah dilapen, sehingga kendaraan tidak khawatir kotor dan terjebak lumpur lagi,” harapnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Pemuda 2 Desa Tawuran, 2 Pemuda Luka-luka


MAJE, BE – Diduga dendam lama, dua kelompok pemuda dari Desa Merpas Kecamatan Nasal dan Desa Tanjung Baru Kecamatan Maje Kabupaten Kaur Minggu (19/2), terlibat tawuran atau bentrok dan saling serang. Akibatnya, dua korban bernama Edi Sopani (30), dan Tapsir (35), warga Desa Merpas mengalami luka robek di bagian kepala dan hidung akibat lemparan benda keras.
“Kalau peris kejadiannya saya tidak tahu, karena tahunya ada perkelahian ini dari warga,” kata Camat Maje Ahmad Marzuki SPd, kemarin (19/2)
Data terhimpun BE, aksi bentrok atau tawuran dua kelompok pemuda desa Merpas dan Desa Tanjung Baru terjadi di Desa Linau atau tepatnya di depan kantor Camat Maje sekitar pukul 17.00 WIB. Kejadian itu berawal dari dua kelompok pemuda ini pada saat itu main atau nongkrong sore di sekitar pelabuhan Linau. Namun saat bertemu tiba-tiba mereka terjadi keributan karena ada selisih paham dan membuat kelompok pemuda Desa Tanjung Baru dendam. Nah ketika korban Edi bersama rekan-rekannya atau kelompok pemuda Merpas hendak pulang ke Desa Merpas, tiba-tiba ia dicegat motor sekelompok pemuda dari Desa Tanjung Baru yakni Rizon bersama kawan-kawannya, yang tiba-tiba langsung memukul korban hingga menyebabkan kedua kelompok pemuda ini saling serang menggunakan batu. Namun korban Tapsir yang bermaksud melerai perkelahian itu, ia malah terkena pukulan di bagian hidung dan kepala. Beruntung, tawuran itu tidak sampai meluas personel Polsek yang datang ke TKP, berhasil membubarkan massa. Akibat kejadian ini dua warga Merpas mengalami luka robek dan melaporkan pelaku ke Mapolsek Maje.
“Ini masalah sepele mungkin karena tersingung dengan ucapan pemuda Merpas itu makanya terjadilah perkelahian ini, dan masalah ini sudah ditangani Polsek,” terangnya.
Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kapolsek Maje Ipda Maulana STK, membenarkan ada beberapa pemuda warga Desa Merpas dan Desa Tanjung Baru yang terlibat bentrok. Juga dalam kejadian ini ada dau korban yang mengalami luka robek dibagian kepala, dan kejadian ini sudah dilaporkan korban ke Polisi.
“Ya untuk laporan korban yang terkena pukul itu sudah kita terima, dan kasus ini masih dalam penyelidikan kita,” terang Kapolsek.
Ditambahkan Kapolsek, untuk permasalahan ini perkelahian antara dua kelompok pemuda desa ini belum diketahui jelas. Namun dugaan sementara ini karena persoalan sepele dan membuat dendam antara dua kelompok tersebut. Untuk memastikan persoalan ini polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut korban dan pelaku.
”Nanti akan melakukan upaya damai untuk menyelesaikan persoalan tawuran tersebut agar jangan sampai kejadian serupa terulang kembali sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, tapi masalah laporan korban ini akan kita proses seuai aturan yang berlaku,” jelasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Tiang Listrik Roboh, 9 Kecamatan Lumpuh

