Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Senin, 28 November 2016

Bobok Bareng, Digerebek Isteri

selingkuh_2
Ketakutan, Sang Suami Kabur
KAUR SELATAN,BE- IR (35), warga Desa Gedung Sako 2, digerebek isterinya bersama warga ketika sedang berduaan dengan wanita idaman lain (WIL) di dalam satu kamar milik kekasih gelapnya, warga Desa Tanjung Besar Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur bernisial ME (34), Sabtu (26/11).
Kedua pasangan selingkuh ini, digerebek warga karena masing-masing sudah memiliki suami mapupun isteri yang sah. “Penggerebekan ini sesuai dengan laporan istri sang lelaki, karena yang bersangkutan sering tandang ke rumah ME,” kata Sekdes Tanjung Besar, Man, kemarin (27/11).
Data terhimpun BE, peristiwa penggerebakan terjadi sekitar pukul 23.10 WIB di rumah ME di Desa Tanjung Besar. Berawal IR yang telah memiliki istri dan anak itu main ke rumah ME yang sudah memiliki 3 anak.
Keberanian IR datang ke rumah ME ini karena, ME dengan suaminya ini diduga telah lama pisah ranjang. Selanjutnya, istri IR yang sudah curiga dengan kelakuan suaminya, mengajak warga setempat serta Sekdes unuk menggerebek rumah ME.
Selang beberapa saat, belasan warga melakukan penggerebekan. Setelah digerbek benar saja ditemukan ME dan IR saat sedang asyik berduaan di kamar. Namun sayang saat ingin dilakukan penangkapan IR berhasil meloloskan diri dari gerebekan warga tersebut.
“Waktu itu sih laki-laki itu bersembunyi di bawah diranjang, dan sempat kita amankan. Tapi saat mau kita bawa ke rumah Kades dia kabur,” terang Man.
Sementara itu, Kades Gedung Sako 2 Sahfiri saat dikonfirmasi, membenarkan jika ada warganya digerebek di Desa Tanjung Besar karena melakukan perselingkuhan dengan istri orang. Namun untuk yang bersangkutan saat ini sudah kabur melarikan diri diduga ke arah Kota Bengkulu.
“Kita sudah menerima laporan atas tindakan asusila ini, tapi yang bersangkutan sekarang sedang tidak ada di desa kita. Juga saya tahunya ini dari Sekdes Tanjung Besar,” jelasnya.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Dituding Curi Bibit Sawit PT DSJ, Petani Dipolisikan

sawit_dicuri_kabupaten_mukomukoTANJUNG KEMUNING, Bengkulu Ekspress – Seorang petani bernisial RE (28), warga Desa Beriang Tinggi Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur terpaksa dilaporkan ke Polisi oleh pihak PT Dinamika Selaras Jaya (DSJ). Pasalnya RE dituding oleh karyawan PT DSJ bernama Ali Usiman (35), warga Desa Sulauwangi Kecamatan Tanjung Kemuning,telah mencuri bibit sawit milik perusahaan tersebut.
“Laporan masalah pencurian bibit sawit yang dialami PT DSJ itu sudah kita terima, dan saat ini laporan masih kita pelajari dulu,” kata Kapolres Kaur AKPB Bambang Purwanto SIK melalui Kasat  Kasat Reskrim AKP Johan Andika SE SIK, kemarin (25/11).
Sesuai dalam laporan korban ke polisi, pertistiwa pencurian itu terjadi Jum’at (18/11) lalu sekitar pukul 14.00 WIB di perkebunan PT DSJ Kecamatan Tanjung Kemuning. Kejadian itu berawal dari pelaku lewat depan pos security dengan membawa sejumlah bibit sawit yang diduga berasal dari PT DSJ. Mendapat itu korban kemudian melakukan pengecekan, dan ternyata benar jika bibit sawit yang dibawa pelaku itu merupakan dari pohon sawit yang ditanam  oleh pihak PT DSJ. Akibatnya pihak PT  DSJ mengklaim mengalami kerugian sebesar Rp jutaan rupiah Sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Kaur.
“Nanti terlapor akan kita panggil untuk dimintai keterangan soal laporan korban ini, dan memang jika terbukti nanti akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelas Kasat.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Harga Anjlok, Petani Enggan Sadap Karet

petani-karet
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Para petani karet yang menetap di Kabupaten Kaur khususnya diwilayah Kecamatan Maje dan Kaur Selatan mengaku enggan untuk menyadap maupun mengurus kebun karet mereka.  Sebab harga komoditas tersebut terus menurun.  Sebab harga karet basah saat ini turun menjadi Rp 3 ribu kg dari sebelumnya Rp 4 ribu sehingga petani semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan biaya sekolah anak.
“Dari pada nyadap karet mas mending kerja bangunan saja, karena harga karet sekarang ini murah sekali,” ujar Fahrianto (48), petani karet  di Kecamatan Maje, kemarin (25/11).
Dikatakanya, selain itu. Juga hasil karet mengalami penurunan akibat kondisi cuaca yang sedang tidak menentu. Terkadang cuaca panas, namun tiba-tiba terjadi hujan lebat yang menyebabkan hasil sadapan karet yang ada di mangkuk penampungan tumpah ke tanah. Dengan kondisi yang semacam ini, petani akan menjadi semakin sulit dan terpaksa memilih untuk menghentikan aktivitas menyadap untuk mencari pekerjaan lain.
“Semenjak musim hujan ini, getah bercampur air dan mengurangi kualitas karet. Getah juga sulit membeku, karena bercampur air hujan makanya kita malas nyadapnya,” ujarnya.
Demikian juga disampaikan Basir (44), salah seorang petani karet di Kecamatan Kaur Selatan. Ia mengaku sudah beberapa pekan ini cuaca tak menentu. Sehingga dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung, petani karet di daerah itu menjadi kebingungan. Sebab setiap harinya dirinya dan petani karet lainnya mengandalkan hasil karet untuk memenuhi kebutuhan keluarga
“Kami kesulitan mengolah getah karet jika, dipaksakan getah akan mencair hancur. Ditambah lagi sekarang ini harga harga jual karet ini terus anjlok hingga Rp 3 ribu per kilogram, kadang kita mending cari kerja lain,” keluhnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Waspada Pupuk dan Benih Palsu

nasrul-rahman-s-huPlt Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kaur Nasrur Rahman S Hut.

