Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Jumat, 19 Mei 2017

Target 1.800 Ekor Sapi Bunting

Sapi
SUNTIK: Dokter hewan Dispertan Kaur saat melalukan penyuntikan program Upsus Siwab sapi warga Desa Padang Petron Kecamatan Kaur Selatan, Rabu (17/5). (Foto IRUL/BE).
 BINTUHAN,BE– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur melalui Dinas Pertanian (Dispertan) Kaur berkomitmen mendukung program nasional Upaya Khusus Sapi Indukkan Wajib Bunting (Upsus Siwab) 2017. Untuk itu, dalam rangka mendukung program tersebut, Dispertan Kaur memberi target inseminasi buatan alias kawin suntik bagi 1.800 ekor sapi betina produktif pada 2017 ini.
“Dari target 1.800 sapi yang dilakukan inseminasi buatan tersebut, yang sudah dilakukan penyuntikan sekitar 200 ekor sapi yang terjadi kebuntingan,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Kaur Nasrul Rahman S hut didampingi Kabid Peternakan Didi Yanipi S Hut melalui Kasi Hewan dr Rahmad Fajar saat melalukan Upsus Siwab di Desa Padang Petron Kecamatan Kaur Selatan, kemarin (17/5).
Dikatakannya, kegiatan Upsus Siwab sasarannya semua sapi betina siap bunting, yang berumur 2-8 tahun dan belum bunting. Dimana keuntungan mengikuti Upsus Siwab akan mendapatkan pelayanan Kawin Suntik (IB), mendapatkan suplemen, penganan dan pengobatan terhadap sapi yang mengalami gangguan dan semua pelayanan yang diberikan secara gratis.
“Upsus Siwab ini hanya untuk sapi betina, dan kalau untuk sapi jantan dan masih kecil kita hanya berikan vaksin Septicemia epizootica (SE) saja, dan ini semuanya gratis dan hari ini sudah 30 ekor sapi kita upsus siwab,” terangnya.
Ditambahkannya, proses inseminasi buatan hingga kini berjalan lancar. Program Upsus Siwab ini dilakukan secara bertahap, yakni pertama sapi betina produkti harus diperiksa kondisinya dulu apakah dalam keadaan bunting atau tidak. Jika dipastikan tidak bunting maka layak untuk dilakukan IB. Namun, katanya, sapi betina yang dapat dilakukan IB harus dalam kondisi birahi atau jika belum birahi, harus disuntikan hormon untuk merangsang hal itu terjadi. Setelah sapi bunting maka butuh waktu 8-9 bulan baru dilahirkan
“Selang waktu 28 hari setelah terjadi birahi buatan maka dilakukan pengecekan kembali atas sapi betina apakah sudah masuki masa kawin, dan kalau proses bunting gagal maka kita akan melakukan IB lagi hingga berhasil,” tandsanya.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

44 Bidan dan Dokter PTT Terima SK CPNS

Bengkulu
IRUL/Bengkulu Ekspress SERAHKAN: Bupati Kaur, Gusril Fauzi saat menyerahkan secara simbolis SK CPNS bidan dan dokter PTT di GSG Pemkab Kaur, Selasa (16/5).
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Sebanyak 44 bidan dan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang dinyatakan lulus CPNS beberapa waktu lalu, akhirnya menerima surat keputusan (SK) CPNS, Selasa (16/5).  Sedangkan sisanya sebanyak 55 bidan dan dokter PTT lainnya, SK-nya akan diserahkan tahun 2018 nanti. Surat Keputusan diberikan langsung oleh Bupati Kaur Gusril Fauzi SSos secara simbolis kepada perwakilan pegawai di Gedung Serba Guna (GSG) Pemda Kaur.
“Saya minta kepada bidan dan dokter yang sudah menerima SK CPNS ini agar lebih meningkatkan pengabdiannya kepada masyarakat, dan jangan hanya mau menerima gaji buta,” kata bupati di hadapan 44 CPNS pada acara penyerahan SK CPNS di GSG, kemarin (16/5).
Dalam sambutanya bupati berpesan kepada  para CPNS agar memahami peraturan perundang-undangan yang ada dan menjadikannya pedoman dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat. Juga bupati menekankan agar para bidan dan dokter yang menerima SK dapat bekerja dengan baik, disiplin, ikhlas dan tuntas.  “Saya ingatkan kepada para CPNS yang telah menerima SK itu untuk lebih meningkat kerja dan mengikuti aturan yang ada,” harap bupati.
Ditambahkan bupati, bidan dan dokter yang belum menerima SK, agar bersabar karena masih dalam proses. Juga pihaknya berjanji untuk SK CPNS bagi 55 bidan dan dokter diserahkan selambat-lambatnya pada tahun 2018 mendatang. Namun bupati meminta kepada para bidan dan dokter PTT yang belum menerima itu untuk selalu bersabar dan tetap menjalankan tugasnya semaksimal mungkin.
“Saya minta kepada para bidan dan dokter yang belum menerima SK CPNS itu untuk tetap bersabar, dan kita usahakan secepat mungkin SK itu diserahkan,” terang bupati.
Sementara itu, salah satu bidan PTT yang bertugas di Kecamatan Lukang Kule, Aria, merasa kecewa dengan pembagian SK yang dilakukan bupati itu. Sebab ia dengan para CPNS yang telah menerima SK itu tidak ada bedanya. Ia juga tidak tahu kenapa 55 SK CPNS itu tidak dibagikan secara serentak.
“Saya itu sudah belasan tahun kerja.  Sedangkan yang baru dua tahun sudah dapat SK, padahal saya ini kerja sudah tidak ada lagi gaji, dan saya disini merasa merana,” kesalnya sambil meneteskan air mata kemarin (16/5).
Sebagaimana diketahu, untuk Kabupaten Kaur ada 99 bidan dan dokter PTT yang dinyatakan lulus CPNS tahun 2017 ini.  Namun dari 99 itu bar 44 yang menerima SK, diantaranya 40 bidan dan 4 diantaranya dokter umum dan gigi.  Sedangkan  sisanya 54 bidan dan 1 dokter lagi yang belum menerima SK karena masih diproses di BKN Palembang. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Warga Demo Bawa Tombak, Desak Tutup Galian C