kaur
IRUL/Bengkulu Ekspres ROBOH: Petugas PLN Bintuhan saat memperbaiki tiang listrik yang roboh di desa Tanjung Harapan Kecamatan Semidang Gumay, Jum’at (17/2).
SEMIDANG GUMAY, BE – Dua tiang listrik di Jalan Raya Desa Tanjung Harapan Kecamatan Semidang Gumay Kabupaten Kaur, roboh akibat diterjang angin kencang. Akibatnya, kabel listrik putus di daerah tersebut dan membuat aktivitas perkantoran dan masyarakat di beberapa kecamatan lumpuh.
“Kami tidak tahu kenapa listrik di Kaur ini selalu mati hidup, dan mati lampu ini tidak bisa apa-apa dan mau masak nasi saja gak bisa,” keluh Diya (45), warga Desa Padang Genteng kepada BE kemarin (17/2).
Data terhimpun BE, robohnya dua tiang listrik beton di Desa Tanjung Harapan itu lantaran diterjang angin sekitar pukul 00.00 WIB. Juga selain diakibatkan agin kecang ambruknya dua tiang listrik tersebut duduga karena penggalian tanah disekitar tiang listrik akibat proyek pelebaran jalan di Kecamatan Semidang Gumay. Kejadian ini menyebabkan aliran listrik ke sembilan Kecamatan yakni, Kecamatan Kaur Tengah, Kinal, Luas, Tetap, Muara Sahung, Kaur Selatan, Maje dan Nasal terputus mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Beruntung pada saat kejadian tidak ada pengendara atau warga yang berada disekitar tiang listrik yang roboh.
“Kami mohon maaf kalau listrik di beberapa kecamatan mati, ini karena tiang listrik roboh, tapi dalam kejadian ini beruntung tidak ada pengendara yang melintas, sehingga tidak ada korban,” kata Kepala PLN Bintuhan Syafarudin kepada BE kemarin (17/2).
Dikatakannya, insiden robohnya dua tiang listrik milik PLN tersebut diduga karena angin kencang dan hujan tapi  juga diduga disebabkan karena pengerukan pelebaran jalan raya yang ada di Kecamatan Semidang Gumay, yang membuat tiang listrik megantung dan mudah roboh.
“Tiang listrik ini roboh mungkin karena tanah tempat tiang listrik itu tidak kuat lagi menahan tiang listrik itu ditambah lagi angin kecang makanya roboh,” ujarnya.
Ditambahkan Syafarudin, ia juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak menanam pohon di bawah atau dekat jaringan listrik. Juga apabila ada petugas PLN yang akan memelihara jaringan agar merelakan tanam tumbuhnya dipangkas agar pasokan listrik tidak.
“Partisipasi masyarakat dalam merelakan pohonya untuk dipangkas akan membantu mengurangi jumlah listrik padam,” jelasnya.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Kaur Kembangkan Ubi Racun


NASAL, BE – Sebagian petani di Kabupaten Kaur, khususnya di Kecamatan Nasal, saat ini mulai mengembangkan tanaman ubi (singkong) racun. Sebab selain tidak telalu rumit menanamnya, nilai jual tanaman satu ini lebih menjanjikan dan menguntungkan petani.
“Warga kita sudah mulai membudidayakan tanaman ubi racun, dan di Nasal ini sendiri sudah ada beberapa hektar ubi racun ini,” kata Camat Nasal Junis Mawan Tomi SKM kemarin, (17/2).
Dikatakan mantan Camat Muara Sahung ini, selama ini petani Kecamatan Nasal lebih banyak menggeluti tanaman palawajia jenis jagung. Namun setelah pihaknya memberikan contoh menanam ubi racun. Petani pun mulai berbondong-bondong mengganti tanaman jagung dengan tanaman ubi. Untuk mendapatkan keuntungana lebih banyak dari menanam ubi racun sangat besar. Bila dibandingkan dengan menanam jenis tanaman palawija lainnya.
“Paling yang kita butuhkan modal pembukaan lahan, bibit, dan pupuk hingga panen sekitar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta tiap hektarnya,” terangnya.
Ditambahkan Camat, modalnya yang relatif lebih ekonomis, mejual ubi racun tidak terlalu sulit. Karean saat ini banyak pedagang pengepul yang siap menampung ubi racun. Jika sudah panen ubi racun bisa langsung dijual tanpa harus melalui proses seperti jagung harus di pipil, di jemur hingga kering.
“Sekarang ini jual hasil ubi ini tidak usah jauh, pemerintah Kaur siap membeli hasil tanaman ubi-ubi warga itu. Apalagai sekarang pabrik pengolahan tepung mocaf dari ubi sudah tersedia,” pungkasnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