BINTUHAN,BE– Plt Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kaur Nasrur Rahman S Hut, menghimbau para petani untuk meningkatkan kewaspadaan saat membeli pupuk dan benih padi pada saat musim tanam. Hal ini menyusul lantaran terjadi kekurangan pupuk bersubsidi saat ini.
“Kami himbau petani waspada terhadap pupuk palsu atau oplosan serta benih padi. Jangan tergiur pupuk harga murah,” himbau Nasrur kemarin (25/11).
Dikatakannya, konsekuensi bila petani di Kabupaten Kaur turun serentak maka perlu disiapkan bibit dan pupuk yang cukup. Pasalnya saat ini masih terjadi kekurangan bibit dan pupuk. Dimana bibit bersubsidi yang disediakan cukup untuk 3 ribu hektar sawah. Sementara luas sawah di Kabupaten Kaur ada 6 ribu hektar.
“Artinya ada sekitar 2 ribu hektar sawah di wilayah Kaur ini yang mengalami kekurangan benih padi,” terangnya.
Ditambahkannya, bibit bantuan yang disediakan Distan merupakan varietas padi jenis Cigeulis dan Mikongga. Varietas tersebut telah lebih dahulu diuji cobakan sehingga dianggap cocok untuk ditanam diwilayah Kabupaten
Kaur yang memliki suhu dan kelembaban yang tinggi. Juga jenis bibit padi tersebut tergolong baru untuk dibudidayakan di Kabupaten Kaur. Menggantikan varietas padi Inpari yang pernah dibudidayakan namun dianggap gagal karena tidak cocok dengan kondisi pertanian.
“Kalau memanng butuh bibit, petani bisa datang ke Balai Benih di Suku Tiga. PPL kami harap bisa membimbing petani selama turun kesawah,” jelasnya.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Jalan Provinsi Makin Parah

11-jalan-rusak-foto-a
KOTA BINTUHAN – Kerusakan jalan lintas Provinsi Bengkulu di Kaur makin memprihatinkan. Terparah jalan lintas yang melewati Padang Guci Hilir, Lungkang Kule dan Muara Sahung. Jalan di Pagulir sebagian besar masih bebatuan dan belum tersentuh aspal, karena baru pengerasan. Kondisi jalan makin parah akibat truk galian C yang melintas.
Sementara jalan Lungkang Kule saat hujan tak bisa dilalui. Mobil dari Lungkang Kule tak bisa melintas Kinal, karena badan jalan tergerus ke jurang. Sementara bagian jalan yang tersisa banyak berluang.
Begitu juga dengan jalan Muara Sahung menuju OKU Selatan yang putus. Khusus di Dusun Pekan Seringgit, Desa Ulak Agung, jalan tertutup longsoran. Sementara ini hanya bisa dilalui motor di tiga titik.
Warga Desa Pulau Panggung, Pagulir, Setiawan minta Dewan Provinsi dapil Kaur – Bengkulu Selatan memperjuangkan pembangunan jalan lintas tersebut. Kemarin (27/11) warga Pagulir dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaur kembali melakukan gotong royong (goro) perbaikan jalan rusak. Kondisi ini tidak akan berlangsung lama, hanya mengantisipasi laka lantas akibat jalan rusak. “Sudah puluhan tahun tidak diperbaiki. Kami berharap anggota dewan asal Kaur berjuang dan mengusulkan pembangunan jalan lintas yang rusak,” pinta Setiawan.
Ada 4 anggota dewan Provinsi Bengkulu asal Kaur. Masing-masing Suheri dari PPP, Jauhari Salim dari PKB, Asrul Ashadi dari Gerindra dan Mulyadi Usman dari Golkar.
Terpisah Anggota DPRD Kaur, Juhnan Hadi juga mengeluhkan kondisi jalan lintas Muara Sahung. Pascalongsor dua minggu lalu, sampai kini belum ada perbaikan. Kini jalan lintas makin menyempit. Juhnan berharap tahun 2017, Pemprov Bengkulu mengalokasikan dana untuk peningkatan dan perbaikan jalan lintas di Muara Sahung. “Kondisi kerusakan jalan makin parah. Kini motor saja sulit menembus Kaur – OKU Selatan. Akibatnya jual beli antara warga OKU Selatan dan Muara Sahung terganjal,” keluh Juhnan.
Ada empat ruas jalan provinsi di Kaur dengan panjang sekitar 130 KM juga rusak parah.  Ruas jalan lintas provinsi yang rusak parah adalah ruas jalan Tanjung Kemuning – Datar Lebar. Jalan tersebut menghubungkan Kecamatan Tanjung Kemuning, Kecamatan Kelam Tengah, Kecamatan Kaur Utara dan Lungkang Kule.
Kemudian ruas jalan Simpang Tiga Padang Guci  – Padang Leban. Jalan lintas ini menghubungkan Kecamatan Tanjung Kemuning ke Padang Guci Hilir  yang juga rusak parah. Jalan lintas Mentiring – Datar Lebar yang menghubungkan Kecamatan Semidang Gumay dan Kinal.
Dan  rusak sangat parah saat ini adalah jalan lintas Provinsi Simpang Tanjung Iman – Air Tembok. Jalan ini menghubungkan Kecamatan Kaur Tengah, Luas dan Muara Sahung. Jalan lintas ini saat ini  rawan longsor dan sempit, karena kurangnya perawatan yang mengakibatkan banyak terjadi laka lantas.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Pagulu Berpotensi jadi Penghasil Nilam