Bengkulu
IRUL/Bengkulu Ekspress DEMO: Ratusan warga dari desa di Kecamatan Pagulir saat melakukan aksi demonstrasi dan membawa tombak mendesak penutupan galian C, Senin (15/5).
PAGULIR, Bengkulu Ekspress – Desakan warga untuk penutupan sejumlah galian C di Padang Guci Hilir (Pagulir), semakin menjadi. Setelah sebelumnya sempat menggelar aksi demonstrasi, kemarin (15/5), ratusan warga kembali berkumpul di lapangan sekitaran desa setempat.  Bahkan kali ini beberapa warga terlihat membawa tombak, pedang dan juga golok dalam menggelar aksi.  Mereka meminta pemerintah menutup galian C yang dinilai merusak jalan dan juga menyebabkan persawahan penduduk kering.
“Kami dari masyarakat Padang Guci Hilir menolak adanya aktivitas galian C di wilayah kami, karena galian C sudah merugikan masyarakat,” kata Usman (54), perwakilan warga Talang Jawi I saat mengelar aksi di lapangan Desa Talang Jawi II, kemarin (15/5).
Aksi demontasi sendiri digelar di lapangan samping balai Desa Talang Jawi II Padang Guci Hilir (Pagulir). Sedikitnya ada 150 warga yang menamakan dirinya Forum Peduli Lingkungan dan Penyelamat Daerah Aliran Sungai (DAS) membawa Sajam menggelar aksi memperlihatkan tombak dalam menyampaikan aspirasinya. Warga meminta Pemkab Kaur untuk secepatnya menutup galian C yang ada.  Aksi demontrasi ini bertemakan, ”Kami masyarakat Padang Guci Hilir, menolak segala aktivitas penambangan batu dan pasir di sungai Padang Guci”.
“Lihatlah sekarang jalan kami ini sudah hancur dan berdebu, ini karena truk galian C yang setiap hari mengangkut material pasir ini,” serunya.
Dikatakannya, dalam orasinya itu masyarakat tetap menolak dengan adanya keputusan Pemda yang yang akan membuka kembali kegiatan galian C di wilayah Padang Guci Hilir itu. Sebab dari hasil pengamatan masyarakat setempat, galian C itu sudah menyebabkan dampak lingkungan seperti abrasi, kekeringan/irgasi sudah tidak dapat dialiri oleh air, dan juga jalan rusak serta menyebabkan korban jiwa akibat jalan rusak.  Juga apabila tetap beroperasi galian C tersebut, warga akan membakar kendaraan truk dan juga apabila ada orang nekat untuk tetap beraktivitas, maka masyarakat tidak akan segan-segan membakar dan menombak orang tersebut.
“Ini kami tidak main-main, dan kami warga siap membakar mobil atau orang yang masih melakukan aktivitas galian C di wilayah kami ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kasat Sabara Iptu Yusman yang turun langsung ke lokasi demo itu mengatakan, aksi damai warga yang menuntut penutupan tambang galian C di wilayah Pagulir itu berjalan lancar dan tidak ada keributan.
“Semuanya berjalan lancar, karena dalam kegiatan ini mereka melakukan simulasi terkait dengan aktivitas galian C jika tetap beroperasi lagi,” terangnya.
Di lain sisi Pemkab Kaur kemarin (15/5) menggelar rapat di aula lantai III Setda kaur membahas terkait dengan galian C yang ada di Pagulir.  Dimana hasilnya Rapat yang dipimpin Sekda Kaur, Nandar Munadi SSos MSi, dihadiri para perangkat desa, Kades dan juga para pengusaha galian C memutuskan tiga galian C yang ada tetap diperbolehkan operasi namun wajib memberikan kompensasi dengan masyarakat dan memperbaiki jaringan irigasi mengaliri sawah warga.
“Hasil kajian yang kita lakukan dampaknya tak terlalu besar, jalan kita minta sama sama diperbaiki, sementara air sungai diminta untuk dikeruk,” kata Sekda Kaur usai memimpin rapat kemarin. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

900 Nelayan Dapat Kartu

nelayan
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Dinas Perikanan Kabupaten Kaur menyebutkan sampai saat ini sudah menyalurkan kartu nelayan kepada 900 nelayan atau sekitar 32 persen dari total 2.500 nelayan di Kabupaten Kaur.  Sedangkan untuk yang lainya masih dalam proses pembuatan.
“Kita punya nelayan sekitar 2.500 orang, dan yang sudah dapat kartu identitas nelayan sudah mendekati 900 orang. Tapi kalau yang terdaftar itu sudah 1.200 orang,” kata Kepala Dinas Perikanan Kaur, Edwar Heppy SSos melalui Sekretaris Wanki Destriandi SE MM, kemarin (12/5).
Dikatakannya, progam pemberian kartu nelayan itu merupakan program nasional yang diberlakukan sejak beberapa tahun lalu. Juga bagi nelayan yang belum memiliki kartu nelayan segera diproses. Sebab kartu nelayan itu sebagai salah satu kartu identitas nelayan seperti hal kartu tanda penduduk (KTP), karena memiliki nomor induk nelayan secara nasional.
“Kartu nelayan juga memiliki barcode khusus sehingga tidak dapat dipalsukan, ditukarkan atau pindah tangan,” katanya.
Lanjutnya, kartu nelayan merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan, karena kartu ini merupakan persyaratan pokok bagi nelayan untuk mendapatkan bantuan hibah, pemberdayaan dan program kesejahteraan lainnya yang dibiayai kementerian dan Pemda Kaur.
“Sekarang tanpa kartu identitas nelayan, para nelayan tidak bisa lagi menerima bantuan sosial dan hibah yang disiapkan pemerintah,” ujarnya.
Ditambahkannya, dalam ketentuan ada tiga jenis nelayan yang berhak mendapatkan identitas kartu nelayan yakni pertama, nelayan penuh yang 100 persen hidupnya bergantung pada hasil menangkap ikan dilaut. Kedua nelayan sambilan utama dan ketiga nelayan sambilan.
“Tidak ada kategori nelayan miskin terkait pemberian identitas kartu nelayan, semua nelayan harus memperoleh kartu ini.  Makanya saya minta kepada nelayan yang belum urus segera diurus kartu nelayan ini,” tandasnya. (618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Cerdas Gunakan Internet

