Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Jumat, 23 September 2016

Puluhan Pasutri Itsbat NIkah

Kaur_nikah massal
NIKAH: Puluhan Pasutri saat mengikuti sidang isbat nikah yang digelar pengadilan agama, Kemenang bekerjasama dengan pemda di kantor kecamatan Kaur Selatan. (Foto IRUL/BE)
KAUR SELATAN,BE– Sebanyak 60 pasangan suami istri (pasutri) yang hidup selama puluhan tahun hingga beranak cucu dan cicit tanpa ikatan surat pernikahan yang resmi dari negara, antri dan berdesak-desakan mengikuti sidang itsbat nikah di aula Kantor Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, Kamis (22/9) kemarin.
Mereka setelah mengikuti sidang Isbat, dipastikan akan memiliki buku nikah yang sah yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA).
“Ya untuk hari ini ada 60 Pasutri yang mengikuti sidang isbat nikah di kantor Camat Kaur Selatan, pasangan ini merupakan warga Kecamatan Semidang Gumay semua, sisanya akan kita gelar sidang tanggal 26 dan 28 di kantor Kecamatan Kaur Selatan dan Muara Sahung,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kaur H.Arsan Suryani M HI, Kamis (22/9) kemarin.
Dikatakannya, sidang itsbat nikah dilakukan untuk melegalisasi pernikahan 60 pasutri di Kaur yang tidak memiliki surat nikah yang sah dari negara. Sidang itsbat terpadu ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melegalisasi pernikahan pasangan suami istri yang menikah secara sah menurut agama.
Kerja sama terpadu ini memudahkan proses penerbitan surat nikah yang sah dari negara bagi pasutri yang sudah beranak cucu namun status pernikahananya tidak diakui negara lantaran tidak tercatatkan di kantor pengadilan agama maupun kantor agama.
“Legalisasi negara atas pernikahan pasutri yang tidak memiliki surat nikah resmi ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk membantu pasutri yang selama ini kesulitan mengurus adminitrasi kependudukan karena tak punya bukti surat penikahan yang sah dari negara,” terangnya.
Dalam pengamatan BE, sidang isbat yang digelar sekitar pukul 08.30 WIB pasutri yang mayoritas berusia lanjut tampak lega setelah menerima surat pernikahan resmi dari negara. Mereka disumpah menggunakan kitab suci al Quran sebelum disidangkan oleh hakim Pengadilan Agama Manna. Para peserta juga diharuskan menghadirkan sanak keluarga atau saksi yang mengetahui latar belakang pernikahan mereka. Juga setiap pasangan diwajibkan untuk menjawab beberapa pertanyaan panitera pengganti dan hakim, seputar asal usul pernikahan mereka.
“Nikah isbat ini harus ada saksi dari pernikahan itu, dan kalau sudah mengikuti sidang baru buku nikahnya kita terbitkan,” terangnya.
Sementara itu Ketua PA Manna Drs. H. Syazili SH mengatakan, untuk di Kabupaten Kaur ini yang mengikuti sidang isbat tahun 2016 ini ada sekitar 152 Pasutri, dan sidang dilaksanakan selama tiga hari di dua tempat. Juga kegiatan ini dilaksanakan telah lama dilakukan, namun untuk Kabupaten Kaur untuk pertama kalinya.
“Kegiatan ini dalam rangka memenuhi undang-undang, nomor 42 tahun 2014 tentang adminstrasi kependudukan, kegiatan ini akan terus kita lakukan, agar pasangan yang sudah nikah tapi belum ada buku nikah bisa memiliki buku nikah,” tandasnya.(618)
Sumber: http://bengkuluekspress.com/

Warga Diimbau Rekam KTP-El

e-ktp
KAUR SELATAN, BE – Pemerintah Kecamatan Kaur Selatan khususnya terus mengimbau masyarakat yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) untuk segera melakukan perekaman data di kecamatan hingga 30 September 2016. Sebab jika tidak memiliki KTP-el, warga akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pelayanan publik, seperti BPJS, pembukaan rekening bank, mengurus SIM dan lainnya.
“Pelaksanaan perekaman data KTP-el paling lambat 30 September ini. Kita minta bagi warga yang sudah memenuhi syarat untuk melaksanakan perekaman data KTP-el, karena KTP elektronik akan menjadi syarat utama bagi warga yang memerlukan pelayanan publik,” kata Camat Kaur Selatan Bahasim M TPd, Senin (19/9) kemarin.
Dikatakannya, imbauan percepatan perekaman KTP-el itu menindaklanjuti Surat Edaran No. 471/1768/SJ 2016 tentang Percepatan Penerbitan KTP-el dan Akta Kelahiran. Percepatan penerbitan KTP-el dan akta kelahiran sebagai basis data kependudukan nasional itu. Disebabkan sampai saat ini masih banyak warga Kaur yang belum melakukan perekaman KTP-el. Juga pihaknya sudah membagikan surat edaran itu ke seluruh Kepala desa dan lurah Kecamatan Kaur Selatan. Tujuannya agar juga menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat tentang KTP konversional atau KTP lama sudah tidak berlaku lagi.
“Bagi masyarakat yang telah berumur 17 tahun ke atas atau sudah menikah meski belum berumur 17 tahun wajib memiliki KTP-el, karena KTP-el ini sangat penting,” terangnya.
Ditambahkannya, bukan hanya KTP-el, setiap warga yang yang berusia 0-17 tahun dan belum memiliki akta kelahiran juga diimbau untuk segera mengurusnya. Pemerintah juga telah mempermudah persyaratannya, warga tidak lagi diharuskan membuat surat pengantar dari Kades dan kelurahan. Untuk upaya percepatan perekaman data KTP-el dan akta kelahiran, lanjutnya, pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai instansi.
“Sekali lagi kita imbauan agar masyarakat yang belum memiliki KTP-el untuk segera melakukan perekaman data di kantor kecamatan, jangan sampai nanti karena tidak ada KTP-el menghambat bantuan dari pemerintah,” jelasnya.(618)
Sumber: http://bengkuluekspress.com/

