Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Rabu, 09 Agustus 2017

PNS Kaur Terpaksa Telat Masuk Kerja


BERHENTI: PNS memilih berhenti menghindari razia Polisi kemarin (8/8) pagi.
KOTA BINTUHAN – Jajaran Sat Lantas Polres Kaur kembali rutin menggelar razia pagi, siang dan sore. Razia kadang dilakukan depan pintu masuk komplek perkantoran dan Mapolres Kaur. Akibatnya banyak PNS yang akan berangkat kerja terpaksa harus rela terlambat. Karena tidak bawa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, seperti SIM dan STNK.
Seperti yang terlihat kemarin pagi (8/8) sekitar pukul 07.00 – 08.00 WIB. PNS yang seharusnya mulai absen sekitar pukul 07.30 WIB terpaksa menghentikan kendaraannya jauh dari lokasi razia Sat Lantas Polres Kaur. Mereka terpaksa menunggu polisi usai razia baru melintas, karena takut kena tilang petugas.
Pantauan RB, dari arah Bintuhan menuju komplek perkantoran Padang Kempas PNS dan tenaga honor banyak berhenti depan toko dan rumah warga di pinggir jalan lintas. “Ada razia, berhenti kelak keno tangkap,” teriak salah satu PNS kepada temannya yang hendak melintas.
Razia dadakan yang dilakukan kemarin, mengejutkan PNS di lingkungan Pemkab Kaur. Hasilnya banyak PNS yang tidak ikut apel pagi karena razia. Razia rutin ini sudah sering dilakukan, namun masih tetap banyak PNS Kaur yang tidak taat berlalulintas.
“Razia kita kali ini untuk penertiban, bagi yang lengkap silakan melintas. Karena sudah berulang kita ingatkan masih saja banyak PNS tidak bawa SIM dan STNK. Khusus PNS akan kita tindak tegas, mereka seharusnya memberi contoh pada masyarakat,” tegas Kapolres Kaur AKBP P Heru Kunprasetyo, S.IK melalui Kasat Lantas AKP David Purba, S.IK.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Asah Kemampuan, Latihan Nembak


ARAHAN: Anggota Polres Kaur dapat arahan sebelum latihan menembak kemarin (8/8).
KOTA BINTUHAN – Dalam rangka mengasah kemampuan menembak anggota Polres Kaur, kemarin (8/8) sekitar pukul 09.00 – 15.00 WIB jajaran Polres Kaur latihan menembak bersama di lapangan tembak Desa Pengubaian, Kecamatan Kaur Selatan. Selain anggota Polres Kaur hadir juga dari Kejari Kaur dan Pengadilan Negeri (PN) Bintuhan.
Kegiatan menembak bersama yang dipimpin Kabag Sumda Polres Kaur Kompol M Arif, S.Kom menggunakan senjata laras pendek maupun panjang. Sebagian besar anggota Polres Kaur dalam menjalankan tugas selama ini menggunakan senpi.
Kepada RB, Kapolres Kaur AKBP P Heru Kunprasetyo, S.IK melalui Kabag Sumda Kompol M Arif mengatakan kegiatan menembak diikuti bupati dan FKPD lainnya. Namun karena ada kegiatan di Pagulir, kegiatan menembak diikuti anggota Polres Kaur serta Kejari dan PN Bintuhan dengan jarak menembak 30 – 50 meter.
“Latihan menembak ini untuk mengasah kemampuan anggota kita, terutama yang menggunakan senpi. Agar lebih mahir dan tepat sasaran. Ini terus kita jadwalkan setiap tahun,” kata Arif.
Sebelum latihan menembak dimulai, anggota Polres Kaur dan peserta latihan dapat arahan dari pelatih. Bagaimana menggunakan senpi agar tidak membahayakan. Setiap peserta latihan harus mengikuti semua instruksi.
“Setiap anggota harus mampu menggunakan semua jenis senjata. Untuk mendukung setiap anggota Polres Kaur dalam melaksanakan tugas pengamanan,” demikian Arif.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Kurang Siswa dan Guru SMKN 2 Butuh Perhatian


SMAKN 2 KAUR: SMKN 2 Kaur di Pagulir kurang dapat perhatian pemerintah dan kini kekurangan siswa.
KOTA BINTUHAN – Pembangunan SMA dan SMK se Kaur hingga tidak merata. Buktinya di Kaur beberapa sekolah dapat perhatian serius pemerintah, sementara sekolah lain kurang. Seperti SMKN 2 Kaur yang berada di Kecamatan Padang Guci Hilir. Akibatnya sekolah ini terancam bubar.
Apa sebabnya? Siswanya sangat sedikit dibanding sekolah lain. Penurunan jumlah siswa SMKN 2 Kaur terjadi setiap tahun. Berdasarkan data yang dihimpun RB, SMKN 2 Kaur kini hanya punya 48 siswa. Terdiri dari siswa kelas 1 sebanyak 11 anak, kelas dua 15 anak dan siswa kelas tiga sebanyak 22 anak.
“Siswa tahun ini kita hanya dapat 11 orang. Karena sekolah ini hanya satu jurusan, yaitu Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Padahal di sini SPPnya gratis,” terang Kepala SMKN 2 Kaur, Sumari.
SMKN 2 Kaur juga kekurangan guru. Saat ini jumlah guru PNS di SMKN 2 Kaur hanya dua orang. Sementara guru honor 8 orang. Dengan kurangnya tenaga pengajar, SMK ini tidak aktif seperti sekolah umumnya. Sementara pemerintah sudah mulai menerapkan  full day school (FDS). Alhasil sekolah ini sepi peminat.
Sebagian pemuda Pagulir dan sekitarnya, lebih memilih masuk SMA daripada SMK. Sekolah sangat berharap Dispendik Provinsi Bengkulu dapat menambah guru PNS di SMKN 2 Kaur.
“Kita berharap ada tambahan guru PNS. Karena guru kita hanya dua, itupun guru PPKN dan kewirausahaan. Guru jurusan TKR tidak ada. Kami sangat butuh perhatian Pemprov, terutama penambahan guru,” harap Sumari.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Dua SMA Laksanakan Full Day School