11-nilam
KOTA BINTUHAN – Beberapa petani di Kecamatan Padang Guci Hulu mulai beralih dari sawit dan karet ke tanaman nilam. Hasilnya cukup mengejutkan, nilam tumbuh subur di Padang Guci Hulu (Pagulu), terutama di Rumbai Abu, Desa Manau Sembilan.
Beberapa petani mulai fokus dengan tanaman nilam. Selain bernilai tinggi, tanaman ini juga menjanjikan jika dibanding kopi atau karet. Kini ada sekitar 20 hektare tanaman nilam di Rumbai Abu milik warga Pagulu.
Salah Seorang Petani Nilam, Tamrin warga Manau Sembilan mengatakan banyak warga yang punya lahan kosong di manfaatkan menanam nilam. Sayang kini harga nilam merosot. “Kini harga nilam di Kaur Rp 430 per kilo, sebelum lebaran harganya sampai Rp 600 ribu per kilo. Tapi tetap banyak petani yang mengembangkan tanaman nilam,” kata Tamrin.Tamrin menambahkan petani nilam belum punya tempat pemasaran yang bagus. Sehingga banyak minyak nilam dijual pada penampung lokal. Petani juga terkendala tata cara pengembangan nilam. Karena belum ada penyuluhan khusus terkait tata cara budidaya tanaman nilam.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Nasrul Rahman, S.Hut  akan mendukung petani mengembangkan tanaman nilam. Dengan cara mengadakan bibit nilam yang bermutu dan memberikan bantuan alat-alat penyulingan nilam. “Sekarang pengembangan nilam baru di Pagulu. Tidak menutup kemungkinan dapat kita lakukan di kecamatan lain. Kita sangat mendukung pengembangan nilam di Kaur,” pungkas Nasrul.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Gangguan Reproduksi Sapi

ΓΈ;
KOTA BINTUHAN – Peternak sapi di Kabupaten Kaur mengeluh. Hal itu dikarenakan musim hujan ini banyak sapi yang terganggu reproduksinya. Akibatnya sapi betina terlambat bunting sehingga berdampak pada produksi sapi.
Hal ini diakui dokter hewan dari Dinas Pertanian Kaur, drh. Rahmat Fajar. Menurutnya, setelah melakukan pengecekan di Desa Rigangan dan Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Kaur Utara, dari 26 ekor sapi ditemukan ada yang bermasalah reproduksinya sehingga sapi yang ada lambat bunting.
Salah satu penyebab terganggunya reproduksi sapi karena mengalami gangguan hipofungsi ovarium karena kuantitas dan kualitas pakan yang rendah sehingga gagalnya ovari berfungsi dengan baik yang menyebabkan folikel tidak terbentuk. Ada juga diakibatkan birahi tenang atau sapi tidak menunjukkan gejala birahi.
“Untuk gangguan reproduksi ini kita hanya melakukan pengecekan. Jika ada gangguan kita anjurkan peternak untuk meningkatkan kualitas pakannya apalagi musim hujan seperti saat ini,” kata Rahmat Fajar.
Tidak hanya itu, saja musim hujan ini peternak juga harus terus menjaga kebersihan kandang agar tidak basah. Beberapa kasus juga ditemukan penyakit baru yaitu pneumonia yang disebabkan oleh kelembaban kandang. Penyakit ini bisa mengakibatkan paru-paru sapi kena infeksi.
Selama musim hujan Dispertan melalui Bidang Peternakan terus memberikan pelayanan kepada peternak sapi. Apalagi saat ini ini banyak peternak mengeluh karena sapi rentan kena penyakit terutama penyakit kembung dan cacing. “Kita berharap warga melakukan komunikasi dengan desa atau kelompok jika ditemukan banyak penyakit pada ternak. Kita pasti akan turun ke lapangan dan melakukan pengecekan. Sementara kita tidak bisa keliling ke desa-desa, karena tidak semua peternak selalu ada dan berkumpul. Kami akan terus aktif membantu para peternak mengatasi penyakit sapi saat musim hujan seperti sekarang ini,” jelas Kasi Kesehatan Hewan ini.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Dapat Hibah 2 Gedung, Minta Bangun GOR

foto-a-kaur
KOTA BINTUHAN – Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui Plt. Kepala  Biro Keuangan dan Rumah Tangga, Sunarto S.Pd, M.Pd menghibahkan dua unit gedung ke Pemkab Kaur. Hibah dua gedung ini diterima langsung Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos di ruang kerjanya, kemarin (23/11).
Gusril berharap Kemenpora dapat terus membantu pembangunan sarana dan prasarana gedung olahraga di Kabupaten Kaur. Bupati juga berterima kasih karena telah mendapat hibah dua unit gedung dari Kemenpora yang dibangun tahun 2015 yang lalu di Pondok Pusaka.
Kedua gedung tersebut adalah gedung sasana gulat dan gedung RRI Bintuhan. Untuk gedung RRI sudah dihibahkan ke RRI Bintuhan. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Gusril meminta Kemenpora dapat membantu pembangunan gedung olahraga (GOR) di Kabupaten Kaur.
“Saya sangat berharap tahun 2017 Kemenpora bisa membangun GOR di Kaur. Sudah beberapa kali kita usulkan namun belum terialisasi. Saya sangat berharap Kemenpora bisa membantu. Kabupaten di Bengkulu mungkin hanya Kaur yang belum mempunyai GOR sendiri,” kata Gusril Fauzi.
Sunarto menyambut baik usulan pembanguan GOR tersebut. Kendati demikian pihaknya masih akan melihat anggaran terlebih dahulu. Dampak dari pemangkasan anggaran tahun 2016, Kemenpora di tahun 2017 telah mempunyai utang sekitar Rp 1 triliun lebih. Banyak kegiatan yang sudah MoU, bahkan sudah berjalan pembangunannya namun terjadi pemangkasan anggaran. Sehingga banyak anggaran terpaksa harus dibayar di tahun 2017.
Kendati demikian, dia berjanji akan selalu membantu Kaur untuk membangun GOR di tahun 2017. “Kita sangat mendukung keinginan Pemkab Kaur untuk mendirikan GOR. Kaur nantinya akan kita prioritaskan kendati banyak usulan yang sama yang sudah masuk ke Kemenpora saat ini. Apalagi semua kegiatan Kemenpora di Kaur selama ini dinilai bagus dan tidak ada kendala,” ungkap Sunarto.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Rabu, 23 November 2016

Mengunjungi Desa Suku Tiga, Langganan Banjir Tahunan

11-boks

Desa Suku Tiga merupakan salah satu desa yang rawan banjir di Kecamatan Nasal. Sejak enam tahun terakhir desa seluas 30 hektare jadi langganan banjir. Kendati demikian, warga tetap tidak ingin pindah. Bahkan ingin bertahan selamanya di desa tersebut. Simak laporannya.