248 Siswa Madrasah Terima KIP

kartu indonesia pintar KIP
BINTUHAN, BE – Sebanyak 248 siswa madrasah yang terdiri dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliah Negeri (MAN) Kabupaten Kaur, secara resmi menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Penyerahan bantuan lewat Program Indonesia Pintar (PIP) yang dialokasikan untuk membantu para siswa dari kalangan kurang beruntung ini diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kemenag Kaur H. Arsan Suryani M HI, di aula Kemenag Kaur, Senin (19/9) kemarin.
“Total penerima Kartu Indonesia Pintar dari pemerintah pusat bagi pelajar MI hingga MAN di Kaur ini sebanyak 248 siswa dan sudah terisi semua,” kata Arsan usai membagikan kartu KIP secara simbolis kepada siswa MI, Senin (19/9) kemarin.
Dikatakannya, nama-nama siswa yang diajukan sebagai calon penerima sesuai kuota tersebut berdasarkan data pokok pendidikan atau Dapodik di masing-masing sekolah Madsarah. Dari 248 siswa yang menerima KIP itu, siswa MI 118 siswa, MTs 102 dan MAN 20 siswa. Besaran dana yang diperoleh siswa, untuk MI sebesar Rp 450.000 per tahun, MTs Rp. 750.000 per tahun, dan SMA Rp 1 juta per tahun.
“Pencairan dana KIP ini persemester, dan ini langsung dilakukan di bank. Saya pesan agar uangnya digunakan betul untuk keperluan sekolah, jangan buat beli pulsa,” pesannya.
Dikatatakannya, KIP yang merupakan program presiden, ini adalah komitmen pemerintah pusat untuk membantu dan menjamin setiap warga negara untuk menikmati pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar. Program KIP memiliki sasaran mendanai seluruh siswa kurang beruntung di Indonesia termasuk di Kaur untuk menikmati pendidikan dan menekan angka putus sekolah.
“Penyaluran bantuan kepada pada siswa di Kaur ini, merupakan bukti dan komitmen pemerintah pusat untuk membantu pendidikan anak-anak kurang mampu di Kaur ini,” terangnya.
Ditambahkannya, ia berharap bantuan yang disalurkan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan tepat sehingga target penyaluran KIP di madrasah akan tercapai. Implementasi dan penyaluran bantuan KIP bagi ratusan siswa ini telah sesuai dengan ketentuan. Melalui hasil pendataan ratusan siswa penerima KIP memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan yang dialokasi oleh pemerintah pusat.
“Saya berharap anak-anak yang menerima bantuan ini, akan memanfaatkannya dengan baik memenuhi berbagai kebutuhan selama mengyam pendidikan di madrasah,” harapnya.(618)
Sumber: http://bengkuluekspress.com/

152 Pasangan ”Nikah Lagi”

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 95
BINTUHAN, BE – Bila tidak ada halangan, Pengadilan Agama (PA) Manna menjadwalkan menggelar sidang isbat nikah massal, Kamis (22/9). Sidang itsbat nikah massal ini akan dilakukan di Kecamatan Kaur Selatan. Sidang isbat yang akan digelar di aula kantor Kecamatan Kaur Selatan tersebut akan diiukuti 152 pasangan yang sebelumnya telah mendaftarkan diri ke Kantor Urusan Agama (KUA).
“Ya berdasarkan laporan dari masing-masing KUA, ada 152 pasangan suami istri akan melakukan sidang isbat Kamis nanti,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kaur, H. Arsan Suryani M HI, Senin (19/9) kemarin.
Dikatakannya, saat ini warga Kaur masih banyak pasangan suami istri yang nikah secara siri atau dibawah tangan, sehingga tidak tercatat di KUA dan tanpa memiliki buku nikah. Tanpa buku nikah, pasangan suami istri menemui kesulitan saat mengurus administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran dan urusan kependudukan yang lain. Juga sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 tahun 2015 tentang Pelayanan Terpadu Sidang Keliling Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah Dalam Rangka Penerbitan Akta Perkawinan, Buku Nikah dan Akta Kelahiran, Pengadilan Agama diminta menjalin kerjasama dengan instansi terkait.
“Sidang isbat ini nanti akan dilakukan di kantor Camat Kaur Selatan, dan nanti akan langsung dilakukan oleh PA Manna bekerjasama dengan Kemenag Kaur,” terangnya.
Lanjutnya, untuk semua pasangan yang mengikuti sidang isbat nikah ini nanti, belum tentu dapat disahkan. Karena dalam prosesnya, akan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap pasangan ini. Seperti tidak memiliki hubungan darah, saudara sepersusuan, sudah menjalin hubungan rumah tangga dengan pasangan lain serta hal-hal yang dilarang dalam agama.
“Nanti pasangan ini belum dapat disahkan begitu saja, karena semua pasangan harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu,” tambahnya.
Ditambahkannya, bagi masyarakat yang berniat untuk mengikuti sidang isbat nikah ini dapat mengikuti prosedur pendaftaran melalui KUA sesuai tempat tinggal masing-masing. Selanjutnya KUA akan menyampaikan kepada Pengadilan Agama untuk selanjutnya dilakukan sidang isbat nikah.
“Kalau ada warga yang ingin mengikuti sidang itsbat bisa mendaftarkan di KUA masing-masing kecamatan, dan juga kami minta kepada pasangan yang akan ikut sidang isbat ini jangan lupa bawa persyaratan yang sudah ditentukan oleh KUA sebelumnya,” jelasnya.(618)
Sumber: http://bengkuluekspress.com/