KOTA BINTUHAN – Sejak awal tidak siap melaksanakan full day school (FDS) tingkat SD, SMP hingga SMA dan SMK. Khusus tingkat SMA dan SMK, sekolah umum yang tengah melaksanakan FDS baru dua sekolah. Yakni, SMAN 1 Kaur dan SMAN 9 Kaur di Lungkang Kule. Sementara tingkat SMK umum belum ada. Kecuali sekolah berasrama yang 24 jam berada di sekolah. Seperti SMAN 10 Pentagon, SMKN 7 Merdeka, SMKN 8 Pusaka.
“Tingkat SMA dan SMK umum luar dari sekolah berasrama baru dua yang melaksanakan FDS. Yang lain belum siap, karena keterbatasan fasilitas yang belum memadai. Kita perlu beberapa waktu menyiapkan fasilitasnya, karena kalau tidak kita mulai sekarang kapan lagi,” terang Ketua MKKS SMA Kaur, M. Jalil.
Sama dengan tingkat SMP dan SD, hingga kini belum ada yang siap melaksanakan FDS, kecuali sekolah berasrama. Ini terkait fasilitas yang belum memadai, sehingga banyak sekolah. Kadis Pendidikan Kaur, Three Marnope, M.TPd tidak akan memaksakan sekolah yang belum siap melaksanakan FDS. Karena tidak ada perintah wajib dari Kementerian Pendidikan untuk semua sekolah melaksanakan FDS tahun ini.
“Kita belum memaksakan sekolah ikut FDS, karena fasilitas kurang. Setiap sekolah sudah kita instruksikan mulai berbedah dan menyiapkan  fasilitas pendukung secara bertahap. Satu per satu nanti dapat mengikuti FDS,” demikian Three.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Senin, 07 Agustus 2017

Waspadai Penipuan Penjualan Box PLN

 Edwardus
Edwardus
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Manajer Perusahan Listrik Negara (PLN) Rayon Bintuhan, Edwardus mengimbau, kepada masyarakat Kaur khususnya untuk mewaspadai modus penipuan mengatasnamakan petugas PLN. Sebab, baru-baru ini beberapa aksi percobaan penipuan berkedok penjualan box penutup KWH meteran listrik menyasar rumah warga.
“Saya minta kepada warga untuk mewaspadai jika ada orang yang datang ke rumah anda dan mengaku sebagai petugas PLN menjual box KWH meteran,” kata Edwardus kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (4/8).
Penipuan tersebut kata Edwar, dilakukan dengan modus mendatangi rumah warga yang belum terpasang box meternya. Mereka lalu memasang dan menagihkan biaya yang berkisar dari Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Padahal PLN tidak melakukan transaksi tunai di rumah pelanggan. Dia mengatakan, apabila ada yang yang meminta uang, maka dipastikan itu adalah penipuan.
“Ini bukan dari PLN, kami tegaskan, PLN tidak ada transaksi tunai atau transaksi di lapangan. Kalau ada transaksi tunai sudah pasti bukan dari PLN,” tegasnya.
Ditambahkan pria asal kota Bengkulu ini, dengan maraknya penipuan mengatasnamakan petugasa PLN ia mengimbau kepada masyarakat atau pelanggan PLN agar berhati hati yang mengatasnamakan petugas PLN apalagi meminta uang. PLN tidak pernah menjual KWH meter atau box KWH meter atau alat penghemat listrik atau barang lainnya kepada pelanggan atau masyarakat.
“Setiap petugas resmi PLN yang mengunjungi rumah pelanggan, selalu dilengkapi dengan kartu pengenal resmi dan surat tugas. Apabila tidak memiliki dipastikan hal tersebut adalah penipuan,” jelasnya.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Dinas PUPR dan Dinkes Gandeng TP4D Kejari

EKSPOSE: Dinas PUPR Kaur dan Dinkes Kaur saat ekspose dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Kaur, Kamis (3/8).
EKSPOSE: Dinas PUPR Kaur dan Dinkes Kaur saat ekspose dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Kaur, Kamis (3/8).
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Tak mau terjadi kesalahan yang mengarah ke hukum, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan PR) Kaur dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaur, kemarin (3/8) menggandeng Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Kaur.
“Ini kerjasama kita yang kedua dengan TP4D dan bersyukur dapat pendampingan. Karena kegiatan ini perlu dikawal TP4D. Mulai dari proses lelang hingga selesai dan kita harap ke depan akan lebih baik lagi,” kata Kabid Bina Marga Dinas PU dan PR, Lindrianto ST, saat melakukan ekspos pendampingian TP4D di aula Kejari Kaur, kemarin (3/8).
Dipaparkan Lindri, terkait rencana pelaksanaan 12 paket proyek pembangunan yakni pembangunan dan peningkatan jalan yang ada di wilayah Kabupaten Kaur, dengan total anggaran sekitar Rp 33,7 miliar pada tahun 2017 ini. Beberapa proyek ini bisa saja berpotensi bermasalah secara hukum. Karena itu, kerjasama dengan kejaksaan sangat dibutuhkan untuk menghindari persoalan hukum yang bisa menghambat pengerjaan proyek.
“Kami meminta pendampingan dan juga pengawalan dari TP4D sehingga dalam pelaksanaannya tidak ada masalah dan juga pembangunan jalan ini berjalan lancar,” ujarnya.
Senada juga disampaikan Kabid Pelayanan dan SDK Dinkes, Sasmin Itadi Suhanto SKM, ia mengatakan ada empat yang minta didampingi dalam pembangunan proyek itu, yakni rehabilitasi berat Puskemas Padang Guci, rehabilitasi berat Puskemas Kelam Tengah, pembangunan Ipal Puskemas Tanjung Kemuning dan Pengadaan Sarana Penunjung Kesehatan. Pembangunan proyek yang nilainya miliaran rupiah ini perlu adanya pendampingan TP4D, hal ini agar benar-benar berjalan dengan baik dan tidak tersandung hukum.
“Dengan adanya pendampingian TP4D ini proyek yang dikerjakan ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada dan tidak ada masalah di kemudian hari,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Kejari Kaur, Douglas Pamino Nainggolan SH MH, melalui Kasi Intel Kejari Kaur, Pofrizal SH, mengatakan kerjasama TP4D merupakan kegiatan strategis dan menyangkut kepentingan orang banyak. Pendampingan yang dilakukan TP4D juga tidak untuk melindungi kegiatan yang salah atau membenarkan kegiatan yang tidak benar. Namun untuk membenarkan kegiatan serta mencari solusi terkait dengan persoalan hukum.
“TP4D hanya memberi pengawasan dan pendampingan terkait masalah hukum. Kita akan beri solusi agar pekerjaan yang dilakukan tidak melanggar hukum. Kalau saat pelaksanaannya nanti salah tetap akan kita tindak. Jika tidak sesuai sarankan kita dan pendampingan untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, tapi tidak semua proyek kita dampingi,” jelasnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Diskop Kaur Sidak Pasar