Albertus Yudi Pratama, Nasal
Musim hujan jadi perhatian serius penduduk Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal. Apalagi pada tahun 2016 ini,  sudah dua kali warga desa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi akibat meluapnya Sungai Nasal. Banjir pertama yang sempat menghancurkan dua rumah terjadi April 2016 dan terbaru banjir Oktober 2016.
Kendati tidak memakan korban jiwa, perabotan rumah, ternak dan sumber makanan warga banyak yang hanyut dan rusak. Bisa menimbulkan kerugian hingga puluhan juta setiap diterjang banjir kiriman.
Kendati demikian masyarakat tidak berniat pindah. Tawaran pindah ada, namun warga sekitar tetap ingin bertahan di desa yang sudah 26 tahun mereka tempati.  “Kita semua pendatang, tidak mungkin pindah. Kami semuanya tetap ingin bertahan dan menetap di Suku Tiga walau sering kebanjiran. Tinggal di tepi sungai ada enak dan tidaknya. Tidak enaknya kebanjiran. Enaknya ikan dekat, mandi bisa leluasa,” beber Kades Desa Suku Tiga, Jauhari.
Desa Suku Tiga terbentuk tahun 2005. Berawal dari banjir tahun 1987, dimana penduduk sebelumnya banyak yang jadi korban banjir besar dan dipindahkan ke Tran Tanjung Beringin, Kecamatan Maje. Karena kosong, banyak penduduk yang melelang rumahnya. Baru tahun 1990 satu per satu pendatang mulai berdatangan dan menetap di desa yang dulunya gabung dengan desa lain. Lama-kelamaan desa itu ramai dan berdiri sendiri jadi desa tahun 2005.
“Seingat saya tahun 1993 dan 1994 juga banjir, namun tidak seberapa dan warga bertambah sejak tahun 1994. Kini semua warga tidak ada yang mau pindah,” imbuh Jauhari.
Penyebab banjir banyak. Seperti hutan gundul, abrasi sungai dan juga pembangunan perkebunan. Sekitar 140 KK atau 900 jiwa penduduk desa tidak mengeluh kebanjiran. Kini mereka telah menyiapkan diri jika terjadi banjir atau bencana, sehingga bisa meminimalisir korban atau kerusakan pascabanjir.
“Kami sudah punya anak dan cucu, tempat usaha tidak jauh dari desa. Kami semua tidak kepikiran mau pindah. Kalau ditawari tempat baru kami tetap memilih bertahan di sini. Kami semua sudah jadi keluarga,” tutur Arnita, IRT di Desa Suku Tiga.
Sama dengan Arnita, Tokoh Masyarakat Suku Tiga, Sahyar Sait juga mengatakan hal yang sama. Dia berharap pemerintah bisa membantu membangun fasilitas penghalau banjir. Seperti peningkatan dan perbaikan beronjong. Sehingga saat hujan dan sungai meluap tidak terjadi abrasi.
Pascabanjir, 30 warga Suku Tiga mulai dari IRT hingga tokoh masyarakat dapat palatihan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bengkulu. Terkait cara meminimalisir korban dan kerugian akibat banjir. Mereka juga diberi latihan khusus evakuasi jika terjadi banjir dari BNPB Bengkulu. “Tujuan kita melatih warga menghadapi banjir yang kapan saja bisa terjadi. Kita harap Suku Tiga ini jadi desa tangguh menghadapi bencana,” kata Fasilitator, Usman.(**)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Ratwi Delis Plt Ketua

11-lintas

KOTA BINTUHAN – Setelah vakum sekitar setahun, KONI Provinsi Bengkulu menunjuk Ratwi Delis sebagai Plt Ketua Umum KONI Kaur. Penunjukan ini berdasarkan surat KONI Bengkulu Nomor 46/KONI-BKL-XI/2016 tertanggal 18 November 2016.
Ratwi akan menjabat sebagi ketua umum sementara dengan tugas melanjutkan semua kegiatan KONI Kaur yang sempat vakum. Ratwi juga akan bertugas mengadakan Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub). Untuk memilih ketua KONI tahun 2016-2021 yang akan datang.
Muskablub ini paling lambat dilaksanakan Februari tahun 2017. Dengan muskablub ini diharapkan akan muncul Ketua KONI definitif yang diharapkan bisa memajukan prestasi dan kegiatan olahraga di Kaur.
“Saya sudah ditunjuk sebagai Plt KONI. Dalam waktu dekat kita akan koordinasi dengan pengurus lama untuk melakukan muskablub KONI. Kita tidak ingin KONI ini vakum terus, padahal mitra pemerintah dalam memajukan prestasi atlet dan olahraga,” kata Ratwi.
Akhir tahun 2016 ini Ratwi tetap akan melanjutkan kepengurusan KONI dengan membentuk program dan kegiatan. Ratwi yakin jika dipimpin orang yang tepat, KONI Kaur bisa lebih maju. “Tugas kita menyusun kegiatan dan anggaran untuk KONI Kaur. Menyiapkan ke engurusan KONI Kaur definitif yang bisa memajukan atlet dan olahraga,” pungkas Ratwi.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Banyak Galian C, Jalan Makin Parah