Bengkulu
IRUL/Bengkulu Ekspress SOSIALISASI: Para guru dan masyarakat saat mengikuti sosialisasi pembinaan kapasitas aparatur dan masyarakat dalam implementasi TIK melalui internet cakap di hotel Zalfa, Selasa (9/5/2017).
Mei 10, 2017 @ 17:00
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Maraknya konten pemberitaan palsu (hoax) di dunia internet semakin meresahkan. Atas kondisi tersebut, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Persandian (KISP) Provinsi Bengkulu meminta masyarakat agar cerdas dalam menggunakan internet dalam media sosial (Medsos), serta mewaspadai derasnya konten hoax, terutama yang tersebar melalui sosial media.
“Sebagai pengguna kita harus berlaku cerdas, kreatif dan produktif dalam memanfaatkan internet,” kata Kabid Hubungan Media KISP Provinsi Bengkulu Media Puthut Eko Pramono MSi, saat membuka sosialisasi pembinaan kapasitas apartur dan masyarakat dalam implementasi TIK melalui internet cakap di aula hotel Zalfa Bintuhan, kemarin (9/5/2017).
Dikatakannya, saat ini tidak semua masyarakat memiliki kemampuan mengenali atau memahami konten yang disampaikan di dunia maya, sehinga kewaspadaan harus ditingkatkan. Sebab perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada media sosial sulit dikendalikan, berbeda halnya dengan radio, televisi dan media cetak. Untuk itu kita sebagai penguna internet medsos harus selektif dalam memilah berita.
“Setiap kali kita akan menggunakan medsos maka sebaiknya memikirkan terlebih dahulu apa tujuan kita menggunakan medsos. Sehingga ketika ada berita-berita yang masuk kita bisa pilah pilih berita yang benar atau salah,” tuturnya.
Lanjutnya, kini memang tidak dapat dimungkiri dengan kehadiran medsos yang ramai dipergunakan dalam kehidupan keseharian sedikit banyak telah mengubah pola pikir penggunanya. Sehingga, sebagai pengguna media sosial yang cerdas kita harus tetap waspada dan berhati-hati dalam penggunaannya. Sebab media sosial memiliki dampak positif dan negatif.
“Kalau dampak positifnya orang bisa bersosialisasi kepada banyak orang dengan waktu yang efektif dan juga memberitahukan sebuah informasi yang baik,” terangnya.
Ditambahkannya, medsos saat ini seakan menjadi sasaran empuk bagi mereka yang ingin menebar kebencian dan kejahatan dengan menyebarkan berita bohong. Sebab masyarakat kini banyak bergantung pada Medsos. Baik sekadar berbagi kabar, berbagi foto, bahkan untuk mendapatkan informasi. Untuk itu melalui sosialisasi ini para peserta bisa memilah berita yang benar atau berita yang cuma menebar kebencian dan bohong.
“Masyarakat harus mulai berpikir panjang serta cerdas melakukan cek and ricek terkait kebenaran sebuah berita, dan diharapkan melalui kegiatan ini masyarakat akan lebih cerdas dan jadilah pengguna internet dengan bijak,” tandasnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Bustasar: Kedepankan Lima Budaya Kerja


BINTUHAN,BE– Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Drs. H. Bustasar MS M Pd mengingatkan, Kakan Kemenag Kaur H Sipun S Ag MM baru maupun lama agar melaksanakan tugas berdasarkan lima budaya kerja. Hal itu ia sampaikan pada saat acara pisah sambut Kepala Kemenag Kaur baru H Sipun S Ag MM kepada H Arsan S Ibrahim M HI, Selasa (9/5). (Foto IRUL/BE).
“Saya mengajak semua jajaran Kemenang agar megedepankan mewujudkan lima nilai budaya kerja, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovatif, Tanggung Jawab dan Keteladanan,” kata Bustasar dalam sambutannya kemarin (9/5).
Oleh sebab itu, Kakanwil menghimbau Kakan kemenag Kaur H Sipun yang baru maupun yang lama untuk meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah terkait, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terutama di dalam internal Kemenag itu sendiri. Selain mengucapkan selamat kepada Kakan kemenag yang baru maupun yang lama agar dalam menjalankan amanah hendaknya dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab serta penuh keikhlasan.
“Saya berharai dengan adanya rotasi dijajaran Kemenang ini kerja Kemenag makin meningkat lagi, dan saya yakin mereka yang diberi tugas ini bisa menjalankannya dengan baik,” harapnya.
Wakil Bupati Kaur Hj Yulis Suti Sutri yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada pejabat lama H Arsan S Ibrahim M HI yang saat ini menjabat Kemenag Bengkulu Selatan, yang telah berkontribusinya selama ini dalam membangun keagamaan di Kabupaten Kaur.
“Saya atas nama Pemda mengucapkan terima kasih banyak kepada pak Arsan dalam pembangunan agama di Kaur ini,” sampainnya.
Ditambahkan Wabup, ia mengharapkan Kemenang terus menjalin koordinasi dan kerjasama dalam menjalankan program keagamaan dan pelayanan ke masyarakat. Perananan Kemenag, dirasakan sangat memberi penguatan bagi Pemkab, terutama dalam upaya penyelenggaraan pemerintahan.
“Salah satu penghargaan sebagai salah satu daerah dengan penyelenggaraan pemerintahan terbaik, yang kita terima beberapa waktu lalu, tidak terlepas dari buah pelayanan dan kinerja Kemenag selama ini,” ujarnya.
Sementara itu, disamping perkenalan diri H Sipun dalam sambutannya menyampaikan, dirinya siap sepenuh hati untuk melanjutkan rencana kegiatan Kakan Kemenag lama dan menerima program keagamaan yang digulirkan oleh Pemkab Kaur sebelumnya.
“Insyallah saya bersama jajaran Kemenag Kaurakan bekerja sama untuk melanjutkan program kerja Kemenag Kaur yang belum tercapai selama ini,” singkatnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Gusril Ajak Kapolres Bersama Bangun Kaur


Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos bersama jajarannya melaksanakan acara pisah sambut Kapolres Kaur yang lama AKBP Bambang Purwanto, S.IK dan Kapolres Kaur baru AKBP. P. Heru Kunprasetyo, SIK di rumah dinas bupati.
KOTA BINTUHAN – Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos bersama jajarannya melaksanakan acara pisah sambut Kapolres Kaur yang lama AKBP Bambang Purwanto, S.IK dan Kapolres Kaur baru AKBP. P. Heru Kunprasetyo, SIK di rumah dinas bupati. Acara ini juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Kaur, diantaranya Kajari Kaur Douglas P Nainggolan, Dandim 0408 BS Letkol RBM Simarmata, Ketua PN Bintuhan Fajar. Juga hadir Kepala Kemenag Kaur Sipuan serta para perwakilan pimpinan bank yang ada di Kaur.
“Kita sudah lama bersama Pak Bambang, dan beliau selalu memberikan masukan dan hal-hal yang positif dalam membangun Kaur. Kepada Pak Heru yang baru bertugas di Kaur, saya harapkan ke depan kerjasamanya semakin baik dalam membangun Kaur,” harap Gusril.
AKBP Bambang Purwanto lebih kurang tiga tahun tugas di Kaur, dalam sambutan terakhirnya sebagai Kapolres Kaur, dia meminta agar hubungan yang telah terjalin dapat lebih baik lagi. Bambang Purwanto juga berharap kegiatan keagamaan yang selama ini ada terus ditingkatkan oleh jajaran Polres Kaur.
“Saya mohon pamit dan minta maaf jika banyak kesalahan. Saya juga minta dukungan agar di tempat yang baru bisa lebih baik lagi,” ujarnya.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Ikuti Lomba MTQ