Nyabu, 2 Pemuda Diringkus

AMANKAN Anggota Satres Narkoba Polres Kaur saat melihatkan barang bukti berupa 1 paket sabtu dan 1 buah bong, Minggu (189 (1)
IRUL/BE AMANKAN: Anggota Satres Narkoba Polres Kaur saat melihatkan barang bukti berupa 1 paket sabtu dan 1 buah bong, Minggu (18/9)
KAUR SELATAN, BE – Perburuan terhadap kawanan Narkoba oleh Polres Kaur terus dilakukan. Terbaru, dua pemuda bernisial MR (21) dan MY(18), warga Desa Air Dingin Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, berhasil diringkus Satres Narkoba Polres Kaur, Sabtu (17/9) malam. Kedua pemuda ini diamankan polisi saat asyik mengkosumsi Narkoba jenis sabu-sabu di sekitar Desa Padang Petron atau tepatnya di depan SMAN 5 Kecamatan Kaur Selatan.
“Kedua pelaku ini memang sudah lama menjadi Target Operasi (TO) kita, dan baru sekarang yang bersangkutan bisa kita amankan, mereka kita amankan saat sedang menghisap barang harap itu,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Puwanto, S.IK, didampingi Kasat Narkoba Iptu Pernoto melalui Kanit 1 Satres Narkoba Bripka Putra Agung, Minggu (18/9) kemarin.
Data terhimpun BE, kedua pemuda berhasil diamankan polisi sekitar pukul 22.30 WIB di sekitar jalan raya Desa Padang Petron Kecamatan Kaur Selatan. Penangkapan kedua pelaku berawal dari Sat Narkoba Polres Kaur mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa pelaku sering memakai Narkoba jenis sabu di sekitar lokasi. Mendapat informasi tersebut pihak Sat Narkoba Polres Kaur bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil penggeledahan terhadap kedua pelaku, polisi menemukan 1 paket sabu-sabu seharga Rp 200 ribu. Paket sabu yang dibungkus plastik bening itu ditemukan di kantong celana pelaku. Saat ditangkap, barang bukti yang berhasil disita dari tangan kedua pelaku berupa 1 paket sabu, 1 buah bong atau alat hisap, 1 unit Hp iphone 5. Setelah berhasil menemukan barang bukti tersebut, kedua pelaku langsung digelandang ke Mapolres Kaur untuk proses selanjutnya.
“Kedua pelaku dan barang bukti sabu sudah kita amankan, dan kita masih mendalami kasus ini, juga kita masih mencari asal usul barang haram itu. Untuk sementara ini pelaku masih sebatas pemakai, dan hasil tes urine positif,” terangnya.
Akibat perbuatanya itu, pelaku terpaksa harus merasakan dinginnya tahanan Mapolres Kaur dan juga dijerat dengan Pasal 127 tentang pemakai atau pengguna, Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dan diancam dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Dinkes Akan Beli 8 Unit Mobil Pusling

pusling
KOTA BINTUHAN – Tahun ini, Dinas Kesehatan Kaur kembali dapat bantaun dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 40 miliar lebih. DAK tersebut sudah mulai berjalan baik untuk pembelian alkes, rehab gedung dan kantor puskesmas serta belanja kendaraan dinas berupa mobil puskesmas keliling (pusling). Mobil tersebut akan dialokasikan untuk beberapa puskesmas di Kabupaten Kaur.
Untuk pengadaan pusling ini, Dinkes telah menganggarkan dana kurang lebih Rp 1,5 miliar untuk 8 unit mobil pusling. Kebutuhan mobil pusling untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kaur. Karena saat ini sebagian mobil pusling yang ada kondisinya sudah mulai rusak sehingga tidak lagi efektif.  “Awalnya kita ajukan enam unit mobil pusling, karena masih ada dana maka kita ajukan 8 unit. Saat ini masih dalam proses pembelian, mudah-mudahan akhir tahun nanti sudah tiba di Kaur,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kaur, Drs M Thabri melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK), Sasmin di ruang kerjanya.
8 unit mobil pusling ini akan diperuntukan untuk Puskesmas Linau, Luas, Mentiring, Kelam Tengah, Gedung Wani, dan Pagulir. Sementara untuk dua lagi belum ditentukan peruntukannya karena masih diverifikasi puskesmas mana saja yang nantinya akan mendapatkan dua unit pusling tersebut dengan melihat kondisi dan jarak puskesmas yang ada saat ini.
Tidak hanya pusling, DAK tahun ini juga diperuntukkan untuk rehab gedung puskesmas sebanyak 28 paket dengan jumlah anggaran mencapai Rp 7 miliar lebih. Kemudian pengadaan alat-alat kesehatan yang totalnya mencapai Rp 23 miliar. “Untuk rehab sedang, berat dan ringan 16 puskesmas saat ini sedang berjalan. Bahkan ada yang sudah selesai dan kita harapkan ke depan beberapa puskesmas yang ada juga akan kita tingkatkan lagi pembangunannya,” ungkap Sasmin.(cik)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/