SIDAK: Tim dari Diskop UKM Perindag Kaur melakukan Sidak dan mengecek persediaan garam di pasar Inpres Kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan, Rabu (2/8).
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress- Pemerintah Daerah (Pemda) Kaur melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Kaur, kemarin (2/8) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko dan pasar tradisional. Petugas melakukan pengecekan terhadap stok garam di kalangan pedagang. Hasilnya, banyak pedagang yang kehabisan stok.
“Mendapat informasi dari warga terkait kelangkaan garam di pasar, kami langsung bergerak cepat dengan terjun langsung ke pasar untuk melihat secara langsung kondisi ketersediaan garam di pasar dan ternyata memang sedang kosong,” kata Kepala Disperindag Kaur Asmawan SSos didampingi Kabid Perdagangan, Agus Suprianto SPd melalui Kasi Pengembangan Sarana Prasarana Perdagangan, Mahdianti SSos, kemarin (2/8).
Dikatakan Mahdianti yang langsung memimpin Sidak sekitar pukul 11.30 WIB, dalam Sidak tim mengunjungi kios-kios yang menjual kebutuhan dapur di Pasar Inpres kota Bintuhan dan hasilnya banyak kios yang telah kehabisan stok garam sejak satu minggu terakhir. Dengan langkanya garam saat ini ia menghimbau kepada seluruh pedagang jangan sekali-kali untuk mencari keuntungan dengan menimbun bahan kebutuhan tersebut. Sebab menimbun adalah salah satu melanggar hukum.
“Kita turun kelapangan untuk memastikan kelangkaan garam di Kabupaten Kaur, dengan hasil yang kita dapat kedepan kita akan berkoordinasi ke Disperindak Provinsi Bengkulu dalam mengatasi permasalah tersebut,” terangnya.
Ditambahkannya, sidak ini juga untuk melihat apakah terjadi penimbunan garam atau tidak. Dari hasil pengecekan perlu ditingkatkan kembali demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Kaur. Bahkan, dirinya juga tidak akan segan-segan memberitahukan pada pedagang ang sengaja menimbun akan dilaporkan ke Polres.
“Garam ini langka memang menyeluruh di Indonesia ini, dan mudah-mudahan ini cepat segera diatasi, dan juga kita minta kepada pedagang untuk tidak menimbun garam, dan sidak ini akan terus kita lakukan,” jelasnya.
Dari pantauan Bengkulu Ekspress kemarin (2/8), seluruh pedagang yang biasa menjual dan menyiapkan garam beryodium di Pasar Inpres kota Bintuhan semuanya tidak memiliki bahan tersebut. Sehingga seluruh pedagang mengaku sudah tidak memiliki bahan kebutuhan tersebut. Sedangkan dari pengakuan salah satu penjual di pasar Inpres Mirna (35), ia mengaku kelangkaan garam terjadi sudah satu pekan terakhir, langkanya garam akibat tidak adanya pasokan dari distributor yang biasa mengirim garam ke Kabupaten Kaur.
“Untuk mencari garam saat ini sangat susah, hampir seluruh pedagang yang menjual yang biasa menjual persedian garam sekarang sudah tidak ada lagi juga kalau ada harganya mahal. Jika garam 500 gram itu sekarang ini harga sudah Rp 5 ribu,” singkatnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Pengamanan diperketat, masuk Polres kaca mobil harus dibuka


PERINGATAN : Di pintu masuk Mapolres Kaur nampak dipasang peringatan untuk tamu wajib lapor.
KOTA BINTUHAN – Pengamanan di Mapolres Kaur saat ini semakin diperketat pascabanyaknya terjadi teror di berbagai Poles di luar Bengkulu beberapa waktu yang lalu. Bahkan saat ini untuk masuk Mapolres Kaur saja para pengujung harus melapor ke piket jaga di Mapolres Kaur. Tidak hanya itu bagi yang membawa mobil kaca mobil harus dibuka, jika tidak ingin mendapat teguran keras dari petugas.
Kapolres Kaur AKBP P Heru Kunprasetyo, S.IK melalui Kasat Sabhara Iptu M Yusman mengatakan kalau saat ini pengamanan di Mapolres Kaur terus diperketat. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan nantinya, seperti yang terjadi di beberapa Polres yang ada di Indonesia. Pengamanan ini sangat penting, apa lagi Polres Kaur juga berada di jalan lintas Bengkulu – Lampung.
“Pengamanan kita diperketat untuk mengantisipasi teror, sesuai aturan semua wajib lapor. Bagi pengunjung yang membawa tas ransel wajib kita periksa semuanya demi keamanan saat ini. Saat masuk kaca mobil wajib dibuka. Kepada anggota yang piket kita minta betul-betul mengawasi setiap pengujung yang masuk ke Mapolres Kaur,” kata Iptu M Yusman kepada RB kemarin.
Tidak hanya itu pihak Polres Kaur saat ini juga menghimbau kepada masyarakat Kaur untuk selalu waspada. Terhadap serangan teror, aliran-aliran radikal yang dapat memperbelah bangsa. M Yusman meminta warga untuk melapor jika ada hal-hal yang mencurigakan di sekitar desanya. Karena Kabupaten Kaur berada di jalan lintas dan terhubung ke dua provinsi yaitu Lampung dan Sumatera Selatan.
“Patroli saat ini kita giatkan siang dalam malam di berbagai tempat umum. Baik tempat keramaian mau pun objek-objek wisata yang ada di Kaur. Baik itu patroli mobil, motor dan juga sepeda untuk menjaga keamanan di wilayah Kaur,” pungkas Iptu M Yusman. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Harga Kambing dan Sapi Mulai Naik