KOTA BINTUHAN – Selain hiburan rakyat dan senam bersama Pemkab Kaur, mulai kemarin (18/5) juga digelar lomba MTQ tingkat Kabupaten Kaur. Kegiatan yang dibuka langsung Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos dengan jumlah peserta yang hadir melebihi target. Ada 313 peserta yang mengikuti MTQ yang dipusatkan di Masjid Al Kahfi Bintuhan.
Ada 15 cabang yang dilombakan dalam MTQ kali ini yaitu cabang adzan, cabang syahril quran, tartil quran, tilawah dewasa, cabang bintang qasidah, fahmi quran, pidacil, nasyid, tilawah remaja, cabang tilawah anak-anak, hifdzil quran dan cabang tari kipas.
Gusril Gauzi menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Dia berharap bisa menjadikan Kaur sebagai kabupaten yang religius. Bupati juga berharap dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan MTQ tingkat kabupaten ini terus terlaksana dengan baik ke depannya.
“Kita sangat mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini. Saya pastikan ini akan menjadi agenda tahunan di Kaur. Dengan kegiatan ini kita harapkan Kaur bisa menghasilkan pembaca-pembaca Alquran yang baik dan mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan internasional,” kata Gusril.
Terpisah, Kabag Kesra Pemkab Kaur, Robi Antomi mengungkapkan jumlah peserta yang mendaftar dan ikut MTQ tingkat kabupaten kali ini jauh lebih banyak dari perkiraan. Sehingga panitia terpaksa harus membagi berbagai cabang lomba di tempat-tempat berbeda. Sebab, Masjid Agung Al Kahfi tidak mampu menampung semua peserta lomba MTQ secara bersamaan.
“Kita akui antusias masyarakat Kaur ikut MTQ di luar dugaan. Ini akan terus kita tingkatkan setiap tahunnya. Apalagi dengan dukungan penuh bupati. Untuk yang juara dan nilainya memenuhi standar akan mewakili Kaur di MTQ tingkat provinsi,” terangnya.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Bupati Lepas Tukik dan Tanam Pohon


TANAM POHON: Bupati Kaur, Gusril Fauzi melakukan penanaman pohon di kawasan objek wisata Wahyawang Kecamatan Maje, Kamis (18/5).
KOTA BINTUHAN – Dalam rangka HUT ke-14 Kabupaten Kaur, Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos bersama istri Ny. Poppy Gusril melakukan pelepasan tukik dan penanaman pohon di objek wisata Linau dan Wahyawang Kecamatan Maje, kemarin (18/5). Bupati Kaur juga menyaksikan langsung pengibaran slogan HUT Kaur ke-14 di dasar laut Linau.
Sebelumnya, Bupati melakukan penanaman terumbu karang secara simbolis di Linau. Juga hadir dalam kesempatan itu Sekda Kaur Nandar Munadi, S.Sos dan beberapa pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Kaur. Kegiatan ini dimotori Dansposal TNI AL Lettu Adi Purwanto.
Gusril menyambut baik berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh berbagai organisasi, dinas dan perusahaan dalam memeriahkan HUT Kaur tahun ini. Apalagi kegiatan–kegiatan tersebut bisa membawa nama baik Kaur dan mempromosikan Kaur ke daerah luar.
“Berbagai kegiatan yang saat ini kita lakukan dalam HUT Kaur, semuanya baru dan beda. Kegiatan tidak hanya dimotori Pemkab Kaur saja namun juga pihak-pihak lain. Mari kita bersama memajukan Kaur agar lebih baik lagi ke depannya. Karena masih banyak potensi yang dapat kita gali terutama potensi wisata,” kata Gusril.
Dia mengaspresiasi kegiatan penanaman tiga ribu pohon di Maje yang dilakukan ratusan pelajar. Pohon yang ditanam berupa cemara pantai, bakau dan ketapang. Selain untuk melindungi kawasan objek wisata Wayhawang, juga untuk memperindah kawasan wisata tersebut.
“Kita ingin objek wisata di Kaur ini tetap dijaga, baik kebersihan, kelestarian dan pengelolaannya. Saya yakin jika benar-benar dikelola dengan baik, objek wisata di Kaur ini akan lebih baik dari yang ada di Provinsi Bali,” kata Sekda Sekda Kaur Nandar Munadi, S.Sos.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Bandit Gasak Mobil Milik PNS BKD

KOTA BINTUHAN – Aksi pencurian di Kabupaten Kaur marak. Kali ini korban pencurian Syaiful Bahri (35), warga Desa Padang Panjang, Kecamatan Semidang Gumay. Mobil Honda Mobilio miliknya nopol BD 1855 W yang terparkir di samping rumahnya hilang.
Tidak hanya itu saja pelaku juga berhasil menggasak dua unit handphone merk OPPO Neo 7 dan Croos A7s yang berada dalam rumah korban. Peristiwa yang menghebohkan warga Semidang Gumay itu terjadi pada Kamis (18/5) antara pukul 02.00-06.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban yang merupakan PNS BKD Kaur itu mengalami kerugian mencapai Rp 225 juta. Kejadian itu telah dilaporkan ke Mapolsek Kaur Tengah, kemarin.
“Laporan pencurian mobil sudah kita terima dan saat ini anggota baik dari Polres Kaur dan Polsek Kaur Tengah sedang melakukan penyelidikan terhadap pelaku,” terang Kapolres Kaur AKBP P Heru Kunprasetyo, S.IK melalui Kasat Reskim AKP Rudy Ginting, S.IK.
Data terhimpun, malam itu korban pulang ke rumah dan langsung memarkirkan mobilnya di garasi samping rumah. Sekitar pukul 06.00 WIB korban bangun dan ingin mandi, rencananya setelah itu korban akan berangkat kerja di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kaur. Saat berjalan ke dapur, korban melihat pintu belakang rumah terbuka.
Saat itu korban pun bertanya pada istrinya Deasy, namun istri korban tidak mengetahui siapa yang membuka pintu dapur. Saat itulah korban curiga dan melakukan memeriksa HP yang berada di atas meja ruang tamu sudah hilang. Bahkan saat keluar rumah, korban sangat terkejut karena mobilnya juga sudah hilang.
Kasus pencurian ini merupakan pencurian ketiga yang terjadi di Kaur selama 2017. Dua kasus sudah terungkap dan satu ini masih dalam penyelidikan. “Kita imbau kepada masyarakat saat ini untuk lebih waspada, apalagi kasus pencurian saat ini terus meningkat,” kata Kasat Reskrim.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Empat Artis Ibukota Ramaikan HUT Kaur