Pencurian dan Pencabulan Dominasi Perkara di PN

Hasil gambar untuk Pencurian dan Pencabulan Dominasi Perkara di PN

KOTA BINTUHAN – Januari hingga September 2016, Pengadilan Negeri (PN) Bintuhan telah menyelesaikan 47 kasus. Dari 47 perkara yang sudah ditangani itu, paling banyak perkara pencurian dan pencabulan. Dua kasus tersebut terus meningkat di Kabupaten Kaur.
Berdasarkan data di PN Bintuhan kemarin (22/9), dari 47 perkara yang ada ada, 16 perkara kasus pencurian yang telah disidangkan dan mendapatkan ketetapan hukum. Kasus pencurian ini mulai dari pencurian rumah, warung, motor dan ternak yang memang sempat menghebohkan warga Kaur sebelum lebaran Idul Fitri lalu.
Peringkat kedua perkara yang paling banyak ditangani PN Bintuhan adalah cabul. Hingga September, sudah ada 11 perkara cabul yang sudah menjalani sidang. Dengan pelaku beragam, mulai dari anak di bawah umur hingga orang dewasa. Untuk tahun ini kasus cabul didominasi anak di bawah umur, baik itu korban maupun pelaku.
“Pencurian dan cabul masih mendominasi perkara di Kaur saat ini. Bahkan para pelakunya banyak anak-anak yang masih di bawah umur. Tahun ini jauh lebih meningkat dibandingkan perkara pencurian dan cabul tahun sebelumnya,” kata Kepala Pengadilan Negeri Bintuhan Asep Koswara, SH, MH, kemarin.
Tidak hanya itu, beberapa perkara lainnya yang juga ditangani yang cukup menonjol adalah perkara narkoba yang hingga saat ini sudah ada tiga perkara. Kemudian ada juga perkara ilegal loging yang sudah selesai sebanyak tiga perkara. Serta dua perkara perikanan yaitu terkait dengan kasus penyetruman ikan di sungai dengan menggunakan alat-alat terlarang. “Jumlah perkara ini akan terus meningkat, karena saat ini kita juga masih melakukan sidang terhadap perkara-perkara pencurian, pembunuhan dan cabul,” jelasnya.(cik)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/

Usai Putusan PTUN, Polisi Jaga Air Long

foto-a
KOTA BINTUHAN – Setelah keluarnya putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bengkulu yang memenangkan gugatan mantan Kades Air Long Kecamatan Maje, Suryadi, membuat masyarakat terkejut dan banyak yang bertanya soal kebenaran putusan tersebut. Apalagi selama ini di internal desa ada warga yang pro dan kontra terhadap Suryadi, usai digerebek warga beberapa waktu yang lalu bersama istri mantan kades.
Kendati demikian, hingga kemarin (22/9) kondisi Desa Air Long tetap kondusif. Bahkan pascaputusan pada Rabu (21/9), Polres Kaur dan Polsek Maje telah melakukan pendekatan dan patroli di desa tersebut. Hal itu guna memantau kegiatan warga desa pascaputusan dan mencegah terjadi keributan. Apalagi antara rumah mantan Kades Suryadi dan mantan Kades Air Long, Bangsawan jaraknya berdekatan.
“Memang banyak warga yang datang mempertanyakan soal kebenaran putusan PTUN tersebut. Namun untuk keributan dan sebagainya tidak ada, semua dalam keadaan kondusif pascaputusan, bahkan tidak terjadi apa-apa. Hanya masyarakat berharap agar pemerintah tetap melakukan upaya hukum dengan cara banding ke PT TUN Medan,” kata Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Bursan Lanjut.
Sebelumnya, Kasat Intelkam Polres Kaur Iptu Candra Permana bersama jajarannya juga melakukan pemantauan ke Desa Air Long. Mereka memberikan masukan terkait putusan PTUN Bengkulu dan meminta warga untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya soal sengketa ini ke Pemda Kaur.
Kasat Intelkam juga berharap BPD dan Plt Kades Air Long dapat menenangkan warga dan menjaga keadaan terus kondusif pascaputusan PTUN. Tidak hanya itu, warga juga diminta untuk bersabar dan tidak mudah terpancing isu-isu yang dapat menghancurkan dan memecah belah warga Desa Air Long. “Kita lihat kondisinya kondusif. Kepada camat, BPD dan Plt Kades sudah kita imbau segera melakukan koordinasi ke Polsek atau Polres Kaur jika ada hal-hal yang bisa bikin ribut pasca putusan PTUN Bengkulu,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kasat Intelkam Iptu Candra Permana.(cik)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/

Listrik Tenaga Surya

KOTA BINTUHAN – Warga Transmigrasi Kedataran yang berada di Desa Kedataran, Kecamatan Maje mulai nampak betah tinggal di lokasi transmigrasi tersebut. Sejumlah fasilitas pembangunan saat ini mulai terus ditingkatkan pemerintah daerah di wilayah tersebut.
Baru-baru ini warga trans kembali mendapatkan bantuan listrik tenaga surya dari Provinsi Bengkulu. Dari 194 rumah yang ada di lokasi trans, untuk tahun ini 100 unit rumah sudah diterangi listrik tenaga surya. Sementara sisanya akan diusulkan kembali ke kementerian baik melalui Pemda Kaur atau Pemda Provinsi Bengkulu.
“100 unit rumah trans Kedataran telah mendapatkan penerangan listrik tenaga surya. Kita harapkan di tahun 2017 yang akan datang bisa masuk listrik atau bantuan yang sama, sehingga perekonomian warga sekitar juga akan semakin meningkat,” kata Plt Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) Kaur, Sulaiman, kemarin.
Sulaiman mengatakan kalau saat ini trans Kedataran sudah bisa menjadi daerah penghasil pisang di Kaur. Sudah ribuan pisang ditanam dan menjadi produk unggulan warga trans. Bahkan dalam satu minggu, menurut Sulaiman, bisa menghasilkan paling sedikit 50 tandan pisang.
Dijelaskan Sulaiman, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar dapat melakukan peningkatan jalan. Dari Desa Kedataran hingga ke trans yang saat ini masih tanah kuning. Dengan adanya peningkatan jalan maka akses keluar dan masuk ke lokasi trans juga akan lebih mudah. Apalagi di tiga desa yang ada di wilayah Sambat saat ini, jalan dan jembatannya sudah bagus dan sudah ditingkatkan oleh Dinas PU Kaur tahun 2015 dan 2016.
“Untuk peningkatan jalan menuju trans akan kita lihat dulu anggaran yang ada, kalau memungkinkan tahun 2017 bisa kita tingkatkan secara bertahap hingga hotmix,” kata Kepala Dinas PU Kaur, Lawi Amrul, M.Si saat dikonfirmasi mengenai pembangunan jalan menuju trans Kedataran.(cik)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/