KOTA BINTUHAN – Harga jual hewan kurban seperti sapi dan kambing khusus untuk kurban saat ini mulai merangkak naik. Hal ini karena harga beli hewan kurban dari para peternak sapi dan kambing di Lampung dan Kaur sendiri sudah tinggi. Bahkan untuk harga sapi khusus hewan kurban saat ini berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta tergantung dengan permintaan
Khusus untuk kambing harga disesuaikan dengan ukuran kambing, khusus kambing lokal harganya sekitar Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per ekor. Sementara untuk kambing etawa, satu ekornya berkisar antara Rp 3,5 juta hingga Rp 4,5 juta per ekornya. Bahkan saat ini sebagian pedagang hewan kurban di Kaur sudah mulai stok hewan kurban seperti pedagang hewan kurban di Pantai Hili Kecamatan Semidang Gumay Mursal.
“Untuk kambing kita banyak stok dan harganya memang sangat tinggi. Karena kambing yang kita siapkan juga cukup besar. Selain untuk korban, saat ini kambing banyak untuk aqikah jadi kita stok cukup banyak,” kata Mursal kepada RB.
Terpisah Yanto yang juga penjual hewan kurban Trans Cahaya Batin Kecamatan Semidang Gumay kepada RB mengaku juga telah menyiapkan banyak sapi untuk di jual. Bahkan saat ini ada belasan ekor sapi yang siap untuk di jual dengan harga Rp 10 juta hingga Rp 16 juta per ekornya.
Kendati demikian Yanto tidak berani stok sapi terlalu banyak seperti tahun sebelumnya. Karena saat ini pembeli hewan kurban masih sangat sepi. Sehingga pihaknya pun hanya melayani pembeli yang pesan hewan kurban saja. Kendati demikian Yanto berharap mendekati Idul Adha akan banyak pembeli yang datang nantinya.
“Untuk saat ini masih sangat sepi kang, kalau harganya sudah cukup akur untuk hewan kurban. Namun pembelinya yang sangat sepi, bahkan saat ini pesanan sapi juga masih sangat sedikit dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Yanto kemarin. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

DD Tiga Desa Masuk Penyidikan


JEMBATAN : Ini lah kondisi jembatan SP 3 Muara Sahung yang tanpa dinding pembatas jembatan yang butuh perhatian.
KOTA BINTUHAN – Pengusutan kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa (DD) di Kabupaten Kaur oleh pihak Kejari Kaur terus bergulir. Bahkan hingga saat ini sudah ada tiga desa yang sudah masuk tahap penyidikan di bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kaur. Dua masih dalam tahap penyelidikan di Intel Kejari Kaur. Diduga masih ada beberapa desa lagi yang saat ini masih akan terus diperiksa oleh penyidik Kejari Kaur.
Dari tiga desa yang sudah masuk ke bidang Pidsus salah satunya adalah penggunaan dana desa (DD) di Desa Cucupan Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur. Bahkan saat ini sudah ada tiga saksi yang dimintai keterangan penyidik, terkait penggunaan DD tahun 2016. Namun sampai saat ini belum ada satu kades pun yang diterapkan tersangka oleh pihak Kejari Kaur.
“Untuk saat ini kita masih melakukan pemeriksaan saksi untuk kasus DD Desa Cucupan dan belum menetapkan tersangka. Untuk penetapan tersangka kita tuntaskan pemeriksaan saksi-saksi yang saat ini sedang dalam proses. Karena jumlah kerugian negara dalam kasus DD Cucupan diperkirakan lebih dari Rp 100 juta,” kata Kajari Kaur, Douglas P Nainggolan, SH, MH melalui Kasi Intel Kejari Kaur Pofrizal, SH kepada RB kemarin.
Selain Desa Cucupan, dua desa lagi yang sudah masuk ke penyelidikan Pidsus adalah kasus DD Desa Talang Jawi dan kasus DD Desa Gramat Kecamatan Kinal. Dari tiga desa ini belum ada satu pun kades yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan dana desa tahun 2016.
Tidak hanya itu, beberapa desa lagi juga saat ini sedang dalam penyidikan pihak Intel Kejari Kaur. Dua desa tersebut adalah Desa Aur Ringit Kecamatan Tanjung Kemuning dan Desa Kedataran Kecamatan Maje. Belum diketahui secara pasti apakah kedua desa ini juga akan dilanjutkan ke Pidsus atau tidak. Karena pihak Intel Kejari Kaur sendiri belum mau membocorkan hasil penyelidikan di dua desa tersebut.
“Karena laporannya banyak, jadi satu persatu desa ini akan kita mintai keterangan dan kita selidiki adanya dugaan penyimpangan kasus DDnya. Sementara jumlah personil kita terbatas, sehingga prosesnya pun tidak bisa secepat yang diharapkan,” pungkas Pofrizal kemarin. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