11-jalan-foto-berita-hl
KOTA BINTUHAN – Kondisi jalan lintas provinsi di Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir) kurang dapat perhatian dari Pemprov Bengkulu. Sejak keluarnya izin operasi galian C di Pagulir, kerusakan jalan makin parah. Beberapa ruas jalan yang memprihatinkan  adalah di Desa Ulak Agung. Sudah banyak korban, lantaran terpater dan tidak bisa melintas akibat dalamnya kerusakan jalan.
Lalu beberapa ruas jalan di Desa Gunung Kaye dan Pulau Panggung jadi keluhan masyarakat sekitar. Beberapa hari yang lalu truk pengangkut batu terpater dan tidak bisa melintas. Akibatnya menurut Warga Desa Ulak Agung, Kecamatan Pagulir, Adiman Jaya mengganggu pengguna jalan lain.
“Kondisi makin parah saja, apalagi musim hujan tidak akan lama aspal akan hancur. Kami berharap ini jadi perhatian Pemprov Bengkulu di tahun 2017,” kata Adiman.
Terpisah Plt Camat Pagulir, Drs. Nusran Matlani, MM dengan tegas mengatakan kerusakan jalan di Pagulir terjadi akibat aktivitas kegiatan galian C. Dia berharap agar Pemprov tidak sembarangan memberi izin, jika tidak ingin memperbaiki jalan.
Selain perlu perbaikan jalan lintas di Pagulir, warga berharap jalan lintas Ulak Agung tembus ke Desa Padang Leban, Kecamatan Tanjung Kemuning bisa terealisasi. Apalagi jalan tersebut akan membuka terisolirnya warga Pagulir lantaran akses keluar sangat dekat.
“Ada 3 kilometer lagi jalan yang harus ditingkatkan dan ini harapan besar warga Pagulir yang mendambakan jalan bagus dan terbuka,” demikian Nusran.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Wawancara Dipantau Lewat CCTV


11-lelang-jabatan
KOTA BINTUHAN – Sebanyak 37 peserta seleksi lelang jabatan eselon II di Pemkab Kaur kemarin (21/11) mulai menjalani tes di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palembang. Ujian tahap pertama sebelum pukul 08.00 WIB semua peserta sudah siap mengikuti pembukan yang dihadiri Sekda Kaur Nandar Munadi, S.Sos, M.Si.
Nandar menyerahkan sepenuhnya pada tim asesor untuk melakukan seleksi sesuai prosedur. Sekda berharap semua peserta bisa mengikuti tahapan tes di BKN Palembang hingga tuntas.  “Semua materi ujian dan teknis kita serahkan pada BKN Palembang, apapun hasilnya akan jadi pertimbangan timsel. Guna menentukan siapa saja yang layak,” singkat Nandar.
Tahapan awal, peserta mengikuti ujian tertulis yang dikawal ketat tim asesor dari BKN Palembang. Mengenakan pakaian rapi dan berdasi semua peserta mengikuti seleksi bertahap. BKN juga mulai mengelompokkan peserta sesuai jabatan yang dilamar.
Dalam tahap wawancara dan diskusi dipantau Sekda dan Kepala BKD Kaur, Drs. Yusirwan, MM melalui CCTV. “Ujian wawancara kita sudah siapkan CCTV. Apa yang dilakukan kita dapat lihat, tidak ada yang luput dari CCTV saat tes,” Yusirwan.
Yusirwan menambahkan kegiatan akan terus berlangsung hingga Jumat 25 November. Dia juga berharap semua peserta bertahan hingga tes wawancara timsel. Yusirwan juga mengatakan berdasarkan tes assessment ini, BKN akan merekomendasikan peserta bisa menduduki jabatan eselon II atau tidak.(cik)

Sumber:
http://harianrakyatbengkulu.com/

Kaur Produksi Air Minum Kemasan

IRUL/BE
PABRIK: Para petugas saat melakukan pemasangan dan uji coba alat produksi air minum dalam kemasan di Pondok Pusaka, Selasa (22/11).IRUL/BE
PABRIK: Para petugas saat melakukan pemasangan dan uji coba alat produksi air minum dalam kemasan di Pondok Pusaka, Selasa (22/11).
BINTUHAN, BE – Guna menjawab kebutuhan air minum ditengah masyarakat yang semakin meningkat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindag UKM) Kaur segera memiliki pabrik air minum kemasan. Pasalnya alat produksi air minum dalam kemasan yang dibeli dengan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 sebesar Rp 789 juta itu, saat ini sudah tiba di Pondok Pusaka Kabupaten Kaur, kemarin (22/11).
“Untuk alat produksi air minum dalam kemasan yang kita pesan dari Jakarta sudah sampai dan kini sedang tahap pemasangan dan uji coba,” kata Kepala Disperindagkop Kaur, Agusman Efendi SE melalui Kabid Industri, Harika SE, kemarin (22/11).
Dikatakannya, untuk sementara ini lokasi pabrik sudah dibangun dikawasan Pondok Pusaka. Sedangkan sumber air bahan baku yang sedang diuji saat ini diambil langsung dari Kecamatan Muara Sahung. Sebab jika pabrik air meneral sudah jalan, tentu ini akan menguntungkan Kabupaten Kaur. Salah satunya penyuplai kebutuhan air minum kemas tidak lagi repot harus dari luar Provinsi Bengkulu. Pabrik air kemasan ini nanti akan memproduksi dua jenis, botol ukuran 330ml dan gelas 600 ml, serta galon.
“Ini nanti kalau sudah beroperasi target kami untuk produksi kemasan botol dan gelas. Juga pabrik ini nanti insyaAllah mampu memproduksi sebanyak 3600 perjam untuk agar gelas dan botol perjam sekitar 500,” terangnya.
Ditambahkannya, belumnya beroperasi pabrik produksi air minum dalam kemasan ini, dikarenakan masih terganjal perizina. Sebab untuk mengoperasikan pabrik tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya, memiliki Izin Usaha Industri (IUI), memiliki izin pengambilan air tanah sebagai syarat untuk memperoleh IUI, harus melakukan pengujian air baku melalui laboratorium internal atau eksternal secara periodik dan harus menerapkan SNI dan harus memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI).
“Mudah-mudahan saja pabrik air mineral ini cepat beroperasi dan nanti kalau izinya sudah kita lengkap semua nanti segera kita produksi dan akan kita segera pasarkan. Sehingga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