Polres Latih Satpol PP

satpol-pp
KOTA BINTUHAN – Sebanyak 100 lebih personil Satpol PP Kaur, baik PNS maupun tenaga honorer, selama tiga bulan ke depan akan terus mendapatkan bimbingan dan pelatihan dari anggota Sabhara Polres Kaur. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin para anggota Satpol PP dalam menjalankan tugas pengamanan. Baik di kantor bupati, rumdin bupati, sekda, wabup dan lainnya.
Pelatihan ini direncanakan dilakukan secara bertahap dua minggu sekali, mulai dari latihan baris berbaris, pengamanan diri, bela diri dan sebagainya. Tidak hanya anggota Satpol PP yang laki-laki, anggota Satpol PP perempuan juga ikut dilatih anggota Polres Kaur. Dengan pelatihan ini diharapkan ke depan anggota Satpol PP di Kaur dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
Kepala Satpol PP Kaur, Drs Suryanto Ajam, MM melalui Plt Kasi Trantib Sulaiman Efendi mengatakan untuk latihan rutin Satpol PP ke depan menggandeng pihak kepolisian. Tidak hanya Satpol PP yang di kantor, namun di penjagaan juga akan bergantian mengikuti pelatihan.
“Latihan rutin per dua minggu selama tiga bulan. Hal ini perlu kita lakukan apalagi tugas Satpol PP ke depan akan semakin berat untuk menegakkan perda. Serta senantiasa melakukan pengamanan di kantor-kantor dan juga rumdin kepala daerah,” kata Sulaiman.
Pelatihan ini tidak hanya baris berbaris saja, namun anggota Satpol PP juga dilatih menggunakan pentungan. Cara berpakaian yang baik dan benar, karena anggota Satpol PP juga harus nampak rapi dalam setiap menjalankan tugas. Pelatihan ini sebenarnya dilakukan awal tahun tiap tahunnya, namun karena akan adanya perubahan nomenklatur perangkat daerah maka pelatihan dilakukan pada akhir tahun.
“Untuk saat ini anggota kita masih sangat kurang. Namun tahun 2017 bisa jadi akan bertambah dari yang ada saat ini. Apalagi Satpol PP nantinya akan menjadi badan dan dijabat oleh pejabat eselon II,” kata Sulaiman.(cik)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/

40 Kendaraan Terjaring Razia


foto-a
KOTA BINTUHAN – Sat Lantas Polres Kaur pasca pergantian pucuk pimpinan, kemarin (21/9) mulai melakukan kegiatan operasi rutin (opstin) di wilayah Polres Kaur. Opstin yang dipimpin Kasat Lantas David Pratama, S.IK untuk pertama kali dilaksanakan di depan Mapolres Kaur sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.
Mantan Kasat PJR Polda Bengkulu ini pun terkejut melihat banyaknya pengendara yang takut melintasi polisi yang sedang razia. Tidak hanya itu, para pengendara ini pun rela menunggu hingga razia usai baru melintas. Bahkan ada PNS yang harus telat datang ke kantor lantaran enggan melintasi polisi yang sedang melakukan operasi rutin penertiban surat-surat kendaraan.
Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kasat Lantas AKP. David Pratama, S.IK mengimbau warga Kaur untuk senantiasa membawa surat-surat kendaraan dalam berpergian. David juga mengimbau pengendara segera melengkapi perlengkapan sepeda motor seperti spion serta menggunakan helm.
“Kesadaran masyarakat melengkapi perlengkapan motor dan juga membawa surat-surat kendaraan masih sangat kurang. Pagi ini saja (kemarin, red) sudah ada 40 unit kendaraan ditilang, baik motor maupun mobil. Hal ini akan menjadi tugas kita ke depan untuk selalu melakukan sosialisasi tertib lalu lintas,” jelas David.
Tidak hanya menilang dan menahan SIM dan STNK, polisi juga mengamankan satu unit mobil pick up yang tidak membawa surat-surat kendaraan dan SIM. Serta lima unit sepeda motor yang juga tidak lengkap serta ada motor yang ditahan karena menggunakan knalpot racing.
“Untuk knalpot racing tidak akan kita keluarkan sebelum pemiliknya mencopot dan mengganti dengan kenalpot standar. Knalpot racing sangat mengganggu warga karena suaranya keras,” terangnya.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

Mantan Kades Air Long Menang Gugatan PTUN

KOTA BINTUHAN – Tidak terima dipecat Pemda Kaur, mantan Kades Air Long Suryadi mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bengkulu. Dalam putusan, mantan kades yang dipecat lantaran dugaan perselingkuhan tersebut menang. Gugatannya diterima majelis hakim dalam persidangan di PTUN Bengkulu, kemarin (21/9).
Majelis hakim mengabulkan semua tuntutan penggugat atas Bupati Kaur. Gugatannya yaitu mencabut SK Bupati Kaur tentang pemecatan Suryadi sebagai kepala desa dan melantik kembali Suryadi sebagai Kepala Desa Air Long. Karena pemecatan tersebut tanpa tahapan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan putusan tersebut maka Pemda Kaur kembali kalah di PTUN Bengkulu. Sebelumnya PTUN Bengkulu juga mengabulkan gugatan mantan calon Kades Suka Banjar, Kecamatan Tetap.
Dikonfirmasi RB, Suryadi mengakui semua gugatannya di PTUN Bengkulu dikabulkan. Dengan dikabulkannya gugatan tersebut, maka Suyadi berharap Bupati atau Pemda Kaur segera melaksanakan putusan tersebut.
“Gugatan saya dikabulkan dan saya terima kasih kepada semua rekan-rekan yang selama ini mendukung. Saya berharap agar putusan ini segera dilaksanakan karena jelas putusan PTUN pemecatan saya sebagai kades salah,” kata Suryadi.
Terpisah, Plt. Kabag Hukum Pemda Kaur, Alfian, SH membenarkan gugatan penggugat atas putusan bupati soal pemecatan Kades Air Long dikabulkan PTUN Bengkulu. Kendati demikian, Alfian merasa kecewa karena majelis hakim hanya melihat satu fakta saja. Sementara 12 fakta dalam pengambilan keputusan dalam pemecatan itu diabaikan.
“Atas putusan ini kita pasti banding dan akan segera kita daftarkan nantinya ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Medan. Di Medan nanti akan saya jelaskan langsung, karena saat saya masuk gugatan mantan Kades Air Long memang sudah berjalan. Kita pastikan tetap akan banding atas putusan ini,” kata Alfian.
Seperti diketahui Suryadi dipecat karena tertangkap oleh warga berada di rumah mantan kades. Saat itu Suryadi digerebek warga dalam rumah, namun Suryadi membantah bahkan merasa telah dijebak. Namun proses tetap berlanjut hingga ke Inspektorat Kaur yang berujung pada pemecatan Suryadi sebagai kepala desa. Tidak terima dipecat, Suryadi pun mengajukan gugatan ke PTUN Bengkulu dan meminta agar pemda mencabut SK pemecatan dan mengangkat kembali dirinya sebagai Kades Air Long.(cik)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/