SMAN 10 Pentagon Gandeng Indocita


MOTOVASI: Nampak siswa SMAN 10 Pentagon sangat termotovasi mendengarkan Avin Nadhir terkait pentingnya bahasa inggris.
KOTA BINTUHAN – Untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan berbahasa Inggris semua siswa SMAN 10 Pentagon. Ke depan pihak SMAN 10 Pentagon akan melakukan kerjasama dengan pihak pasilitator dari Indocita. Apa lagi dalam kunjungannya ke SMAN 10 Pentagon Avin Nadhir yang  juga direktur lembaga Indocita berharap Pentagon bisa menjadi sekolah bertarap internasional.
Bahkan Avin Nadhir yang juga pendiri Desa Inggris Singosari saat berkunjung ke SMAN Pentagon sempat memberikan motivasi kepada para siswa.  Seminar motivasi yang bertajuk “I Have a Dream” ini sukses memotivasi seluruh siswa dan dewan guru SMAN 10 Pentagon. Avin Nadhir memberikan kesadaran tentang betapa pentingnya peranan dan doa orang tua dalam meraih jalan kesuksesan di masa depan.
“Tutuplah mata, dan berkhayalah karena dengan mimpi semua keinginan kita dapat terwujud” ujar Avin saat memberikan motivasi dalam seminarnya di SMAN 10 Pentagon kemarin.
Pada seminar tersebut juga, para siswa diberikan pengarahan tentang bagaimana cara mempersiapkan masa depan, melalui keinginan dan semangat dalam diri, serta dengan kemampuan berpikir. Avin juga menunjukkan kepada para siswa bagaimana mengeluarkan kemampuan otak yang sebagian besar tersembunyi dengan cara yang atraktif serta menarik.
Siswa juga diminta menuliskan keinginan dan mimpi yang ingin dicapainya di kemudian hari. Dan sebagai seorang anak bangsa Avin ingin seluruh anak memiliki mimpi yang jelas, karena dengan mimpi itulah kesuksesannya akan tercapai. Avin juga mengajarkan hypnomatika, yaitu teknik menghitung perkalian, penjumlahan, akar dan perpangkatan dengan menggunakan metode bayangan. Trik ini sangat membantu terutama bagi siswa dalam hal hitung-menghitung.
Kehadirannya di SMAN 10 Pentagon ini merupakan salah satu program sekolah dalam percepatan program peningkatan berbahasa Inggris siswa. Untuk menjadi generasi muda yang Go International. Dan siswa Pentagon dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya secara signifikan.
Kepala SMAN 10 Pentagon Yeye Hendri, pertemuan ini diharapkan bisa berlanjut hingga dibangun kerjasama dalam beberapa hal. Di antaranya adalah program liburan siswa baik di dalam mau pun luar Kaur. Untuk menjadikan  SMAN 10 Pentagon sebagai salah satu tujuan kunjungan untuk percepatan berbahasa Inggris.
“Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa kita ke depan akan menggandeng Indocita. Mereka yang akan mendesain serta mendatangkan tenaga pengajar ke Kaur. Kita ingin ke depan semua penggunaan bahasa Inggris yang ada saat ini lebih baik lagi,” pungkas Yeye Hendri kemarin. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Kamis, 03 Agustus 2017

Bank Bengkulu Tambah 3 ATM

Bank Bengkulu  Tambah 3 ATM
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Bank Bengkulu (BB) Cabang Bintuhan terus berusaha semaksimal mungkin meningkatkan layanan kepada nasabah. Salah satunya menambah unit mesin Ajungan Tunai Mandiri (ATM) di sejumlah tempat di Kabupaten Kaur. Dan dipastikan dalam waktu dekat ini BB akan menambah tiga unit ATM di tiga lokasi.
“Penambahan tiga ATM ini masih dalam proses dan insyaAllah dalam waktu dekat ini sudah mulai dibangun,” kata Kepala BB Cabang Bintuhan, Tamrin Yakin SE, kemarin (2/8).
Dikatakannya, sebelum dilakukan pembangunan pihaknya akan melakukan survei ke lokasi untuk menyiapan pembangunan ATM. Untuk lokasi yang akan dibangun ATM itu yakni di RSUD Kaur Desa Cahaya Batin Kecamatan Semidang Gumay, Kantor Cabang Pembantu (Capem) Desa Merpas Kecamatan Nasal dan di Desa Sinar Pagi Kecamatan Kaur Selatan. Dengan akan ditambahnya mesin ATM di beberapa lokasi tersebut diharapkan pelayanan transaksi keuangan jadi lebih mudah. Terutama bagi masyarakat dan ASN di lingkungan Kabupaten Kaur.
“Untuk saat ini ATM kita sudah ada empat titik, penambahan ATM ini untuk memudahkan masyarakat khususnya ASN yang sudah memiliki Kartu Pegawai Elektronik (KPE),” terangnya.
Ditambahkannya, pembangunan ATM tiga unit oleh BB Cabang Bintuhan ini atas permintaan masyarakat dan Pemkab Kaur, pihaknya berharap dengan pembangunan ATM ini transaksi perbankan di Kabupaten Kaur semakin lancar. Apalagi tempat ATM yang akan dibangun ini sudah ramai. Dengan makin meningkatnya jumlah ATM di beberapa wilayah ini akan mampu mendekatkan layanan kepada nasabah.
“Saya berharap makin meningkatnya layanan ini, akan menambah loyalitas nasabah kepada BB. Juga ke depan akan kita usahakan setiap kecamatan itu ada ATM,” jelasnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Sekda Titip Doa Kemajuan Kaur