KOTA BINTUHAN – Puncak HUT ke-14 Kabupaten Kaur pada tanggal 23 Mei 2017 akan dirayakan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada HUT Kaur kali ini, Pemkab Kaur akan mendatangkan empat artis ibukota untuk menghibur warga Kaur di Lapangan Merdeka Kota Bintuhan.
Empat artis ibukota yang akan menghibur warga Kaur nanti yakni Dina KDI, Isma KDI, Yati D’Academy dan Yuli KDI. Mereka akan menghibur warga Kaur sejak siang hingga sore hari. Dihibur empat  artis ibukota, HUT Kaur ke-14 diperkirakan akan sangat meriah.
“Kita sudah siapkan empat artis ibukota yang akan hadir mengisi acara HUT Kaur ke-14. Saya harap warga Kaur dapat hadir. Hiburan rakyat akan kita mulai sejak siang hari hingga sore,” ungkap salah satu panitia puncak HUT Kaur ke-14, Kasmi Harasti kepada RB.
Kegiatan HUT Kaur juga akan dimeriahkan dengan lomba MTQ yang dilaksanakan di Masjid Agung Al Kahfi. Juara MTQ nantinya akan menjadi wakil Kaur di MTQ tingkat Provinsi Bengkulu. Kemudian ada pawai pembangunan yang dipusatkan di Bintuhan. Pawai ini akan diikuti ratusan kendaraan baik dari tingkat kecamatan, dinas-dinas dan perusahaan yang ada di Kaur.
Sementara itu pada Jumat, 19 Mei 2017, Pemkab Kaur dan Koran Harian Rakyat Bengkulu (RB) kembali akan menggelar senam sehat di lapangan Desa Cuko Enau Kecamatan Kaur Utara. Senam sehat ini berhadiah sepeda motor dari Pemkab Kaur dan berbagai hadiah menarik lainnya. Para peserta yang ingin dapat motor dapat hadir dan mengikuti senam bersama Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos.
Panitia menyiapkan koran RB yang berisikan formulir senam sehat secara gratis bagi peserta yang hadir. Mereka yang beruntung akan membawa hadiah menarik yang telah disiapkan panitia. Seperti sepeda motor, sepeda, TV, kulkas dan hadiah menarik lainnya.
“Untuk instruktur senam sehat bersama bupati akan kita datangkan dari Bengkulu. Kita harapkan semua lapisan masyarakat dapat hadir dan memeriahkan rangkaian HUT Kaur ke-14 nanti,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Bahasim.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

2018, PLTMH 7 MW Dibangun


KOTA BINTUHAN
 – Setelah sukses membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 6 Mega Watt (MW) di wilayah Desa Bungin Tambun, Kecamatan Padang Guci Hulu (Pagulu), Kabupaten Kaur, tahun 2018 PT Sahung Brantas Energi (SBE) kembali akan membangun proyek listrik berkekuatan 7 MW di wilayah Pagulu.
Hal ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan listrik di wilayah Kaur dan sekitarnya. Bahkan kemarin (16/5) sekitar pukul 14.30 WIB, Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos bersama dengan Kepala PLN Wilayah Jambi, Bengkulu dan Sumsel, Budi Pangestu meresmikan PLTMH 6 MW. Dengan beroperasinya PLTMH 6 MW, maka 70 persen kebutuhan listrik di Kaur sudah bisa dipenuhi oleh PLTMH Pagulu.
“Potensi PLTMH di Pagulu masih banyak, bahkan masih ada sekitar 7 MW lagi. Rencananya akan mulai kita bangun tahun 2018 yang akan datang, sehingga awal tahun 2019 sudah bisa berfungsi. Bila PLTMH jilid dua berhasil kita bangun, maka kebutuhan listrik di Kaur dan wilayah sekitarnya bisa dari Padang Guci Hulu saja,” kata Komisaris PT SBE, Ramli Ibrahim didampingi Direktur PT SBE, Sucipto, kemarin (16/5).
Ramli berharap dukungan dari Pemkab Kaur dan masyarakat untuk pembangunan PLTMH jilid dua berkapasitas 7 MW tersebut. Dikatakan Sucipto, untuk PLTMH  6 MW yang sudah dioperasikan saat ini, sangat berdampak pada penggunaan listrik di Kaur khususnya di wilayah eks Kaur Utara.
Kepala PLN wilayah Bengkulu, Jambi dan Sumsel, Budi Pangestu mengungkapkan, dengan beroperasinya PLTMH 3 kali 2 Mega Watt di Pagulu maka kebutuhan listrik di Kaur saat ini tidak lagi tergantung dengan Gardu Induk (GI) di Manna. Apalagi dengan jarak Kaur dan Manna yang mencapai 100 kilometer lebih berdampak pada penggunaan daya listrik.
“Dengan adanya PLTMH 6 MW dan akan dibangunnya kembali PLTMH 7 MW di Pagulu, maka tidak hanya mencukupi kebutuhan di Kaur namun juga bisa menyuplai listrik ke Manna, Lampung dan daerah lainnya. Untuk itu kita sangat mendukung pembangunan PLTMH di Kaur,” ujar Budi.
Dalam kesempatan itu juga Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos sangat mendukung pembangunan PLTMH di Pagulu. Dengan adanya PLTMH maka ke depan warga Kaur tidak lagi merasakan listrik berdaya kecil seperti selama ini. Pemkab Kaur sendiri sangat berharap, PLTMH 7 MW yang akan dibangun tahun 2018 bisa berjalan dengan baik.
Kepada warga Pagulu yang hadir, bupati Kaur mengatakan kalau pembangunan itu juga perlu pengorbanan. Terkait dengan sawah, jalan yang rusak, bupati memastikan akan segera diperbaiki. Namun karena ada rencana pembangunan PLTMH 7 MW, sehingga PT SBE menunda melakukan perbaikan jalan.
“PLTMH yang dibangun saat ini sangat besar manfaatnya tidak untuk Kaur namun juga wilayah lainnya. Kendati masih ada berbagai kekurangan, saya berharap warga Pagulu dapat bersabar. Karena apa yang diharapkan masyarakat secara berharap nantinya akan di selesaikan bersama dan itu sudah saya bicarakan dengan PT SBE,” kata Gusril. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Selasa, 16 Mei 2017