Banyak Tsk Pencuri Tak Bisa Ucapkan Syahadat

KOTA BINTUHAN – Maraknya kriminal dan kenakalan remaja jadi perhatian Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto, S.IK. Salah satu faktornya kurang perhatian orangtua dan rendahnya pengetahuan agama yang kadang tidak mereka dapatkan sejak kecil. Sehingga tidak bisa membedakan benar salah, dosa atau tidaknya perbuatan yang dilakukan.
Kapolres  menyatakan banyak anak-anak yang jadi tersangka asusila dan pencurian ditangani mengaku tidak kenal dan mengerti agama. Ini disampaikan Kapolres setelah mengecek tersangka di ruang tahanan Mapoles Kaur kemarin (20/9) pagi. “Pantas setelah tertangkap, keluar penjara dan kembali mencuri. Karena tidak bisa syahadat, walau beragama Islam. Ini harus jadi perhatian orangtua untuk mengajari anaknya ilmu agama,” kata Kapolres.
Kapolres juga memeriksa tahanan yang menyimpan sajam dan sebagainya. Kapolres didampingi Kasat Tahti Ipda Simanungkalit, SE juga mengecek kebersihan ruang tahanan. Kasat Tahti Ipda Simanungkalit, SE menyatakan sedang membangun sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air ruang tahanan. Agar tahanan bisa setiap saat salat dan membersihkan diri. Kapolres juga minta pengawasan terhadap ruang tahanan terus diperketat, termasuk saat menerima tamu. “Dalam waktu dekat kebutuhan air untuk tahanan kita atasi dengan sumur  bor. Kapasitas tahanan kita sementara bisa menampung 20 orang,” pungkas Kasat.(cik)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/

140 Ha Lahan Sawah Baru Mulai Tanam

11-sawah
KOTA BINTUHAN – Meski baru selesai dicetak, seluas 140 ha lahan cetak sawah baru yang tersebar di Kecamatan Padang Guci Hilir Kabupaten sudah mulai ditanami. Secara bertahap Dinas Pertanian Kaur dan TNI akan menanam padi hingga ditargetkan tuntas pertengahan Oktober. Plt Kepala Dinas Pertanian Kaur, Nasrul Rahman, S.Hut mengatakan penanaman padi sudah dua hari dilakukan. Penanaman ini terkait program peningkatan swasembada beras.
“Penanaman padi di percetakan sawah baru tahun ini memuaskan, kita harap tahun ini bisa membuahkan hasil banyak. Tanam pertama ini, semua bibit hingga pupuk masih ditanggung pemerintah. Pada tanam kedua harus diteruskan petani pemilik lahan yang akan kita awasi,” terang Nasrul.
Dia mengakui akan terus mengembangkan percetakan sawah baru tahun 2017. Ke depan akan fokus pada kegiatan percetakan sawah baru di Padang Guci Hulu yang sampai belum tuntas. Dia kembali akan mengajukan anggaran ke Kementerian Pertanian untuk pembuatan lahan sawah baru di Pagulu. “Jika yang pertama ini berhasil, di Pagulu juga akan kita tata ulang dengan menggandeng TNI. Saya yakin tingkat keberhasilannya cukup tinggi bila dikerjakan pemilik lahan. Di Pagulu akan kita cek kembali agar bisa dimanfaatkan untuk sawah,” tambah Nasrul.
Kaur sudah ada dua lokasi percetakan sawah baru. Tahun 2014 di Pagulu pencetakan sawah mencapai 400 hektare. Namun setelah tahap pekerjaan selesai, hanya 170 hektare yang jadi. Karena terkendala bendungan Cawang Kidau, saat ini sawah ada sudah kembali menyemak dan dianggap gagal karena tidak sesuai perencanaan.
Kemudian tahun 2016, kembali dapat alokasi cetak sawah baru di Pagulir. Berkaca dari pengalaman yang lama, pekerjaan di Pagulir diserahkan ke TNI seluas 140 hektare. Di Pagulir sudah mulai ditanami, namun masih perlu fasilitas irigasi.(cik)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/