LEPAS: Sekda Kaur saat melepas 108 CJH asal Kaur menuju asrama haji Bengkulu di Masjid Al-Kahfi Bintuhan, Rabu (2/8).
LEPAS: Sekda Kaur saat melepas 108 CJH asal Kaur menuju asrama haji Bengkulu di Masjid Al-Kahfi Bintuhan, Rabu (2/8).
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Sekretaris daerah (Sekda) Kaur H Nandar Munadi SSos MSi, melepas secara resmi 108 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Kaur menuju asrama haji Bengkulu sebelum diterbangkan ke Jeddah, Kamis (3/8) pagi. Sekda dalam sambutannya selain mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan dan pola makan, juga berharap jamaah berdoa untuk kemajuan Kabupaten Kaur.
“Saya ingatkan kepada jamaah yang berangkat ke tanah suci ini untuk tetap menjaga kesehatan dan jangan lupa makan. Juga jangan lupa saya titip doa agar Kaur lebih maju lagi,” kata Sekda saat melepas 108 CJH asal Kaur di Masjid Al-Kahfi Bintuhan, Selasa (2/8) malam.
Dalam pelepasan tersebut Sekda mengingatkan pimpinan rombongan, pimpinan ibadah dan petugas kesehatan dan para CJH untuk saling berkomunikasi secara intens selama menjalankan ibadah haji. Juga ia mengingatkan semua CJH untuk meluruskan niat dalam melaksanakan rangkaian proses berhaji karena Allah semata. Sehingga nantinya meraih predikat haji mabrur.
“Kami dari pemerintah daerah selalu mendoakan semoga para jamaah selalu dalam lindungan Allah SWT dan kembali ke lagi ke daerah dengan haji yang mabrur,” harapnya.
Ditambahkan Sekda, juga diminta agar semua CJH selalu menjaga kekompakan dan saling melindungi satu sama lainnya. Juga CJH tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 yakni terbangun dengan Kabupaten Kepahiang, Kaur dan Seluma yang akan berangkat pada tanggal 3 Agustus 2017, setiap jemaah haji harus memperhatikan simbol-simbol seperti ketua regu dan tetap menjaga kebersamaan.
“Banyak rintangan dan halangan yang bakal dilalui nantinya. Itu semata-mata hanyalah ujian yang harus dilewati. Untuk itu, hendaknya jamaah selalu menjaga kekompakan jangan sampai nanti hilang,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Kaur H Sipuan SAg MHI mengatakan, dimana dari asrama haji nanti, para jamaah harus mulai menyesuaikan dan membiasakan diri. Kemudian dapat selalu menjaga kesehatan. Karena siang ini akan dilakukan pemeriksaan kesehatan terakhir sebelum diberangkatkan menuju Bandara Internasional Minang Kabau malam ini dan langsung menuju ke Jeddah.
“Kita do’akan semoga tidak ada jamaah dari Kabupaten Kaur selamat, dan menjadi CHJ yang marbrur. Untuk itu para jamaah harus dapat menjaga kesehatan dengan baik agar dapat menunaikan segala rangkaian haji dengan baik,”jelasnya.
Dalam pelepasan yang digelar di Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan kemarin (2/8) sekitar pukul 21.00 WIB, keberangkatan para jamaah haji diiringi isak tangis dan derai air mata dari keluarga yang beramai-ramai datang melepas kepergian mereka ke tanah suci itu. Hadir dalam acara pelepasan ini, Kajari, Pabung, Wakapolres Kaur, Ketua PN Bintuhan, Kakanmenag Kaur, para Asisten, Kabag, Kakan, Kaban, Kadis dan para undangan lainnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Penemuan Bayi Direkonstruksi


REKONTRUKSI: Nampak Ri saat menjalani rekonstruksi kasus dugaan pembuangan bayinya sendiri hingga sang bayi tewas.
KOTA BINTUHAN – Rekontruksi kasus dugaan pembuangan bayi, di Desa Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur kemarin (2/8) digelar di rumah orangtua bayi. Dimana dalam kasus tersebut, Ri (19) dan Mi yang merupakan ibu dan nenek dari bayi malang tersebut, dihadirkan untuk memperagakan kasus pembuangan jasad bayi itu.
Ada dua 32 adegan rekontruksi yang diperagakan dalam rekonstruksi itu, disaksikan Polres Kaur dan Kejari Kaur. Mulai dari Ri kguguran hingga Mi mengambil bayi yang sudah meninggal dan dikuburnya di sekitar sungai Padang Guci. Kendati sudah dilakukan rekonstruksi, namun keduanya masih berstatus sebagai saksi. Hal ini dikarenakan polisi belum menemukan cukup bukti yang mengindikasikan kalau keduanya sengaja membunuh bayi tersebut.
Bahkan usai rekontruksi kemarin, baik Ri dan Mi masih tinggal di rumahnya. Sementara penyidik Polres Kaur masih akan mengembangkan kasus ini, guna  untuk menentukan kepastian hukum terhadap saksi. “Ada 32 adegan rekontruksi yang kita laksanakan ini untuk mengetahui bagai mana kejadian sebenarnya di lapangan. Dan kita juga belum bisa menetapkan Ri dan Mi tersangka karena buktinya belum cukup kuat. Namun kasus ini tetap akan kita kembangkan hingga ada kepastian hukum terhadap ibu dan nenek bayi tersebut,” ungkap Kapolres Kaur, AKB. P Heru Kunprasetyo, S.IK melalui Kasat Reskrim, AKP.Rudy Ginting, S.IK kemarin.
“Kendati masih sebagai saksi namun Ri dan Mi hingga saat ini masih harus wajib lapor. Karena pengembangan kasus ini masih akan kita lakukan lagi nantinya,” sambung Rudy.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Rabu, 02 Agustus 2017

Pemilik Miras 260 Botol, Didenda Rp 6 Juta


KOTA BINTUHAN – Pemilik miras sebanyak 20 botol yang telah diamankan Polres Kaur pada Minggu (29/7) yang lalu kemarin (31/7) menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri (PN) Bintuhan. Dalam sidang yang dipimpin Hakim tunggal Alto Antonio, SH, MH pemilik miras Ya (40) warga Desa Kepala Pasar, Kecamatan Kaur Selatan dikenakan denda Rp 6 juta.
Barang bukti (BB) berupa miras sebanyak 260 botol milik Ya disita dan akan dimusnahkan. Sementara mobil pick up dengan nopol 1227 AF milik Ya diserahkan kembali pada pemiliknya. Dengan sidang tersebut, Ya diminta tidak mengulangi perbuatannya lagi membeli dan menjual miras.
Kepastian ini disampaikan penuntut dari Polres Kaur Bripa H Sitorus usai mengikuti sidang tipiring. Sitorus minta Ya tidak lagi menjual miras. “Denda Rp 6 juta dibayar Ya, kalau tidak harus menjalani hukuman penjara. Kita harap ini tidak terulang,” kata Kasat Sabhara Iptu M Yusman melalui BripkaH Sitorus.
Terpisah Kapolres Kaur AKBP P Heru Kunprasetyo, S.IK melalui Kasat Sabhara Iptu M Yusman mengimbau pada jajarannya untuk selalu melakukan pengawasan terhadap peredaran miras di Kaur. Karena miras dapat merusak generasi muda dan menimbulkan kriminalitas di Kaur. Miras juga dapat menyebabkan perkelahian antara remaja dan kelompok. Dia akan tidak akan segan-segan menyita dan menindak tegas pemilik miras yang terjaring razia.
“Kita akan terus awasi peredaran miras di Kaur. Kita pastikan dalam waktu dekat akan rutin melakukan razia miras di Kaur Selatan, Maje, Nasal dan di Tanjung Kemuning. Tidak hanya miras penjual tuak juga akan kita razia,” demikian Yusman.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Lima Puskesmas dapat Mobnas Baru