11 Dokter Internship Mengabdi di Kaur

Bengkulu
BINTUHAN,BE– Sebanyak11 orang dokter muda yang tergabung dalam Program Internship atau pengabdian profesi bidang kedokteran, yang dikirim Kementerian Kesehatan RI melalui Pemprov Bengkulu mulai mengabdikan dirinya di Kabupaten Kaur.
“Seluruhnya dokter umum yang baru lulus kuliah, mereka akan mengabdi selama satu tahun di kabupaten Kaur ini,” kata Sekda Kaur H Nandar Munadi S Sos Msi, kemarin (16/2).
Dikatakan Sekda, para dokter internship ini merupakan program digagas Kementerian Kesehatan RI. Untuk kesekian kalinya diterapkan didaerah Kaur sebagai upaya pemerataan tenaga dokterdi daerah terpencil. Semua dokter akan mengabdi selama setahun, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan beberapa puskesmas di wilayah Kabupaten Kaur.
“Dokter internship ini ada dari Aceh, Medan dan juga ada yang lulusan dari Bengkulu. Miskipun mereka megabdi sebentar merekai ini sangat bermanfaat khususnya untuk masyarakat Kaur,” terangnya.
Ditambahkan Sekda, program tersebut diharapkan akan mampu mengatasi adanya kekurangan tenaga dokter di Kaur khususnya, juga selain memberikan kesempatan kepada dokter-dokter muda tersebut berlatih sesuai bidangnya dengan terjun langsung ke masyarakat. Diharapkan para dokter muda tersebut akan mengabdi di lokasi dengan baik dan bisa mengatasi permasalahan kekeurangan dokter yang terjadi sampai sekarang di Kaur.
“Kami berharap mereka ikut berperan serta dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan RSUD Kaur, dan jika memungkinkan mereka juga kami harapkan untuk mengabdi selamanya di Kaur karena memang kami masih kekurangan tenaga dokter,” jelasnya.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

2 Penambang Liar Ditangkap Polisi

kaur
IRUL/Bengkulu Ekspress AMANKAN: Barang bukti satu unit mobil yang membawa pasir saat diamankan di Mapolsek Maje, Rabu (15/2).
MAJE, Bengkulu Ekspress – Perburuan terhadap kegiatan illegal mining atau penambangan pasir ilegal di pantai Wayhawang Desa Suka Menanti Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, kembali membuahkan hasil.  Dua penambang liar bernisial DI (28) dan MA (32), warga Desa Suka Menanti yang sedang mengambil pasir di pinggir pantai wisata Wayhawang berhasil dibekuk polisi, Selasa (14/2) malam.
“Untuk kedua pelaku penambang liar bersama barang bukti mobil bermuatan pasir sudah kita amankan dan sudah kita serahkan ke Polres,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kapolsek Maje Ipda Maulana STK, kemarin (15/2).
Data terhimpun BE, kedua pelaku diamankan sekitar pukul 21.00 WIB di sekitar lokasi wisata pantai Wayhawang Desa Suka Menanti Kecamatan Maje. Penangkapan kedua pelaku ini berawal dari anggota Polsek Maje mendapati laporan jika ada maling pasir sedang beraksi di pantai sekitar lokasi pantai Wayhawang.  Berbekal informasi itu kemudian dilakukan pengintaian. Saat kedua pelaku yang merupakan warga setempat itu sedang menaikkan pasir pantai curian ke atas mobil Suzuki Carry Pick Up yang dikemudikannya itu, mereka langsung disergap.  Kedua pelaku bersama mobil Pick Up dengan Nopol B 9417 BAE dan dua buah sekop dan senter kemudian diamankan ke Polsek untuk proses selanjutnya.
“Kedua pelaku saat kita amankan tanpa perlawanan, dan mereka mengakui perbuatannya itu,” terangnya.
Kapolsek menambahkan, selama ini penertiban aktivitas pertambangan pasir di wilayah objek wisata Maje banyak menemukan kendala, namun sudah beberapa warga yang berhasil dimankan polisi. Juga pihaknya tetap komitmen untuk menertibkan para pelaku tambang yang secara keseluruhan masih dinyatakan ilegal.  Juga para pelaku tambang ilegal diakui Kapolsek selalu main kucing-kucingan dalam menjalankan aktivitasnya.  Karena, setiap akan dilakukan penertiban, tak jarang para penambang sudah banyak yang mengetahuinya terlebih dahulu.
“Razia tambang ilegal ini rutin kita gelar dan siapapun yang tertangkap akan kita proses sesuai humkum yang berlaku,” tegas Kapolsek.
Akibat perbuatanya itu, kedua pelaku terpaksa harus merayakan tahun baru dibalik jeruji besi tahanan Mapolres Kaur, dan pelaku dijerat pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 mengatur penambangan mineral dan batu bara dengan ancaman maskimal 10 tahun penjara.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Warga Perlu Jalan Aspal