Antisivasi IL, Patroli Hutan Gabungan

11-patroli-hutan-foto-a
KOTA BINTUHAN – Maraknya kegiatan illegal logging(IL) di Kaur disikapi dengan patrol gabungan antara anggota Polres Kaur dan Dinas Kehutanan Pertambangan dan ESDM (KehutperESDM) beberapa hari ini. Plt Kadis KehutperESDM Kaur, Ir. Buyung Wiyadi mengatakan langkah antisipasi ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penebangan hutan di Hutan Produksi Terbatas (HPT).
Patroli mulai dari Kecamatan Luas dan Muara Sahung, kemudian Kecamatan Maje dan Nasal. Hingga kemarin (18/9) tim gabungan belum membuahkan hasil, mereka juga tidak menemukan tumpukan kayu hasil pembalakan liar di beberapa wilayah yang dicurigai sebagai lokasi penebangan liar.
Operasi ini tidak hanya mencari pelaku penebangan liar, juga mengecek kondisi hutan. Jangan sampai terjadi pembakaran dan pembukaan kebun di hutan nasional. Tim juga sosialisasi pada masyarakat untuk melapor ke Polhut atau Polsek terdekat jika ada penebangan hutan. “Kegiatan ini juga untuk memantau hutan di Kaur, bagaimana kondisinya sekarang,” kata Buyung.
Patroli ini dilakukan tidak terjadwal, menurut Kasat Reskrim AKP Djohan Andika, S.IK agar tidak terdeteksi pelakuillegal logging. Lokasi pemantauanpun diacak. Patroli ini melibatkan tiga Anggota Polres Kaur dan lima polhut Dinas KehutperESDM Kaur. “Kalau ada temuan IL, akan kita tidak. Hingga kini belum dapat hasil, saya belum dapat laporan dari anggota di lapangan,” terang Djohan.(cik)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/

Minggu, 18 September 2016

Kekurangan Penyuluh Agama

Kepala Kemenag Kaur H. Arsan Suryani SAg MHi
Arsan Suryani
KEPALA Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kaur H. Arsan Suryani MHI mengatakan, jumlah tenaga Penyuluh Agama (PA) yang dimilikinya masih dirasa kurang meskipun jumlahnya mencapai 120 orang. Padahal perannya cukup vital dalam kehidupan bermasyarakat terutama di desa-desa.
“Jumlahnya terbatas karena menyesuaikan dengan anggaran. Terutama untuk non fungsional atau tenaga kontraknya, setiap kecamatan itu sekarang ini hanya 8 orang PA,” kata Arsan Jum’at (16/9) kemarin.
Dikatakannya, seharusnya dalam satu kecamatan itu kita tempatkan sekitar 12 bahkan sampai 13 orang yang masing-masing melekat pada kantor urusan agama (KUA) di setiap kecamatan. Namun karena masih kurangnya jumlah penyuluh agama terlihat dari jumlah desa di setiap kecamatan yang lebih banyak dari jumlah penyuluh yang tersedia per kecamatan. Belum lagi, ada desa yang harus diberi tambahan penyuluh agama karena jumlah penduduk dan motivasi belajar agama yang tinggi.
“Kurang ini karena ada pengurangan dari pusat, karena kuota penyuluh agama non PNS ini ada pengurangan dari jumlah 280 orang menjadi 120 orang,” terangnya.
Ditambahkannya, tidak semua desa ada penyuluhnya. Karena dalam setiap kecamatan ada banyak jumlah desanya. Bahkan kemungkinan di desa itu tidak ada yang memenuhi syarat untuk diangkat sebagai penyuluh dan terkadang dalam satu desa tidak ada penyuluhnya. Namun pihaknya juga masih menemukan kendala di lapangan. Misalnya, honor penyuluh yang sangat minim sehingga Kemenag Kaur tidak bisa memaksa para penyuluh ini untuk tetap mengabdikan diri.
“Tugas mereka ini harus siap jadi khatib. Untuk tempat mengajar mengaji belum tentu di masjid jadi terkadang di rumahnya. Artinya penyuluh itu tidak ditentukan tempat mengajarnya, tapi kita minta peran PA ini ditingkatkan meskipun jumlahnya kurang,” tutupnya. (618)
Sumber: http://bengkuluekspress.com/

Selidiki Keterlibatan Pelaku Lain

AMANKAN Pelaku saat tiba di Mapolres Kaur usai dijemput di Mapolres Polres Sijunjung Sumatera Barat, Kamis (159
IRUL/BE AMANKAN: Pelaku saat tiba di Mapolres Kaur usai dijemput di Mapolres Polres Sijunjung Sumatera Barat, Kamis (15/9).
BINTUHAN, BE – Tim Penyidik Polres Kaur sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait perampokan dan pembunuhan petani kopi, Budiman (65), warga asal Belitang Kabupaten Oku Timur Sumatera Selatan. Pemeriksaan terhadap pelaku utama Slamet alias Joko (31), warga asal Jawa yang tinggal di Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung masih terus dilakukan guna menelusuri apakah ada keterlibatan pihak lain selain Slamet.
“Kita masih terus lakukan pengembangan pelalu lain, karena dari hasil keterangan pelaku, sementara dia sendiri melakukan itu,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Johan Andika SE SIK, Jum’at (16/9) kemarin.
Dikatakan Kasat, dari hasil pengakuan pelaku Slamet ia melakukan pembunuhan Budiman dengan cara memacul bagian belakang kepala korban, hingga tersungkur dilantai, kemudian secara berulang-ulang terus memacul kepala korban sehingga tewas itu dilakukan oleh ia seorang. Namun polisi berpendapat lain, jika pelaku membuang mayat korban dan mengambil harta benda korban itu dibantu orang lainnya. Namun untuk membuktikan keterlibatan pelaku lain, polisi tengah melakukan penguatan bukti dan petunjuk untuk menyeret tersangka lainnya.
“Kalau berdasarkan keterangan yang kami himpun dan hasil olah TKP ada keterlibatan pelaku lain, tapi kita belum bisa menduga pelaku lain itu siapa, karena kasus ini masih kita dalami,” terangnya.
Ditambahkan Kasat, untuk motif pembunuhan sendiri dilakukan pelaku kepada korban itu karena sakit hati atas ucapan korban. Dimana pada saat itu pelaku yang memang terlilit hutang itu berencana berburu ke hutan membawa senapan angin seorang diri, dan kemudian pada berburu tersebut pelaku melewati perkarangan pondok korban, lalu korban menghampiri pelaku dan terjadilah percakapan yang membuat pelaku emosi. Karena pelaku merasa tersinggung dan kesal atas ucapan korban, ia melihat cangkul yang berada tidak jauh dari korban dan kemudian langsung mengayunkan cangkul kearah kepala belakang korban sebanyak tiga kali hingga membuat korban tersungkur dan tewas ditempat. Selanjutnya oleh pelaku mayat korban dibungkus plastik dan karung lalu dibuang kejurang sekitar jalan Air Kemang, setelah membuang mayat korban pelaku lalu mengambil uang dan motor korban.
“Sesuai dari keterangan pelaku, ia nekat membunuh korban yang masih temannya sendiri itu karena sakit hati atas ucapan korban, ditambah lagi pelaku ada niatan ingin mengambil uang hasil jual kopi milik korban itu,” tutup Kasat.(618)
Sumber: http://bengkuluekspress.com/