9 Kades Dilaporkan Ke Jaksa

Dana Desa
BINTUHAN,BE– Banyaknya laporan tentang dugaan penyelewengan dana desa (DD) yang terjadi di Kabupaten Kaur beberapa bulan terakhir ini membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur harus bekerja keras. Bagaimana tidak, dalam bulan Januari hingga November 2016 ini sudah ada 9 Kepala Desa (Kades) yang dilaporkan warganya sendiri ke Jaksa terkait indikasi tindak pidana korupsi terhadap penggunaan dana desa.
“Ya untuk saat ini sudah ada sekitar 9 laporan warga yang kita terima soal dugaan penyelewengan DD tahun 2016 ini,” kata Kepala Kajari Kaur Douglas P Nainggolan, SH, MH melalui Kasi Intel Pofrizal SH, kemarin (22/11).
Dikatakannya, dari sembilan laporan DD yang masuk ke Kejari Kaur ini, baru kasus dana desa di Desa Tanjung Agung Kecamatan Maje yang sudah mulai diusut Kejari dalam tahap penyelidikan. Sedangkan untuk delapan desa lainya statusnya masih dipelajari karena Kejari belum lama ini menerima laporannya.
Namun pihaknya memastikan jika laporan itu akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Juga pihaknya tengah melakukan penyelidikan dengan mengumpul data dan keterangan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan dugaan bermasalah penggunaan ADD di sejumlah desa tersebut.
“Yang jelasnya, semua laporan masyarakat terkait penyimpangan anggaran pembangunan tetap kami tindak lanjuti dan akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Kaur, Gunawan MM mengakui, laporan terkait penyalahgunaan anggaran ADD maupun DD baru diketahui setelah masuk dalam ranah hukum. Dalam kasusnya pun kebanyakan merupkan kesalahan dari kepala desa pada penggunaan anggaran yang tidak menjalankan skala prioritas.
“Biasanya kami tahu ada kasus, ketika kejaksaan atau kepolisian meminta informasi ataupun klarifikasi. Kejadiannya banyak aparat desa yang justru membelanjakan anggaran untuk mobilitas pribadi, tidak sesuai dengan peruntukan,” terangnya.
Ditambahkannya, menyebabkan banyak Kades dan perangkat Desa tersandung hukum ini karena besarnya dana negara yang dikelola pemerintahan desa. Hal ini sangat rawan menyebabkan kades tersandung hukum. Terlebih lagi pada pemerintahan desa yang terkesan tidak memperdulikan ketentuan yang berlaku.
“Sebelumnya sudah kita ingatkan kepada para Kades agar menggunakan DD sesuai aturan yang berlaku agar nanti tidak tersandung hukum,” jelasnya.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

PNS Dilarang Pakai Gas 3 Kg

ILUSTRASI GAS MELON
BINTUHAN, BE – Karena tak masuk golongan miskin, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur khususnya, dilarang menggunakan tabung gas LPG 3 kilogram (Kg). Sebab LPG ukuran 3 Kg bersubsidi hanya diperuntukan bagi warga kurang mampu. Hal ini tertera dalam surat edaran Bupati Bupati Kaur, nomor 049/1353/B.15/KK/2016 tentang pengalihan pemakaian gas LPG 3 Kg bersubsidi, ke bright gas 5,5 Kg.
“Sesuai dengan isi surat edaran menteri SDM melalui Bupati agar PNS tidak lagi menggunakan LPG 3 Kg. Karena mereka itu bukan termasuk miskin,” kata Asisten I Pemda Kaur, Bahrun Bidiman SH MH, kemarin (21/11).
Dikatakannya, kebijakan ini dilakukan karena PNS sudah bukan merupakan golongan masyarakat miskin. Sementara gas 3 Kg (melon) tersebut diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Juga dalam peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) tentang penyediaan dan pendistribusian LPG 3 Kg. Pelarangan bagi pemakai LPG 3 Kg ini untuk hotel, restaurant dan kafe serta para PNS. Untuk itu dapat menukarkan tabung gas bisa dilakukan di agen LPG terdekat. Selain itu, segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar mensosialisasikan surat edaran bupati dimaksud ke jajaran PNS.
“Juga selain PNS, di sini kita minta juga bagi pemilik hotel dan kafe agar tidak lagi menggunakan gas LPG 3 Kg ini,” terangnya.
Ditambahkannya, larangan tersebut sifatnya hanya persuasif, karena itu tidak ada hukuman bagi PNS yang masih menggunakan gas melon tersebut. Namun diharapkan kepada para PNS agar mentaati peraturan tersebut. Sebab ini salah satu upaya untuk mencegah kelangkaan elpiji 3 kg di Kaur, yang sebenarnya hanya diperuntukkan untuk warga kurang mampu yang berpenghasilan dibawah Rp 1,5 juta perbulan.
“Kalau untuk sanksi ini tidak ada, tapi kita berharap kepada PNS agar tidak lagi menggunakan gas LPG 3 Kg. Sebab ini salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi kelangkaan,” jelasnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Senin, 21 November 2016