IRUL/BE JALAN: Kondisi Jalan Dusun Air Pahlawan Kecamatan Nasal yang masih tanah kuning dan bebatuan, yang butuh peningkatan aspal.
IRUL/BE
JALAN: Kondisi Jalan Dusun Air Pahlawan Kecamatan Nasal yang masih tanah kuning dan bebatuan, yang butuh peningkatan aspal.
NASAL, BE- Masyarakat Desa Air Pahlawan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur meminta adanya peningkatan pembangunan jalan wilayah pemukiman rumah penduduk di desa setempat oleh pemerintah daerah. Sebab kondis jalan masih bebatuan ini mengalami rusak parah. Ini karena belum diaspal oleh pemerintah daerah. Sehingga aktivitas masyarakat sekitar menjadi terhambat karena akses jalan belum pernah diaspal sama-sekali.
“Kami ingin adanya pemerataan pembangunan dilingkungan masyarakat. Jalan yang belum tersentuh pembangunan aspal bisa ditingkatkan. Supaya pembangunan lebih merata,” kata Samsul Kepala Desa (Kades) Air Pahlawan kepada BE beberapa hari lalu.
Dikatakan Kades, jalan sepanjang 7 Km tersebut masih tanah timbunan dan sebagian lagi masih bebatuan. Akibatnya, ketika hujan datang seperti sekarang ini jalan tersebut berlumpur dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sebaliknya, ketika musim panas jalan ini akan berdebu. Untuk itu, jalan yang belum diaspal sama-sekali agar menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah terkait. Sehingga aktivitas tidak terhambat dan akses jalan lebih mudah untuk meningkatkan kemajuan ekonomi masyarakat dilingkungan sekitarnya.
“Kalau hujan datang seperti ini, jalan ini tidak ubahnya jalan ini, penuh lumpur, dan kalu panas penuh debu,” ujarnya.
Kades menambahkan, meminta kepada pemerintah melalui dinas terkait agar segera meninjau lokasi dan segera meningkatkan jalan desa tersebut. Hal ini untuk mendukung aktivitas warga dalam mengangkut hasil perekonominan. Sebab selama ini jalan desa tersebut belum tersentuh pembangunan.
“Kami berharap jalan desa Air Pahlawan yang sebagian masih bebatuan dan tanah ini bisa ditingkatkan menjadi aspal,” harapnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Badai, 2 Tiang Listrik Roboh