MOBNAS: Kepala Dinas Kesehatan Kaur menyerahkan mobnas pada kepala puskesmas kemarin (31/7).
KOTA BINTUHAN – Lima puskesmas rawat inap yang juga sudah terakreditasi di Kaur kembali dapat mobnas baru yang sudah dibagikan kemarin (31/7) pukul 14.00 WIB. Masing-masing Puskesmas Padang Guci, Tanjung Kemuning, Bintuhan, Nasal dan Muara Sahung. Dari lima unit, baru 4 unit mobnas jenis Innova yang dibagikan. Sementara mobnas dobel garden untuk Puskesmas Muara Sahung masih dipesan Dinas Kesehatan Kaur.
Penyerahan empat unit mobnas ini dilakukan Kepala Dinas Kesehatan, Drs. M. Thabri pada kepala puskesmas. Thabri mengingatkan mobnas baru ini khusus untuk pasien rujukan. Harus standby di puskesmas setiap hari, karena bila diperlukan harus ada.
“Untuk meningkatkan pelayanan puskesmas yang sudah terakreditasi, mobnasnya kita tambah. Lima puskesmas ini masing-masing sudah punya dua unit ambulans. Ke depan tiga puskesmas lagi yang belum punya mobnas akan kita anggarkan tahun 2018,” kata Thbari.
Tiga puskesmas yang tahun 2018 juga akan dapat bantuan mobnas adalah Puskesmas Tetap, Beriang Tinggi dan Tanjung Iman. Dengan bantuan ini Dinkes berharap pelayanan puskesmas akan lebih baik lagi. Baik itu pelayanan dalam bidang kesehatan maupun rujukan.(cik/krn)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Rawan Laka Lantas


LAKA LANTAS: Laka lantas yang terjadi di simpang empat depan BNI Kaur berapa waktu lalu.
KOTA BINTUHAN – Meningkatnya jumlah kendaraan di Kaur harus jadi perhatian pemkab. Karena jumlah laka pun setiap tahun terus meningkat. Sementara di Kaur masih minim rambu-rambu lalu lintas, juga traffic light. Di Kota Bintuhan, Kecamatan Kaur Selatan saja hanya ada satu traffic light dan sejak terpasang sampai kini tidak berfungsi. Padahal di Kota Bintuhan butuh empat traffic light, terutama di simpang empat yang padat lalu lintas.
Seperti di simpang empat depan BNI, simpang empat Polsek Kaur Selatan, simpang tiga Desa Kepala Pasar dan simpang tiga masuk komplek perkantoran. Karena di empat lokasi tersebut sering terjadi laka lantas, baik tabrakan antar motor dengan mobil dan sebagainya.
“Kalau pagi dan sore persimpangan di sekitar Lapangan Merdeka sangat rawan laka. Setiap hari hampir selalu ada laka lantas. Kita butuh traffic light, karena mulai padatnya kendaraan,” kata Lurah Bandar Bintuhan, M. Amin.
Warga sekitar juga berharap pos lantas di simpang BNI diaktifkan. Warga berharap ada petugas yang setiap hari berada di pos lantas depan Lapangan Merdeka. Sehingga jalan di sekitar lapangan tidak jadi ajang kebut-kebutan anak yang baru bisa bermotor.
“Kita sangat berharap ada traffic light di simpang empat dekat lapangan. Apalagi kalau pagi dan sore lalu lintas padat. Kita berharap ini juga jadi perhatian dari dinas terkait, agar kawasan tertib lalu lintas di Kaur lebih baik lagi,” tukas Camat Kaur Selatan, Hazairin.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

BKD dan PSDM Konsultasi ke Polda – Pengangkatan Bidan PTT

KOTA BINTUHAN – Hingga saat ini nasib 33 bidan dan dokter PTT yang belum diangkat menjadi CPNS masih belum jelas. Sampai kemarin (28/7) Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD dan PSDM) Kaur belum bisa memutuskan jadwal pengangkatan bidan dan dokter PTT tersebut. Surat dari BKN Palembang yang menjadi dasar pengangkatan bidan dan dokter PTT masih berada di Polda Bengkulu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Sekda Kaur, Nandar Munadi, S.Sos, M.Si saat dikonfirmasi, kemarin (28/7). Menurut Nandar, saat ini pihaknya masih menunggu hasil konsultasi pihak BKD dan PSDM Kaur dengan Polda Bengkulu. Karena BKD dan PSDM Kaur butuh bukti dasar pengangkatan 33 bidan PTT yang tersisa untuk dasar mengeluarkan SK-nya.
Karena tanpa dasar, maka pengangkatan bidan dan dokter PTT yang tersisa tidak bisa dilakukan. Kendati pun bisa, maka pihak Pemkab Kaur harus kembali ke BKN Palembang untuk mengambil surat dasar pengangkatan bidan dan dokter PTT yang tersisa. Pihaknya juga berharap Polda Bengkulu dapat memberikan data yang diperlukan BKD dan PSDM untuk meneruskan pengangkatan bidan dan dokter PTT yang tersisa.
“Kapan bidan dan dokter PTT akan diangkat belum dapat saya pastikan. Karena surat yang menjadi dasar untuk mengangkat menjadi CPNS semuanya saat ini di Polda Bengkulu. Untuk itu kita tunggu dulu bagaimana petunjuknya, apalagi masih dalam pengusutan kasus OTT di Polda Bengkulu,” kata Nandar.
Sementara itu hingga saat ini pihak penyidik Polda Bengkulu masih terus melakukan pengembang kasus OTT dengan melakukan pemeriksaan para saksi yang terdiri dari para bidan PTT. Polisi juga masih terus mengusut aliran dana bidan dan dokter PTT yang disampaikan kepada oknum pejabat BKD dan PSDM Kaur, Bu yang sudah diamankan di Polda Bengkulu.
Bahkan sampai saat ini pihak penyidik Polda Bengkulu masih berada di Kaur untuk terus melakukan pemeriksaan. Belum diketahui bakal ada tersangka lain atau tidak, karena pengusutan masih terus berlanjut. Untuk diketahui ada 99 bidan dan dokter PTT yang lulus tes CPNS oleh Kemenkes RI. Sebanyak 66 orang sudah mendapatkan SK CPNS dan 33 belum mendapatkan SK. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Bakar Sampah, Los Pasar Terbakar