Abrasi Pantai Ancam Desa

abrasiKAUR SELATAN, BE – Pemukiman warga di wilayah pesisir pantai Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur terancam abrasi. Pasalnya jarak bibir pantai dengan jalan dan rumah warga tinggal beberapa meter saja. Hal itu membuat warga setempat berharap agar pemerintah daerah dapat segera membangunkan tanggul pantai tersebut.
“Setiap tahun air laut itu narik daratan itu sekitar dua meteran, dan kalau lama-lama dibiarkan air pantai itu masuk ke rumah,” ujar Mustafa (60), warga setempat kepada BE kemarin (20/11).
Pantauan BE kemarin, selama beberapa pekan terakhir gelombang abrasi pantai selatan cukup besar. Hal ini membuat gerusan abrasi disekitar pantai Sekunyit cukup memprihatinkan, dan bahkan beberapa pohon seperti pohon kelapa banyak yang tumbang akibat abrasi tersebut.
Warga desa khawatir dengan adanya abrasi pantai yang terus terjadi setiap tahun yang mengakibatkan air laut pasang naik hingga ke jalan dan pemukiman warga. Sehingga warga yang tinggal di pinggir laut takut rumah mereka akan tenggelam, jika pemerintah tidak segera membangunkan tanggul pemecah ombak
“Lihatlah mas abrasi bibir pantai ini pohon saja banyak hilang, dan tahun ini paling parah, bahkan jika air laut pasang, airnya sampai ke jalan dan rumah warga rumah,” ujar Mustafa.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Desa Sekunyit Kaharudin mengakui jika warga desanya itu sering mengeluhkan soal abrasi pantai makin parah tersebut. Untuk itu, ia berharap kepada pihak-pihak terkait dalam hal ini untuk secepatnya membangun tanggul pemecah ombak seperti yang telah dilakukan di Pantai Hili dan Linau.
“Permasalahan ini sudah lama terjadi, tapi sampai kini belum ada tindak lanjutnya. Masalah ini hampir setiap tahun kita usulkan ke pemerintah,” ujarnya.
Kades menambahkan, beberapa pohon kelapa yang berada di tepi Pantai Sekunyit juga sudah tidak mampu menahan terjangan air laut saat cuaca buruk seperti sekarang ini. Menanam pohon baru efektif setelah tanggul beton dibangun. Untuk itu ia berharap pemerintah bisa mengatasi masalah ini sehinga tidak lagi terjadi abrasi.
“Kalau lama-lama abrasi ini nyampai ke rumah warga, dan juga tempat pelelangan ikan (TPI) Sekunyit itu tinggal beberapa meter dengan pantai, kalau tidak segera diatasi TPI itu hilang,” tandas Kades.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Ratusan Guru di Kaur Gigit Jari

gigit-jari-ketua-pgri-kaur-saat-mendatangi-ruangan-kabid-anggaran-dppkad-kaur-mempertanyakan-tpg-kamis-1711GIGIT JARI: Ketua PGRI Kaur saat mendatangi ruangan kabid anggaran DPPKAD Kaur, mempertanyakan TPG, Kamis (17/11). (Foto IRUL/BE).

BINTUHAN,BE– Ratusan guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau sertifikasi di Kabupaten Kaur terpaksa gigit jari. Pasalnya, anggaran TPG bagi 797 penerima sertifikasi triwulan ketiga sampai saat ini belum bisa dicairkan, karena dana yang dikucurkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke Kas Daerah hanya Rp 1,5 miliar.
Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk membayar ratusan penerima TPG itu harus Rp 9,1 miliar.
“Dana pembayaran sertikasi untuk teriwulan ketiga ini sudah ada, tapi dananya ini kurang hanya Rp 1,5 miliar sedangkan dana yang dibutuhkan itu Rp 9,1 miliar. Kalau kita bayarkan ini nanti akan bermasalah,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kaur Drs. Ersan Saferi MM melalui Kabid Anggaran Hetliza Okky S Kom, kemarin (17/11).
Dikatakan Okky, pencairan tunjangan sertifikasi yang diberikan per triwulan, ini seharusnya merupakan pencairan untuk bulan Juli hingga Desember 2016 ini. Pencairan tunjangan sertifikasi untuk tahun ini memang terlambat, karena terkendala SK Dirjen yang tidak serentak keluarnya pada awal tahun yang lalu. Juga penundaan pencairan dana sertifikasi guru untuk triwulan ketiga dan keempat ini mungkin karena keuangan negara lagi sulit.
“Kita tidak tahu penyebabnya kenapa dana TPG ini hanya dikucurkan Rp 1,5 miliar ini saja. Mungkin ini karena kebijakan dari pusat,” terangnya.
Ditambahkannya, penundaan pembayaran dana sertifikasi guru ini, memang belum disampaikan kepada semua guru penerima dana sertifikasi. Namun ia berharap agar guru penerima dana sertifikasi dapat mengerti dengan kondisi keuangan pusat dan daerah.
“Kalau danannya sudah cukup nanti pasti segera kita bayarkan, tapi kita belum tahu dana ini cair lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaur Rafi’i S Pd kemarin (17/11) mendatangi DPPKAD Kaur. Kedatangan Rafi’iini mempertanyakan tunjangan sertifikasi guru yang tak kunjung cair untuk triwulan ketiga dan keempat tahun 2016 ini. Sebab saat ini para guru sudah resah dengan macetnya tunjangan sertifikasi tersebut.
“Seharusnya ini pencarian sertifikasi triwulan keempat, tapi sampai kini yang teriwulan ketiga belum juga cair. Karena guru penerima sertifikasi ini selalu mendesak kami, tapi kalau sudah dijelaskan seperti ini nanti saya bisa beri tahu guru penyeban sertifikasi ini macet,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, penerima tunjangan sertifikasi tahun 2016 di linkungan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kaur sebanyak 797 guru terdiri dari guru PAUD 41 orang, SD SMP 662, SMA 94 orang dan pengawas 37 orang.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Abrasi, Warga Minta Perhatian Pemerintah

abrasi-kondisi-abrasi-sungai-kinal-di-desa-tanjung-alam-yang-semakin-smallKINAL, Bengkulu Ekspress– Warga Desa Tanjung Alam Kecamatan Kinal Kabupaten Kaur mencemaskan derasnya aliran Sungai Kinal saat musim penghujan, sehingga mengakibatkan pengikisan tanah di sekitar wilayah pemukiman. Untuk itu, warga meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur untuk segera membangun talud di sepanjang aliran sungai ini. Sehingga dapat mengurangi pengikisan tanah oleh aliran sungai.
“Kalau musim ini aliran sungai itu deras sekali, warga mulai khawatir karena bibir sungai itu terkena abrasi dan ini mengancam sawah petani dan jalan warga,” kata Kepala Desa (Kades) Tanjung Alam Abdul Rahman, kemarin (16/11).
Dikatakannya, belasan hektar sawah yang berada di sepanjang aliran sungai terancam terkikis akibat abrasi sungai. Menurutnya, pada 2015 lalu pengikisan tanah sudah mulai terjadi sehingga mengakibatkan longsor disejumlah aliran sungai tersebut.
“Setiap hujan deras abrasi itu semakin besar, salah satu untuk mengatasi masalah ini harus dibangun talud,” terangnya.
Dikatakannya, sudah sekitar empat tahun lalu, jarak persawahan dengan aliran sungai sekitar 5 meter dari bibir sungai. Lantaran, sering terjadi longsor, warga semakin cemas dan meminta perhatian khusus dari Pemkab. Dia berharap, pihak pemerintah segera membuat talud sebagai penahan arus. Sehingga longsor yang sering terjadi di sekitar pemukiman mereka dapat diatasi.
“Ini sudah sering kita usulkan tapi belum terrealisasi, padahal kami sudah sampaikan terus-menerus saat musrenbang. Kami berharap tahun 2017 talud sungai Kinal dibangun,” harap Kades.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