IRUL/BE ROBOH: Petugas PLN Bintuhan saat memperbaiki tiang listrik yang roboh di Kelurahan Tanjung Iman akibat hujan badai, Minggu (12/2) malam.
IRUL/BE
ROBOH: Petugas PLN Bintuhan saat memperbaiki tiang listrik yang roboh di Kelurahan Tanjung Iman akibat hujan badai, Minggu (12/2) malam.
KAUR TENGAH, BE – Akibat hujan deras yang disertai badai dan angin kencang yang melanda Kabupaten Kaur Minggu (12/2) malam, menyebabkan listrik padam seharian. Penyebabnya, 2 tiang listrik yang berada ditebing Kelurahan Tanjung Iman Kecamatan Kaur Tengah Kabupaten Kaur, roboh. Akibat kejadian ini, arus listrik ke wilayah Kecamatan Muara Sahung, Tetap, Kaur Selatan, Maje dan Nasal terputus.
“Listrik mati ini karena ada tiang yang roboh imbasnya listrik padam semalaman dan sampai hari ini (kemarin), dan sekarang kita sedang berusaha memperbaikinya,” kata Agus Sugiarti salah satu pegawai PLN Bintuhan saat memperbaiki tiang listrik yang roboh kemarin (12/2).
Data terhimpun BE, robohnya tiang listrik itu terjadi Minggu (12/2) malam saat hujan deras mengguyur hingga malam hari sekitar pukul 23.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB listrik tiba-tiba padam meliputi wilayah Kecamatan Muara Sahung, Tetap, Kaur Selatan, Maje dan Nasal. Mendapati hal ini, pihak PLN langsung melakukan pemeriksaan dan menelusuri informasi dimana terjadi kerusakan. Selang beberapa saat kemudian, titik kerusakan ditemukan di lokasi yang dimaksud.
Hasil pemeriksaan dilapangan tepatnya di tebing palak jambat Luas Kelurahan Tanjung Iman, dua tiang listrik roboh. Hal ini dikarenakan tanah yang ditempat tiang tanam longsor dan tidak kuat menahan beban, sehingga menyebabkan tiang dua tiang listrik dubel itu roboh ke pinggir air luas. Akibat kejadian tersebut, PLN harus memadamkan aliran listrik untuk mengevakuasi tiang tersebut.
“Kejadian ini karena faktor cuaca dan hujan tadi malam, dan untuk sementara ini jaringan listrik kita matikan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Juga ita memperbaiki tiang ini butuh proses,” terangnya.
Sementara itu, Kepala PLN Bintuhan Syafarudin saat dikonfirmasi, membenarkan beberapa hari terakhir ini kerab ada gangguan jaringan PLN di Kabupaten Kaur. Ini karena ada perbaikan jaringan. Juga karena banyak tanam tumbuh milik warga yang tak mau ditebang. Sehingga mengganggu jaringan listrik yang mengakibatkan konslet.
“Kalau listrik mati hari ini karena tiang listrik roboh, dan petugas kita sedang melakukan perbaikan. Juga kami minta kepada yang ada sawitnya agar karena mengganggu jaringan listrik dan akhirnya listrik padam,” jelasnya.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