Jembatan Bahayakan Pengendara

Jembatan Kaur
RUSAK : Kondisi lantai jembatan Desa Jembatan Dua yang rusak berat membahayakan pengendara membutuhkan perhatian secepatnya, Minggu (7/5).(Foto IRUL/BE)
 KAUR SELATAN,BE– Kondisi jembatan penghubung belakang desa di Desa jembatan Dua Kecamatan Kaur Selatan menuju Desa Gedung Sako Kabupaten Kaur, sampai saat belum ada perbaikan dan kondisinya semakin memprihatikan.
Sebab lantai jembatan sudah lapuk begitu juga dengan kontruksinya yang dapat membuat pengendara celaka bila melintas dengan beban berat.
“Sampai sekarang ini belum ada tanda-tanda perbaikan jembatan ini, dan sekarang ini beberapa keping lantai sudah patah,” ujar kata Yanda (46), warga Jembatan Dua kemarin (7/5).
Dikatakannya, sampai kini belum ada pemberitahan dari instansi terkait akan dilakukan perbaikan mengenai keruskaan jembatan tersebut. Jembatan sendiri diketahui penghubung jalan desa antara desa jembatan dua dengan Desa Gedung Sako serta akses lalu lintas menuju sejumlah jalan sentra produksi. Ironisnya lagi lokasinya juga masih dalam wilayah Kota Bintuhan.
“Kami selaku masyarakat berharap dilakukan perbaikan dalam waktu dekat kondisi jembatannya saat ini sudah memprihatinkan kita khawatir akan menelan korban jiwa,” harapnya.
Dikatakannya, sejak dibangun beberapa tahun yang lalu sampai saat ini belum ada perbaikan sama sekali, bahkan lantai jembatan ada yang rusak berat dan sudah pernah diperbaiki oleh warga sekitar. Padahal tak jarang kendaraan roda empat yang ikut melintasi jembatan tersebut, pihaknya kuatir dapat menelan korban jiwa.
“Kita khawatir nanti ada kendaraan yang jatuh, sebab kontruksi sudah lapuk,” ungkapnya.
Meski demikian saat ini jembatan tersebut belum ditutup, pasalnya masih bisa dilalui kendaraan dan saat ini masih dimanfaatkan warga. Akan tetapi pihaknya menghimbau kepada pengendara atau warga yang melintasi jembatan tersebut untuk lebih hati-hati apalagi saat membawa beban berat sebab kontruksi papan yang digunakan sudah lapuk.
“Sebaiknya ukur dulu beban dan dikira-kira dulu sebelum melintas jangan sampai nanti malah jebol,” katanya.
Terpisah Kepala Dinas PU dan PR Kaur Lawi Amrul Msi mengaku pihaknya secepatnya akan melakukan perbaikan terkait dengan kondisi jambatan yang ada di Desa Jembatan Dua. Sebab bila memang belum tercover dalam APBD 2017 ini kalau memang mendesak perbaikannya akan diusulkan ditahun 2018 mendatang.
“Nanti kita cek dulu, kalau memang kondisinya rusak parah akan kita upayakan perbaikan secepatnya,” tandasnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Tunggakan Bantuan Koperasi Bergulir ke Penegak Hukum


KOTA BINTUHAN – Sudah 11 tahun sejak dikucurkan dana bergulir untuk berbagai koperasi, masih menyisakan tunggakan hingga Rp 1,9 miliar. Akibat tunggakan ini Kementerian Koperasi dan UKM tidak memberi bantuan untuk koperasi di Kaur. Dana itu tersebar di 102 kelompok usaha yang terdiri dari 18 kelompok industri kecil, 69 kelompok UKM  dan 16 kelompok koperasi. Dengan besaran tunggakan satu kelompok mencapai Rp 5 – 245 juta.
Kabid Koperasi Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Septa Miarip, SE mengatakan telah melayangkan surat panggilan kedua pada pemilik koperasi, UKM dan pelaku industri yang menggunakan dana bergulir tersebut. Mereka diminta datang dan menyanggupi pembayaran dana bergulir dengan membuat surat pernyataan.
“Kita akan surati hingga tiga kali, jika tidak mau datang akan diserahkan ke penegak hukum untuk diproses. Dana ini tidak bisa dihapus dan wajib dikembalikan. Kita juga terus diminta mempertanggungjawabkan dana itu oleh Kementerian Koperasi. Kita tidak lagi akan dapat bantuan jika dana bergulir tidak segera lunas,” tegas Septa.
Septa menambahkan dari 103 kelompok UKM, koperasi dan pelaku industri yang menggunakan dana bergulir tahun 2006, 2007 dan 2008 lalu hanya tiga koperasi yang sudah melunasi tunggakan. Sementara 29 kelompok lain belum mengangsur. Padahal sudah lebih 10 tahun dana bergulir ini dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha koperasi maupun UKM.
“Kita beri kesempatan satu kali lagi, jika tidak bisa dibina lagi terpaksa bekerjsama dengan penegak hukum. Semua data koperasi dan UKM yang menunggak dan tidak mau bayar akan kita sampaikan, biar mereka yang menagih. Jika tidak mungkin pidana, apalagi kasus ini sudah sangat lama belum juga tuntas,” pungkas Septa.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Pagi Ini, SK Bidan dan Dokter PTT Dibagikan


KOTA BINTUHAN – Kalau tidak ada halangan pagi ini (16/5) sekitar pukul 09.00 WIB di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Kaur. Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos akan menyerahkan SK bidan dan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang dinyatakan lulus CPNS. Penyerahan SK sesuai Nomor Induk Pegawai (NIP) dari BKN Palembang ke Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD dan PSDM) beberapa hari lalu.
NIP bidan dan dokter PTT untuk Kaur resmi dikeluarkan BKN Palembang  merupakan yang perdana di Bengkulu, mungkin di Sumbangsel. Sejak pengumuman pengangkatan bidan dan dokter PTT jadi CPNS awal tahun 2017. Kendati paling terakhir mengumumkan nama-nama bidan dan dokter PTT yang lulus, namun Kaur tercepat mengangkat bidan dan dokter PTT sebagai CPNS.
Kabid Mutasi BKD dan PSDM Kaur, Daruslan, SH mengatakan SK bidan dan dokter PTT yang diajukan ke BKN Palembang sudah turun. Daruslan mengaku SK yang dikeluarkan BKN Palembang tidak serentak turunnya, sesuai harapan bidan PTT.
Tahap awal, ada 44 SK bidan dan dokter PTT yang sudah siap dibagikan. Terdiri dari 40 SK bidan PTT dan 4 SK dokter PTT, sesuai berkas yang disampaikan BKN Palembang. Sementara 50 SK bidan PTT lainnya masih proses, tetap akan diterbitkan tahun 2017.
“Tahap pertama hanya 44 NIP bidan dan dokter PTT yang turun. Sesuai petunjuk dari BKN Palembang, besok (hari ini, red) SK akan kita bagikan segera. Sisanya kita tunggu. Kita pastikan tetap tahun ini, NIP 50 bidan PTT lain akan keluar dan mereka kita angkat sebagai CPNS,” terang Daruslan.
Kendati SK yang dibagikan tidak serentak, semua TMT bidan dan dokter PTT yang diangkat CPNS sama terhitung  1 Mei  2017. Daruslan berharap 50 bidan PTT yang belum dapat SK bersabar dan menunggu.
“Yang NIPnya beluar sabar dulu, karena masih proses. Tetap akan dikeluarkan BKN Palembang tahun ini. Tempat tugas bidan dan dokter PTT ada yang pindah. Sesuai SK yang akan kita bagikan besok (hari ini red),” pungkas Daruslan.(cik)

Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Listrik Mati, Paripurna Diskor Sejam


PARIPURNA: Beberapa fraksi saat menyampaikan pandangannya kemarin.
KOTA BINTUHAN – Paripurna pandangan umum fraksi di DPRD Kaur kemarin pagi (15/5) sempat di skor satu jam. Karena paripurna yang dihadiri oleh Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos dinilai anggota dewan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena banyaknya permintaan anggota dewan, maka Ketua DPRD Kaur Jailani, S.IP kemarin men skor kegiatan paripurna selama 1 jam.
Paripurna yang diagendakan pandangan umum fraksi terhadap 11 usulan
Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda). Takut cacat hukum karena belum dilaksanakannya paripurna nota pengantar dari bupati Kaur. Anggota dewan pun meminta agar paripurna tersebut dilakukan secara tahapan.
“Ketua saya minta paripurna ini kita sesuaikan dengan tahapan, sebelum pandangan fraksi ada nota pengantar bupati. Dan ini bukan kesalahan pihak eksekutif namun kesalahan lembaga ini, untuk itu agar hal ini bisa menjadi perhatian,” terang anggota Fraksi PAN Najamudin, SE.
Beberapa dewan juga menyarankan hal yang sama, sehingga suasa cukup panas ditambah lagi kondisi listrik pada saat paripurna juga mati. Sehingga banyak dewan dan peserta paripurna kemarin juga ikut kepanasan. Mendapatkan masukan paripurna di skor 1 jam dan kembali dilanjutkan dengan agenda pembacaan nota pengantar oleh bupati kemudian dilanjutkan oleh pandangan fraksi.
Dari tujuh fraksi yang ada di DPRD Kaur, melalui juru bicaranya kemarin semuanya sepakat agar 11 prompemperda yang disusulkan oleh Pemkab Kaur untuk ditindak lanjuti pada tingkat pembahasan. Kendati beberapa fraksi kemarin sangat menyayangkan Pemkab Kaur tidak memasukan perubahan Perda RTRW dalam Prompemperda tahun ini.
“Kita sangat menyayangkan sebenarnya perubahan Perda RTRW tidak masuk dalam pembahasan. Pada hal banyak kegiatan yang akan dilakukan mengacu pada RTRW yang ada. Dan ini harus menjadi perhatian dari dinas terkait,” terang Didi Aprianto dari fraksi PKB kemarin.
Terpisah Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos mengaku akan menindak lanjuti semua yang disampaikan oleh fraksi-fraksi di DPRD Kaur dalam sidang paripurna. Salah satunya terkait dengan kegiatan tambak udang dan juga terkait dengan Perda RTRW.
“Soal tambak sesuai dengan yang disampaikan dewan akan kita tindak lanjuti dengan dinas terkait. Dan akan kita pastikan dulu apa yang menjadi kendala kita di lapangan,” tegas  Bupati Kaur Gusril Fauzi kemarin.
11 propemperda bakal dibahas dewan dalam paripurna pandangan fraksi di DPRD Kaur pada Senin yang akan datang terdiri dari. Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2016. Raperda APBD perubahan tahun 2017, raperda APBD tahun anggaran 2018, raperda perubahan perda no 18 tahun 2013 tentang retribusi pengendalian menara telekomunikasi.
Raperda pencabutan perda nomor 15 tahun 2013 tentang penggantian biaya cetak KTP dan AKTA catatan sipil. Raperda rencana induk pembangunan industri Kabupaten Kaur 2017-2037. Raperda penyertaan modal pemerintah Kabupaten Kaur pada PT Bank Bengkulu, raperda pembentukan badan usaha milik daerah PT Trans Linau. Raperda izin lingkungan, raperda retribusi  izin usaha perikanan, raperda hasil usaha perikanan. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Tolak Galian C, Warga Pagulir Rapat Akbar 300 Massa


WARGA BERKUMPUL: Warga Pagulir berkumpul menolak kegiatan tambang galian C kemarin (15/5).
KOTA BINTUHAN – Sekitar 300 massa yang berasal dari 9 desa di Kecamatan Padang Guci Hilir kemarin (15/5) menggelar rapat akbar bersama di lapangan Desa Talang Jawi. Kegiatan ini bertujuan menolak kegiatan galian C yang akan dibuka dalam waktu dekat. Massa yang terdiri dari orang dewasa dan ibu-ibu sejak kemarin pagi sekitar pukul 09.00 WIB berkumpul di Desa Talang Jawi.
Rapat akbar secara adat ini bertujuan menunjukkan penolakan warga terhadap kegiatan galian C di Pagulir. Massa membawa pisau, tombak, kayu dan lainnya berkumpul di lapangan. Semua massa ingin kegiatan galian C di Pagulir ditutup. Karena berdampak pada kerusakan irigasi, lahan persawahan dan jalan. Kepastian ini disampaikan salah satu warga Pagulir, Abun kepada RB.
“Kami rapat akbar, bukannya demo. Ini menunjukkan pada pemerintah, kami menolak kegiatan galian C di Pagulir. Dampaknya sudah sangat dirasakan masyarakat Pagulir,” terang Abun.
Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kabag Ops Kompol Hadi Saputra mengatakan kegiatan massa di Pagulir berjalan aman dan tertib. Usai rapat dan orasi bersama, warga berangsur meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah masing-masing.
“Aksi massa di Pagulir sama seperti sebelumnya, menolak kegiatan galian C di Pagulir. Kegiatan berjalan aman dan tertib, tidak ada pengerusakkan,” kata Kabag Ops.
Terpisah Pemkab Kaur  menggelar rapat bersama terkait kegiatan tambang di Pagulir. Sekda Kaur Nandar Munadi, S.Sos, M.Si mengatakan berdasarkan hasil kajian tim kegiatan galian C bisa dilanjutkan. Karena punya izin lengkap dan belum berdampak.
Terkait fasilitas jalan, kegiatan galian C, tonase pengangkutan galian C yang selama ini dilakukan akan dibatasi. “Berdasarkan kajian tim kegiatan galian C bisa terus dilaksanakan. Jalan disepakati akan diperbaiki. Kegiatan galian C akan dibatasi, termasuk tonase pengangkutannya,” beber Nandar.
Soal penolakan warga, dia akan mengkaji jumlah warga yang menolak kegiatan galian C tersebut. Karena penutupan galian C juga akan berdampak pada pembangunan Kaur ke depan. Apalagi sumber batuan di Kaur banyak di Pagulir.(cik)

Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Jumat, 05 Mei 2017

Kajati: Pejabat Jangan Takut Bekerja

Kajati
KUNKER: Kajati Bengkulu Sendjun Manullan bersama jajarannya saat tiba di Kejari Kaur dan disambut Bupati Kaur Gusril Fauzi serta Kejari Kaur, Kamis (4/5). (Foto IRUL/BE).
BINTUHAN,BE– Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu Sendjun Manullang SH MH melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur, Kamis (4/5). Dalam kunjungan ini, ia berpesan kepada para pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur yang diberi tanggungjawab agar tidak takut bekerja dalam mengelola uang negara untuk kepentingan rakyat.
“Saya ingatkan kepada pejabat untuk tidak takut dalam melakukan pekerjaan, dan silahkan kelola uang negara, uang rakyat untuk kepentingan rakyat. Tentu pengelolaan uang negara sesuai ketentuan perundang-undangan sehingga dapat dipertanggungjawabkan,” pesan Kejati dihadapan kepala Kepala dinas saat mengelar tamahtamah dengan Bupati di kantor Kejari Kaur, kemarin (4/5).
Dikatakannya, ia menyampaikan para kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun pejabat di instansi pemerintah tidak perlu takut mengambil mengambil keputusan. Terutama terkait pelaksanaan pembangunan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Sebab selama memiliki niat baik untuk menyejahterakan masyarakat tanpa bermaksud melanggar ketentuan, penegak hukum tidak akan memperkarakannya.
“Kalau memang tujuannya benar untuk kepentingan masyarakat, tidak perlu takut. Yakinlah, kalau bekerja sesuai tupoksi dan tujuannya baik, pasti tidak akan tersandung hukum,” terangnya.
Ditambahkannya, institusi Kejaksaan berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan membentuk Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Sebab TP4D dibentuk sebagai jawaban atas kekhawatiran para pejabat pusat dan daerah akan dipidanakan, sehingga berdampak pada tidak optimalnya pelaksanaan program pembangunan dan serapan anggaran.
“Sekarang ini sudah ada TP4D dan ini diharapkan bersinergi dengan TP4D sehingga tidak perlu dibayang-bayangi rasa ketakutan. Karena TP4D akan mendampingi, mengawal setiap kepala daerah, yang akan melaksanakan program pembangunan, di setiap tingkatan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Kaur Gusril Fauzi S Sos dalam sambutannya, ia sangat berterimakasih atas kesediaan Kejati Bengkulu melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kaur. Gusril juga mengaku senang mendapat pencerahan dari Kejati, dan ia berharap dengan adanya kerjasama Kejaksaan melalui TP4D ini bisa memajukan pembangunan Kaur yang lebih baik lagi.
“Saya atas nama pemerintah Kaur sangat berterimakasih sekali atas kedatangan pak Kejati, yang telah banyak memberikan pencerahan kepada pejabat Kaur, khususnya dalam mengelola anggaran pembangunan. Juga apa yang telah disampaikan pak Kejati demi kemajuan pembangunan Kaur,” jelas Bupati.
Dalam Kunker Kejati beserta jajarannya Kamis (4/5) sekitar pukul 09.30 WIB disambut langsung Bupati Kaur Gusril Fauzi S Sos, Kejari Kaur serta stafnya, Kapolres Kaur, serta unsur pimpinan SKPD, FKPD dan undangan lainnya dilingkungan Pemkab Kaur.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Bujang Tewas di Pohon Jengkol


TEWAS: Kondisi korban saat ditemukan tewas gantung diri di pohon jengkol di perkebunan Padang Serit Desa Ulak Bandung, Minggu (30/4). (Foto (IRUL/BE).
MUARA SAHUNG,BE– Setelah sempat menghilang dari kediamannya di Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur, Sopaah (28), ditemukan tewas tergantung di pohon jengkol di perkebunan Padang Serit Desa Ulak Bandung, Minggu (30/4).
Korban yang masih bersatus bujang ini nekat mengakhiri hidupnya diduga karena mengalami depresi. “Korban ini sempat hilang selama 9 hari, dan ditemukan warga dalam kondisi tergantung di sebuah pohon jengkol dengan seutas kulit lantung,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kapolsek Muara Sahung Ipda I WayanWiratmaja Swetha STK, kemarin (1/5).
Data terhimpun BE, sebelum peristiwa gantung diri berawal, dari Sopaah yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu sempat tidak pulang ke rumah sekitar seminggu lalu.
Bahkan anggota keluarga sempat khawatir dan mencari keberadaan korban yang tak kunjung pulang. Barulah pada Minggu (30/4) sekitar pukul 08.00 WIB warga setempat menemukannya korban sudah tewas dalam kedaan posisi tergantung di pohon jengkol setinggi 6 meter dengan posisi kaki 1 meter dari tanah dengan diikat kulit traf atau kulit lantung. Kondisi tubuh korban sudah membusuk dengan kulit kepala sudah habis dan tidak bisa dikenali lagi.
“Korban ditemukan warga setempat, dan korban gantung diri ini sudah lebih dari satu minggu karena badan korban sudah busuk dan kulit sudah mengelupas,” terang Kapolsek.
Ditambahkan Kapolsek, dari hasil pemeriksaan dari jajarannya dan dokter, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap jenazah korban, sehingga korban dinyakini mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Polisi sudah menerjunkan personel guna melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk menentukan pasti penyebab kematian korban.
“Untuk sementara ini korban gantung diri itu diduga karena depresi, tapi untuk memastikan kematian itu kita masih melakukan penyelidikan lagi,” jelas Kapolsek.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India