Dua Dinas Dan Empat Puskesmas Nihil PAD

RAPAT Para pejabat di lingkungan Pemkab Kaur saat mengikuti rekapitulasi realisasi PAD dan PBB, diaula lantai III Pemda Kaur, Kamis (159 (2) small
IRUL/Bengkulu Ekspress. RAPAT: Para pejabat di lingkungan Pemkab Kaur saat mengikuti rekapitulasi realisasi PAD dan PBB, di aula lantai III Pemda Kaur, Kamis (15/9).
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Meskipun sudah memasuki bulan September atau triwulan ketiga tahun 2016, namun kinerja dari dinas, badan dan kantor di Kabupaten Kaur lebih merosot dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab berdasarkan hasil evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaur yang digelar di aula lantai III Pemda Kaur, Kamis (15/9), dari 31 dinas, kantor dan badan, masih ada yang target PAD-nya masih nihil alias tidak ada sama sekali. Tiga Dinas dan Empat Puskesmas itu, yakni Dinas Hutbang dan ESDM, Dispenbud, Puskesmas Tanjung Iman, Puskesmas Simpang Tiga Padang Guci, Puskesmas Beriang Tinggi dan Puskesmas Luas.
“Untuk realisasi PAD dari dinas, badan dan Kantor di Kaur ini masih rendah sekali dan bahkan masih ada dinas dan Puskesmas belum setor PAD sama sekali, padahal ini sudah mau tutup buku,” kata Plh Sekda Bahrun Budiman SH MH, saat memimpin rapat rekapitulasi realisasi PAD dan PBB aula lantai III Pemda Kaur, Kamis (15/9) kemarin.
Dikatakannya, kepada dinas terkait tidak hanya menuntut haknya. Namun juga harus paham akan kewajiban menyangkut PAD. Bahrun juga mengimbau agar kepala dinas, kepala kantor dan badan untuk tidak berdiam diri terkait rendahnya PAD yang masuk saat ini. Namun harus lebih kreatif melakukan solusi agar PAD yang sudah menjadi target dapat terealiasi pada akhir tahun 2016.
“PAD ini sangat penting buat anggaran kita ke depan, untuk itu kepala dinas, kantor dan badan jangan hanya diam saja. Namun juga harus aktif melakukan evaluasi dan mengambil langkah-langkag dalam upaya peningkatan PAD yang saat ini belum sampai 70 persen,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Kaur Drs Ersan Syaferi MM menyampaikan, untuk realisasi PAD dan PBB di tahun 2016 hingga memasuki triwulan ketiga ini, untuk PAD  mencapai Rp 11,4 miliar. Angka tersebut sudah mencapai 65,97 persen dari target PAD sebesar Rp 33,555 miliar. Sedangkan untuk PBB pada sektor kecamatan dan perdesaan.  Pencapaian PBB baru Rp 287 juta atau sudah mencapai 51 persen dari target 563 juta.
“Kita minta semuanya mengenjot PAD ini, karena terakhir tutup buku PAD ini 31 September ini dan PBB 31 Desember nanti. Untuk dinas, badan dan kantor  yang belum sama sekali realisasi PAD untuk segera, juga untuk Kecamatan yang PBB nya masih nihil segera mungkin,” jelasnya.(618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Sabtu, 17 September 2016

Pemkab Terima Alat Berat

TIBA Satu unit bantuan alat berat United Tractors  dari PU Provinsi  saat tiba di Kaur, Rabu (149
IRUL/BE TIBA: Satu unit bantuan alat berat United Tractors dari PU Provinsi saat tiba di Kaur, Rabu (14/9).
BINTUHAN, BE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur melalui Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Tata Kota (BLH-TK) Kaur mendapat bantuan alat berat berupa satu unit United Tractors Komat’su dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu. Bantuan alat berat seharga miliaran itu saat ini sudah tiba di halaman kantor BLH-TK Kaur, Rabu (14/9) kemarin.
“Alat berat ini merupakan bantuan dari PU Provinsi melalui dana APBN. Alhamdulillah bantuan sudah tiba di Kaur kini,” kata Kepala BLH-TK, Syahril SPd, Rabu (14/9) kemarin.
Dikatakannya, bantuan alat berat ini nanti akan diperuntukkan untuk untuk mengatasi masalah sampah di pembuangan akhir sampah (TPA) di Kecamatan Maje. Sebab pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga di Kaur menjadi salah satu program prioritas Bupati dalam menjaga kebersihan kota. Dengan adanya bantuan ini, BLH-TK Kaur telah memiliki dua alat berat untuk memaksimalkan pengelolahan sampah tersebut.
“Kita berharap bantuan ini bisa memaksimalkan pengolahan sampah di TPA itu, karena kita tahu kalau Kaur ini masih kurang alat berat untuk mengatasi sampah ini,” terangnya.
Ditambahkannya, keberadaan alat berat ini tidak hanya dapat mengatasi penangan sampah di TPA Kecamatan Maje Kabupaten Kaur. Namun juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah bencana alam yang kerap menimpah Kauar ini, karena ini menjadi salah-satu prioritas Pemerintah.
“Alat berat ini nanti akan digunakan untuk multi fungsi, dan dengan bantuan ini Kaur sangat terbantu sekali dalam penanganan bencana dan sampah di Kaur ini,” pungkasnya.(618)
Sumber: http://bengkuluekspress.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India