13 Pemuda Diciduk Polisi

MAJE, BE – Sepertinya peredaran minuman keras (Miras), tuak dan penyalahgunaan obat batuk cair jenis Komix di Kabupaten Kaur, masih saja marak. Meskipun anggota Polres setiap waktu selalu menggelar razia, namun masih juga ditemukan para pemuda pesta tuak tersebut. Seperti yang ditemukan oleh anggota Mapolsek Maje dalam Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di sebuah warung di Kecamatan Maje. Polisi berhasil menciduk 13 pemuda saat sedang pesta tuak diwarung milik Manalu (49), warga Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, Kamis (9/2) malam.
“Tiga belas pemuda ini kita amankan karena terjaring operasi Cipkon, mereka saat kita amankan sedang mabuk tuak,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melaui Kapolsek Maje Ipda Maulana STK, kemarin (10/2).
Dikatakan Kapolsek tiga belas pemuda tersebut berinisial VJ (21), warga Desa Linau, AH (18), warga Desa Linau, YO (23), warga Desa Merpas Kecamatan Nasal, RU (43), warga kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan, FK(18), warga Desa Merapa, BI (23), warga Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal, PR (17), warga Desa Linau, SA (42), warga Desa Bakal Kecamatan Maje, AN (19), warga Desa Pasar Baru Kecamatan Nasal, DI (19), warga Desa Linau, EG (15), warga Desa Merpas, JE (15), warga Desa Linau dan EK (21), warga Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur.
Mereka berhasil diamankan polisi sekitar pukul 21.30 WIB saat pesta tuak di warung Manalu, Desa Linau. Mereka bersama pemilik warung digiring polisi untuk dilakukan pendataan agar tidak lagi melakukan perbuatan yang meresahkan masyarakat tersebut. Juga jika para pemuda ini kembali melakukan hal serupa, maka akan dilakukan tindakan lebih tegas.
“Mereka ini hanya kita lakukan pembinaan saja, dan mereka kita ikutkan kegiatan itikaf di Masjid Al-annur Desa Batu Lungun Kecamatan Nasal. Tapi untuk pemilik warung atau yang jual tuak akan kita lakukan Tipiring,” terangnya.
Lanjut Kapolsek, selain mengamankan tiga belas pemuda tersebut, Polisi juga mengamankan 1 jerigen sebanyak 35 liter berisi tuak, dan satu buah tolples berisi tuak. Serta mengamankan 13 unit kendraan kendaraan roda dua milik masing-masing pelaku.
“Untuk barang bukti minuman keras dan kendaraan para pemuda ini, saat ini sudah kita amankan di Polsek,” terangnya.
Ditambahkan Kapolsek, adanya hasil razia tersebut membuktikan jika kalangan pemuda di Kaur masih suka mengkonsumsi Miras, tuak dan obat batuk. Dirinya berharap dengan diamankannya para pemuda tersebut, dapat menyadarkan para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anak mereka, agar tidak menjadi pecandu Miras, tuak dan obat batuk. Sebab dapat merusak masa depan mereka. Karena dengan suka mabuk akan menjadi pemicu kriminalitas.
“Semoga menjadi perhatian orang tua, agar mereka dapat mengawasi dan memberi perhatian. Juga saya minta kepada masyarakat agar tidak lagi minum tuak terutama bagi pelajar, karena tidak ada manfaatnya dan memicu tindak kriminalitas ini,” imbau Kapolsek. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Dua Pelaku Curnak Diringkus

CUrnak

AMANKAN: Kedua pelaku bersama sapi hasil curian saat diamankan Timsus Polres Kaur, Jum’at (10/2). (Foto IRUL/BE)
BINTUHAN, BE – Dua pelaku pencurian ternak (Curnak) berinisial SE (34), warga Desa Pahlawan Ratu dan YO (26), warga Desa Pasar Lama Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur. Mereka diamankan saat sedang membawa hasil curian ternak milik Surya Efendi (46), warga Desa Pahlawan Ratu Kecamatan Kaur Selatan, Jum’at (10/2).
“Ya untuk kedua pelaku Curnak dan barang bukti sapi hasil curian sudah kita amankan di Polres kini,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Johan Andika SE SIK, kemarin (10/2).
Dikatakan Kasat, kedua pelaku berhasil diamankan Timsus sekitar pukul 05.00 WIB Desa Kayu Kunyit Bengkulu Selatan. Penangkapan ini berawal dari polisi mendapat laporan korban Surya. Dimana malam itu Jum’at (10/2) sekitar pukul 01.00 WIB korban mengaku kehilangan satu ekor sapi jantan di dalam kandang rumah miliknya.
Kejadian itu berawal dari korban pada saat itu sedang tidur di rumahnya dan kemudian ia mendengar ketokan pintu lalu korban terbangun dan langsung membuka pintu. Lalu ia mendengar kabar dari bapak Kadar bahwa sapi milik korban telah hilang. Mendengar laporan itu korban langsung terkejut dan langsung mencari sapi lalu ia melapor ke Polisi.
Mendapati laporan itu, Timsus Polres Kaur langsung bergerak cepat mengerjar pelaku. Walhasil dengan sigap polisi langsung meringkus kedua pelaku. Selanjutnya kedua pelaku bersama barang bukti satu ekor sapi dan satu unit mobil pick up L 300 itu langsung digelandang ke Mapolres untuk proses selanjutnya.
“Untuk kedua pelaku masih dalam pemeriksaan kita, dan juga dalam kasus ini masih kita kembangkan keterlibatan pelaku lain,” jelas Kasat.
Akibat perbuatanya itu, kedua pelaku terpaksa harus mendekam ditahanan Mapolres Kaur, dijerat pasal 363 KUHP jo pasal 53 dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India