TERBAKAR: Kondisi bangunan los pasar di desa Bangun Jiwa Kecamatan Luas, Senin (31/7) malam.
TERBAKAR: Kondisi bangunan los pasar di desa Bangun Jiwa Kecamatan Luas, Senin (31/7) malam.
LUAS, Bengkulu Ekspress – Warga Desa Bangun Jiwa Kecamatan Luas Kabupaten Kaur, Senin (31/7) malam tiba-tiba heboh. Hal ini setelah los pasar atau tempat berdagang di desa setempat nyaris ludes terbakar. Beruntung api cepat diketahui warga karena api saat itu mulai menjalar ke bagian atap los pasar tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sebab los pasar ini sudah lama tidak dipakai oleh pedagang.
“Waktu kebakaran itu, api cepat dipadamkan warga, sehingga dari empat los pasar itu hanya satu los yang terbakar,” kata Kepala Desa (Kades) Bangun Jiwa, Kuriyanto, kemarin (1/8).
Data terhimpun Bengkulu Ekspress, peristiwa kebakaran los pasar yang terletak di belakang rumah Kamal Abas (63) itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut Kades, bangunan los pasar sebanyak 4 unit itu memang sudah lama tidak digunakan lagi dan saat ini sudah menjadi tempat masyarakat menyimpan kayu bakar. Kebakaran ini pertama diketahui warga setempat yang melihat kobaran api di los pasar itu. Kemudian ia mendengar teriakan minta tolong warga sekitar. Mendengar teriakan itu, warga langsung keluar rumah dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Meskipun sudah membakar bagian atap los pasar, namun banyaknya warga yang ikut memadamkan api membuat api mudah dijinakkan. Beruntung api tidak meluas ke los pasar lainnya. Sepuluh menit kemudian dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) datang ke lokasi untuk memastikan api benar-benar padam.
“Los pasar ini terbakar karena ada warga yang membakar sampah di dekat los dan api menyambar ke kayu kering di dalam los pasar. Los pasar ini memang sudah tidak dipakai lagi dan sekarang tempat penyimpanan kayu bakar,” terang Kades.
Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Prianggodo Heru Kunprasetyo S IK melalui Kapolsek Kaur Tengah AKP Tasrin SH, yang turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan api dapat dipadamkan warga enam menit setelah ketahuan. Api meludeskan bagian los pasar milik pemerintah itu, dan kerugian ditaksir kerugian mencapai jutaan rupiah.
“Berkat kesigapan masyarakat sekitar, api dengan cepat dipadamkan. Sehingga tidak merambat ke los lain atau rumah sekitarnya. Kalau sumber api ini diduga dari api sampah belakang los pasar,” jelas Kapolsek.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Tunjangan Naik, Mobnas Ditarik

Tunjangan Naik, Mobnas Ditarik
TARIK: Para anggota dewan Kaur saat menyerahkan Mobnas ke Pemkab Kaur di halaman DPRD Kaur, Selasa (1/
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Sebanyak 22 mobil dinas (Mobnas) anggota DPRD Kaur, mulai kemarin (2/8) ditarik atau dikandangkan di halaman kantor DPRD Kaur. Hal itu menyusul disahkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Hak Keuangan dan Administratif DPRD Kaur menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam sidang paripurna, Senin (31/7).
“Berdasarkan PP Nomor 18 Tahun 2017, Mobnas ini memang harus kita kembalikan. Karena dewan ini sudah mendapat tunjangan mobil,” kata Kabag Umum Setda Kaur, Rigunawanto SE, saat melakukan pendataan Mobnas DPRD Kaur, kemarin (1/8).
Dikatakannya, dalam Perda yang berisi tentang tambahan tunjangan untuk DPRD itu mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasif Pimpinan dan Anggota DPRD yang sudah ditandatangani Presiden akhir bulan Mei lalu. Berdasarkan Pasal 2 ayat (1) poin (a) PP Nomor 18 tahun 2017 itu, anggota dan pimpinan DPRD akan mendapat tunjangan beras, keluarga, dan komunikasi intensif. Tiga tunjangan ini merupakan tambahan dari sederetan tunjangan yang sudah ada sebelumnya sudah diperoleh anggota dewan.
“Kenaikan penghasilan dewan sesuai PP No 18 tahun 2017 ini akan mulai berlaku Agustus 2017 ini, makanya hari ini seluruh Mobnas dewan ini mulai kita tarik semua, dan nanti mobil ini akan digunakan sesuai kebutuhan OPD,” terangnya.
Diakuinya, pengembalian mobil plat merah tersebut khusus untuk anggota dewan saja, namun untuk unsur pimpinan, mempunyai hak, sesuai dengan PP 18 tersebut. Setelah mobil yang ada sudah dikembalikan anggota dewan tersebut, mereka sudah diberikan uang jasa transportasi selama dalam bertugas.
“Jasa transportasi yang digunakan seperti naik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, yang terpenting peran tugas mereka maupun fungsi mereka tetap terlaksana, tapi untuk tiga unsur pimpinan tetap pakai Mobnas,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota DPRD Kaur, Abdul Hamid SPd, mengaku, meski Mobnas DPRD ditarik, namun hal itu tidak akan mengurangi kinerja legislatif. Sudah begitu, penarikan itu sudah sesuai PP Nomor 18 Tahun 2018.
“Untuk sementara, kami akan menggunakan mobil pribadi atau angkutan umum dalam berdinas, dan Mobnas mulai hari ini sudah saya serahkan ke Pemda,” katanya singkat.
Sebagaimana diketahui, mulai Agustus anggota DPRD Kaur akan dapat tunjangan transportasi Rp 7,5 juta per bulan. Kemudian gaji dan tunjangan lain Rp 4,7 juta, tunjangan rumah Rp 5 juta. Jika ditotalkan, setidaknya Rp Rp 27,7 juta. Ini belum ditambah gaji 13 dan 14 sebesar satu bulan gaji dan tunjangan reses selama tiga kali setahun dengan totalnya bisa mencapai Rp 10 juta. Jika ditotal semua pendapatan anggota dewan Kaur dalam satu tahun mencapai Rp 332,4 juta paling kecil. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India