SMA 1 Kaur Bertekad Tingkatkan Prestasi

sma-1-kaur-small
sma-1-kaur-small
IRUL/Bengkulu Ekspress. HUT: Perayaan HUT SMA 1 Kaur ke-33 tahun, ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan balon udara oleh Bupati Kaur yang diwakili oleh Kasi Kurikulum Kaur, Agus Imron SPd didampingi Kepala SMA 1 Kaur M. Jalil SPd Ing dan dewan guru, Senin (14/11).
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Melalui hari jadi SMAN 1 Kaur yang ke-33 tahun, SMA 1 Kaur bertekad melahirkan siswa-siswi yang gemilang dan berprestasi, serta menjadi generasi penerus bangsa untuk ke depannya. Hal ini disampaikan oleh Kepala SMA 1 Kaur M. Jalil SPd Ing, kemarin (14/11).
“Dihari jadinya SMA 1 Kaur yang ke-33 tahun ini, kita bertekad untuk meningatkan prestasi anak-anak yang libih gemilang lagi,” kata M Jailil dalam sambutanya, kemarin (14/11).
Dikatakan Jalil, prestasi yang ditingkatkan tersebut baik dalam bidang akademik ataupun non akademik. Peningkatkan kualitas pendidikan menjadi program prioritas SMA 1 Kaur saat ini. Jalil tak hanya membentuk siswa cerdas di akademis, juga sehat jasmani, rohani, mental, berkarakter dan disiplin. Untuk melahirkan siswa cerdas. Saat ini dibentuk beragam program yang nantinya diharapkan bisa melahirkan siswa cerdas. Prestasi yang diraih anak didik ini membuktikan kerja keras guru yang membuahkan hasil. Prestasi ini diharapkan bisa ditingkatkan di tahun-tahun ke depan.
“Di sini kita memiliki beberapa pembina ekstra, baik itu ekstra akademik ataupun ekstra non akademik, dan setiap tahun prestasi kita selalu meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kaur yang diwakili oleh Kasi Kurikulum Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Kaur Agus Imron SPd menyampaikan, pihaknya mengucapkan selamat HUT yang ke-33 untuk SMAN 1 Kaur. Dalam sambutannya, pihaknya juga berpesan, agar siswa-siswa bisa belajar lebih tekun, serta berprestasi dan mampu bersaing dengan siswa lainnya.
“Karena beliau ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, maka saya yang mewakili bupati berpesan kepada siswa agar meningkatkan prestasinya lebih baik lagi.  Juga untuk SMA 1 Kaur selamat hari jadi ke-33 tahun, dan semoga ke depan semakin gemilang,” tutupnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Guru Ngaji, Hingga Ketua MUI Ikut Tes PAI Non PNS

 11-foto-a

KOTA BINTUHAN – Untuk jadi Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS tahun 2017 peserta harus mengikuti berbagai tes sesuai petunjuk Kementerian Agama RI. Bahkan tesnya lebih sulit daripada CPNS. Selain tes berkas, peserta harus mengikuti tes tertulis dan wawancara. Dari 227 peserta, hanya 196 orang yang kemarin (20/11) bisa mengikuti tes tertulis di MAN Bintuhan.
Pantauan RB, peserta yang ikut tes PAI non PNS kemarin kebanyakan guru ngaji kecamatan, Ketua MUI Kaur, Yahyu Dasi, pengurus parpol Islam Andi, hingga Imam Masjid Agung, Suardi.
“Tujuan kita untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Sebagai penyuluh kita juga harus bisa berdialog dan memberi pencerahan agama pada masyarakat. Inilah yang harus kita kembangkan dengan membentuk forum penyuluh agama. Mungkin selama ini tidak pernah kita dengar,” kata Yahyu.
Sejak pukul 07.00 WIB peserta berada di MAN Bintuhan mengenakan pakaian putih hitam. Sebelum masuk kelas diberi arahan Kakan Kemenag Kaur, Arsan S Ibrahim, M.Hi. Setiap peserta harus mengerjakan 100 soal, yang berisi wawasan nusantara, pengetahuan agama dan undang-undang keagamaan.
Dari 196 peserta yang dijadwalkan ikut tes tertulis, 8 peserta tidak hadir dan dianggap gugur. Sehingga tidak bisa mengikuti tahapan tes wawancara 25 November. “Soalnya sulit, namun kita yakin saja bisa mengerjakan dengan benar,” beber Yulisman yang juga Pengurus Pesantren Langgar Tarbiyah.
Terpisah Kakan Kemenag Kaur, Arsan S Ibrahim mengatakan hanya 120 orang PAI non PNS yang akan bertugas awal Januari 2017. Berdasarkan aturan tesnya harus bertahap dan pengumuman Desember 2017. Arsan mengatakan tes ini dilakukan murni, sesuai kemampuan peserta.
“Hasil tes tertulis kita umumkan 23 November dan 25 November tes wawancara. Peserta yang bisa ceramah sangat kurang, padahal itu yang paling kita butuhkan. Pendidikan SInya juga kurang, jadi masih banyak lulusan SMA yang kita terima. Kita harap 120 penyuluh yang terbaik sesuai harapan,” terang Arsan.
Arsan menambahkan kelulusan akan dilakukan dari rangking. Peserta yang belum berkesempatan lulus tahun ini, bisa dipanggil lagi jika ada yang mundur atau pindah. “Peserta yang rangkingnya 121, 122 dan seterusnya jangan kecewa. Karena masih berkesempatan untuk diangkat di tahun-tahun berikutnya,” demikian Arsan.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India